Showing posts with label pupuk dan pemupukan. Show all posts
Showing posts with label pupuk dan pemupukan. Show all posts
Tuesday, March 12, 2019
Ini Langkah Pemupukan Jagung Hibrida dan Nonhibrida Agar Produksi Tinggi
5:05 AM
Cara Pemupukan Jagung --- Jagung, baik yang ditanam di lahan kering maupun sawah, akan tumbuh subur dan produksinya tinggi kalau dipupuk dengan tepat. Oleh karena itu, bagi Sobat yang sedang atau akan menanam jagung, mesti paham betul cara pemupukan jagung agar dapat memetik hasil yang memuaskan.
Tanaman jagung yang tercukup nutrisi sudah bisa dilihat dari awal pertumbuhannya, dimana pohonnya tampak bulat dan besar. Dengan pertumbuhan yang subur, tentu akan menghasilkan tongkol jagung yang besar, berisi penuh, bijinya padat, dan beratnya optimal.
Tidak hanya cukup, namun suplai nutrisi jagung harus pula memperhatikan jenis pupuk yang sesuai, waktu pemupukan, dosis pupuk yang tepat, dan teknik aplikasinya yang benar dan efektif.
Kalau demikian, bagaimana cara memupuk jagung yang sebenarnya? Good luck karena Sobat sudah berada pada artikel yang tepat dan sebentar lagi akan Sobat temui caranya. Sebab, kita akan sibak tabir pemupukan agar jelas apa sebenarnya pupuk jagung sehingga banyak orang yang berhasil dalam budidaya jagung.
Sekilas jagung hibrida dan non hibrida
Sebelum mulai memupuk jagung, sekilas kita lihat jagung hibrida dan nonhibrida. Ini penting karena nanti ada perbedaan dalam pemupukan kedua jenis jagung tersebut.
Jagung hibrida dan nonhibrida sebetulnya jagung unggul. Walaupun keduanya unggul, namun dalam budidaya tetap berpulang kepada pilihan petani varietas mana yang digunakan. Sebab, hal tersebut menyangkut berbagai pertimbangan termasuk di dalamnya biaya, benih, kebutuhan pupuk, waktu, produksi, dan lainnya.
Yang namannya jagung hibrida merupakan jagung yang berasal dari keturunan pertama (F1). Jagung hasil persilangan ini memiliki tingkat produksi dan produktivitas yang tinggi. Varietas jagung hibrida ini seperti BISI, Pioneer, Semar, dan sejumlah lainnya.
Selain hasil yang tinggi, pertumbuhan jagung varietas hibrida lebih seragam dan juga tahan penyakit. Namun, kelemahannya itu dia, yaitu benih jagung hibrida hanya untuk sekali tanam saja.
Sedangkan jagung nonhibrida, misalnya varietas Nakula, Permadi, Arjuna, Kalinga, dan sebagainya, merupakan varietas jagung dimana benihnya dapat digunakan berkali-kali untuk ditanam tanpa harus membeli benih yang baru.
Benihnya cukup diambil dari seleksi biji/tongkol tanaman jagung hasil penanaman sebelumnya. Ini berarti lebih hemat dari sisi cost-nya. Artinya, petani tanpa ribet merogoh kocek untuk membeli benih jagung setiap kali ingin menanam jagung.
Varietas jagung nonhibrida, sering disebut juga dengan varietas bersari bebas, ada kelemahannya, yaitu produksinya lebih rendah dari varietas jagung hibrida.
Pemupukan jagung
Yang penting sekali diperhatikan dalam pemupukan jagung adalah jenis pupuk, dosis pupuk, dan waktu aplikasi. Selain itu, cara memberikan pupuk juga bagian pemupukan jagung yang tidak boleh diabaikan.
Pemupukan jagung hibrida dan nonhibrida secara umum sama. Yang membedakan hanyalah dosis pupuk. Berapa dosis pupuk untuk kedua varietas tersebut? Yuk, kita simak ulasannya di bawah ini mulai dari jenis sampai cara pemupukan jagung.
Jenis pupuk jagung
Apa sih jenis pupuk untuk tanaman jagung? Jenis pupuk yang dipakai untuk tanaman jagung, baik yang hibrida maupun nonhibrida, adalah pupuk organik dan pupuk anorganik. Untuk pupuk organik bisa pupuk kandang yang berasal dari sapi, kerbau, atau kuda. Kalau tidak ada pupuk kandang, boleh juga menggunakan pupuk kompos.
Keuntungan menggunakan pupuk organik pada lahan jagung
- Pupuk organik memperbaiki sifat kimia, fisika dan biologis tanah
- Dapat meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga unsur hara tersedia untuk tanaman jagung
- Aktifitas biologis tanah meningkat sehingga lahan jagung lebih produktif
- Daya pegang air tanah menjadi lebih mantap sehingga lahan tanaman jagung tidak mudah kering
- Aerasi dan drainase tanah semakin baik sehingga dapat menunjang pertumbuhan jagung
- Menyuplai unsur hara makro dan mikro untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung
Di samping aplikasi jenis pupuk organik, tanaman jagung juga butuh pupuk anorganik yang dapat memberi unsur hara makro khususnya N, P dan K dalam jumlah lebih banyak. Jenis pupuk tersebut adalah urea (N), SP-36 atau TSP (P), dan KCL (K).
Fungsi unsur hara N, P, dan K untuk tanaman jagung
- Unsur nitrogen (N) yang disuplai dari urea berfungsi untuk pertumbuhan vegetatif tanaman jagung seperti mempercepat tingginya pohon dan pertumbuhan daun. Selain itu, kehadiran N dapat mengijaukan warna daun-daun (klorofil), pembentukan lemak, protein dan senyawa lainnya dalam tanaman jagung.
- Unsur hara fosfor (P) berfungsi dalam mempercepat pembentukan tongkol, bunga, pengisian biji, serta pemasakan biji. Dengan demikian dapat mempertinggi hasil panen jagung.
- Unsur hara kalium (K) membuat tanaman jagung tahan terhadap serangan penyakit. Kehadiran unsur K membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Lebih dari itu, tanaman jagung lebih tahan terhadap kekeringan dengan tercukupinya unsur hara kalium semasa pertumbuhannya.
Dosis dan waktu pemupukan jagung
Memupuk jagung dalam dosis berlebih atau berkurang menyebabkan pertumbuhan terhambat dan bisa jadi produksi rendah. Apalagi pupuk diberikan tidak sesuai dengan usia pertumbuhannya, maka jangan berharap produksi jagung bisa tinggi.
Makanya, dalam setiap aplikasi pupuk tanaman jagung, dosis pupuk mesti terukur dan tepat dalam setiap perkembangannya mulai usia saat tanam sampai usia jagung setelah tanam.
Berapa dosis pemupukan jagung? Pada usia jagung berapa yang tepat diberikan pupuk? Baik, berikut ini Sobat bisa melihat dosis pupuk jagung untuk luasan per hektar dan per lubang tanam.
Pupuk jagung sebelum tanam – Sebelum menanam jagung, tepanya ketika penyiapan lahan, lahan perlu dibenahi dulu dengan pemberian pupuk dasar, yaitu pupuk kandang.
Dosis pupuk kandang sangat tergantung kepada kesuburan lahan. Dosisnya sama untuk kedua varietas jagung, baik hibrida maupun nonhibrida. Secara umum dapat diberikan 10 ton/hektar kalau kesuburan rendah dan 20 ton/hektar kalau sangat rendah.
Owh, saya tidak menanam jagung 1 hektar, hanya beberapa meter saja lahan yang saya miliki, berapa dosis pupuk kandang? Dosis pupuk kandang bisa diberikan 1 Kg/m2atau 2 Kg/m2.
Pupuk jagung pada saat tanam – Bersamaan dengan penanaman benih jagung atau ketika usia jagung masih 0 hari, diberikan pupuk tunggal berupa urea, SP-36, dan KCL. Ini juga merupakan pupuk dasar jagung.
Adanya pupuk di samping lubang tanam akan mer-4-ng-s4ng perkecambahan dan pertumbuhan benih jagung, Di samping itu, seiring pertumbuhan jagung, pupuk sudah langsung tersedia di sekitar perakaran.
Adanya pupuk di samping lubang tanam akan mer-4-ng-s4ng perkecambahan dan pertumbuhan benih jagung, Di samping itu, seiring pertumbuhan jagung, pupuk sudah langsung tersedia di sekitar perakaran.
Dosis pupuk yang dianjurkan untuk jagung hibrida pada saat tanamadalah urea 100 Kg/hektar, SP-36 100 Kg/hektar, dan KCL 100 Kg/hektar. Sedangkan jagung nonhibrida, dosis urea 100 kg/hektar, SP-36 75 Kg/hektar, dan KCL 50 kg/hektar.
Pupuk susulan I – Ketika usia jagung sudah masuk 4 minggu, dilanjutkan lagi pemupukannya. Dosis pada pemupukan susulan I adalah urea 100 Kg/hektar untuk jagung hibrida. Demikian dengan pupuk susulan I jagung nonhibrida, dosinya 100 kg urea/hektar.
Pupuk susulan II – Ketika usia jagung sudah 6 minggu, berikan lagi pupuk. Dosis pupuk untuk jagung hibrida adalah 100 Kg urea/hektar. Sedangkan jagung non hibrida, dosisnya 50 Kg urea per hektar.
Itulah dosis pemupukan jagung. Namun, mungkin masih menyisakan pertanyaan bagaimana cara pemupukan dan berapa banyak pupuk per pohon jagung. Mari kita lihat lebih detail dalam uraian berikut ini.
Cara memupuk jagung
Pemupukan jagung dilakukan dengan cara ditugal. Ada juga yang memupuk dengan membuat larikan di samping barisan tanam jagung. Tapi, pemupukan dengan cara tugal lebih tepat sasaran karena terpusat ke perakaran tanaman jagung.
Apalagi, kalau pupuk diberikan di samping kiri dan kanan lubang/pohon jagung dengan cara ditugal, tentu akan lebih bagus. Berikut ini petunjuk atau cara memupuk jagung.
Apalagi, kalau pupuk diberikan di samping kiri dan kanan lubang/pohon jagung dengan cara ditugal, tentu akan lebih bagus. Berikut ini petunjuk atau cara memupuk jagung.
Langkah pemupukan jagung pada saat tanam seperti di bawah ini :
- Tugal di dekat lubang tanam benih jagung dengan jarak 5-7 cm, kedalaman 7-10 cm
- Masukkan pupuk urea sebanyak 2 gram, SP-36 2 gram, dan KCL 2 gram (dicampurkan)
- Tutup lubang dengan tanah
- Disiram atau diairi sampai basah/lembab
Langkah pemupukan susulan jagung usia 4 minggu dan 6 minggu seperti di bawah ini :
- Tugal di dekat pangkal pohon jagung dengan jarak 15 cm, kedalaman 10 cm
- Masukkan pupuk urea sebanyak 2 gram per pohon
- Tutup lubang dengan tanah
- Disiram atau diairi sampai basah/lembab
Demikian cara pemupukan jagung baik hibrida maupun varietas nonhibrida. Semoga dengan memupuk jagung dengan tepat akan meningkatkan produksi jagung yang Sobat budidayakan. Salam sukses
Baca juga :
Tips
- Sebaiknya jangan mencampurkan pupuk SP-36 dengan urea dan KCL karena dapat menyebabkan unsur hara P lambat tersedia untuk tanaman jagung. Caranya, ketika memupuk, buat dua lubang pupuk di sisi kiri dan sisi kanan, satu lubang untuk campuran pupuk urea dan KCL, satu lubang lagi dimasukkan pupuk SP-36.
- Jangan membiarkan pupuk berada dalam kondisi terbuka ketika memupuk jagung. Segera tutup dengan tanah setelah memberikan pupuk.
Tuesday, March 5, 2019
Cara Hemat Memupuk Gambas, Tapi Produksi Optimal
6:51 AM
Memupuk Tanaman Gambas --- Setelah mendapatkan benih gambas berkualitas dan proses penyemaian yang benar, selanjutnya adalah bagaimana memupuk tanaman gambas (oyong) agar tumbuh dengan subur dan berbuah lebat. Kalau pemupukan benar, maka biaya bisa hemat, masa panen lebih cepat dan produksi buah gambas pun bisa optimal.
Produksi yang optimal sebenarnya dambaan bagi para petani gambas. Dengan hasil yang banyak, tentu akan mendapatkan kepuasan dan keuntungan yang lumayan tinggi. Apalagi panen gambas bersamaan dengan harga di pasar yang lagi lagi mahal, untungnya berlipat-lipat.
Sayangnya, tidak semuanya sukses dalam budidaya gambas. Ada banyak faktor penyebabnya. Salah satunya adalah kurangnya pengetahuan dari sisi pemupukan.
Pentingnya pupuk untuk tanaman gambas
Dalam budidaya tanaman gambas, apakah menanam di polybag atau di lahan kebun atau sawah, pemupukan menjadi salah satu tahapan penting yang tidak boleh terlewati begitu saja.
Sebab, jika asupan nutrisi tidak tepat, berlebihan atau tidak mencukupi, tentu saja produksi buah gambas jauh dari harapan.
Pupuk hemat, tapi produksi gambas tinggi
Kalau bicara pupuk tidak terlepas dari biaya yang dikeluarkan, benar ‘kan? Tapi, jangan khawatir, untuk mendapatkan produksi gambas yang tinggi tidak mesti mengeluarkan biaya yang tinggi. Sebab, dengan dengan pemupukan yang tepat, tercukupinya unsur hara makro dan mikro, akan menghemat biaya pemupukan dan gambas pun produktif.
Ini artinya, kita tidak perlu menghambur-hamburkan pupuk dalam menanam gambas. Kita bisa memanfaatkan pupuk organik seperti pupuk kandang.
Dengan pupuk organik, di samping memperbaiki struktur tanah, kita sudah menghemat sebahagian cost untuk mencukupi nutrisi tanaman gambas. Bukankah pupuk kandang ada unsur hara baik makro maupun mikro? Sebagiannya lagi, nutrisi tanaman gambas akan didukung dengan pupuk anorganik.
Okay, ada banyak pertanyaan sebenarnya tentang budidaya gambas. Namun, dalam artikel ini akan kita kuak sisi pemupukan saja. Misalnya, apa jenis pupuk, kapan pupuk diberikan, berapa dosisnya dan bagaimana cara pemupukan gambas yang hemat, tapi masa panen cepat dan produksi tinggi.
Pupuk apa untuk tanaman gambas?
Walau telah disinggung di atas, namun tanda tanya masih tetap ada, yaitu pupuk apa sebenarnya yang tepat agar tanaman gambas berbuah banyak, besar, dan panjang. Yang pasti adalah pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk yang diberikan mesti ada setidaknya nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
Karena itu, ada 3 jenis pupuk yang sangat gampang diaplikasi untuk tanaman gambas, yaitu pupuk kandang (unsur hara lengkap walau jumlah kecil), NPK 16:16:16 (pupuk majemuk), dan urea.
Sebenarnya, untuk pupuk anorganik dalam pemupukan gambas boleh juga diberikan pupuk tunggal kalau sulit mendapatkan NPK. Pupuk tunggal yang dimaksud adalah urea, SP-36, dan KCL. Namun, kalau NPK tersedia, aplikasi pupuk ini lebih praktis.
Kapan pupuk gambas diberikan?
Kalau 3 jenis pupuk tersebut sudah ada, pertanyaannya adalah kapan diaplikasikan? Jangan berikan pupuk dalam satu waktu dalam jumlah banyak atau sangat kurang karena akan membuat pertumbuhan tanaman gambas terhambat atau terganggu.
Kalau pertumbuhan gambas terganggu atau tidak subur, buahnya sedikit dan kecil-kecil dan bahkan mudah terserang penyakit.
Jadi kapan memupuk gambas? Kalau hendak menanam gambas, maka pupuk sudah harus diaplikasikan sejak pada saat penyiapan lahan seperti membuat lubang tanam dan kemudian diikuti dengan pemupukan susulan.
Pupuk dasar
Pupuk kandang – Ini pupuk yang murah meriah, apalagi sumbernya dari kandang ternak sendiri, bisa lebih hemat dalam pemupukan gambas.
Pupuk yang pertama sekali diberikan pada saat penyiapan lahan atau sebagai pupuk dasar adalah pupuk kandang, boleh kotoran sapi atau kerbau. Dosisnya adalah 1 Kg per lubang tanam. Kalau struktur tanah agak keras, boleh tambah sampai 2 Kg/lubang
Pupuk dasar ini diberikan 2 minggu sebelum tanam dengan cara menempatkan dalam lubang tanam. Agar pupuk kandang dapat berfungsi dengan baik, maka ketika ditempatkan dalam lubang harus diaduk dengan tanah yang ada pada lubang tanam tersebut.
Tapi, perlu diingat, harap pastikan bahwa pupuk kandang yang mau diaplikasi benar-benar sudah matang. Artinya, pupuk kandang tersebut sudah tidak tampak lagi serat kotoran segar, tidak berbau, dan remah.
Pupuk NPK– Agar persediaan nutrisi tanaman gambas lebih cepat tersedia dalam tanah, khususnya N, P dan K, maka pemberian pupuk NPK 16:16:16 menjadi pilihan dalam pemupukan.
Tidah usah banyak-banyak kasih NPK bisa “kolestrol atau asam urat” tanaman gambas he..he...😅 Secukupnya saja dan akan lebih baik pemupukan sesuai rekomendasi berdasarkan hasil uji tanah.
Nah, kalau tidak berdasarkan soil test, anggap saja lahan yang akan ditanam gambas kesuburannya sedang. Maka pemupukan NPK yang pernah saya dan teman-teman lakukan sebagai berikut.
Berikan pupuk NPK ke dalam lubang tanam sebanyak 1 sendok teh (5 gram) per lubang tanam gambas. Caranya dengan mencampurkan NPK dengan media tumbuh pada lubang tanam dan biarkan selama 1 minggu sebelum tanam.
Pupuk kandang tidak diberikan bersamaan dengan pupuk NPK. Artinya, 7 hari setelah pemberian pupuk kandang baru dipupuk dengan NPK atau 7 hari sebelum tanam, pupuk NPK sudah ada pada lubang tanam.
Pupuk Susulan
Agar ketersedian nutrisi tidak terhenti dan mencukupi selama pertumbuhan tanaman gambas, maka tugas kita adalah memupuknya lagi setelah tanam secara periodik atau yang dikenal dengan pupuk susulan.
Pupuk susulan I – Pupuk susulan I diberikan pada umur tanaman gambas 10 hari setelah tanam (HST). Caranya, Larutkan 75 gram NPK dan 25 gram urea ke dalam 15 liter air. Aduk hingga pupuk terlarut semuanya, lalu siramkan ke tanaman dengan dosis 250 ml/tanaman. Hati-hati jangan membasahi daun gambas dengan larutan pupuk.
Pupuk susulan II – Pupuk susulan II diberikan pada umur tanaman gambas 20 hari setelah tanam (HST). Caranya sama dengan pemupukan susulan I
Pupuk susulan III – Pupuk susulan III diberikan pada umur tanaman gambas 30 hari setelah tanam (HST). Pemupukan diberikan dengan cara melingkar sekeliling tanaman atau ditugal. Berikan pupuk NPK sebanyak 5 gram per lubang tanam.
Pupuk susulan IV – Pupuk susulan IV diberikan pada umur tanaman gambas 40 hari setelah tanam (HST). Caranya sama dengan pemupukan pada susulan III.
Pupuk susulan V – Pupuk susulan V diberikan pada umur tanaman gambas 50 hari setelah tanam (HST). Caranya sama dengan pemupukan pada susulan III.
TABEL PEMUPUKAN GAMBAS
| Pupuk dan Pemupukan gambas. Gambar Dokpri |
Kalau cerdas dalam membuat pupuk organik cair, Sobat bisa menambah suplemen organik untuk tanaman gambas dengan cara menyemprotnya 2 minggu sekali. Jangan beli, usahakan "made in" sendiri karena POC buatan sendiri akan menghemat biaya pupuk tanaman gambas.
Demikian ulasan pemupukan tanaman gambas. Dengan pemberian pupuk organik dan dikombinasi dengan pupuk anorganik dalam dosis yang tepat (lebih bagus lagi kalau ada uji tanah sebelum tanam), harapannya produksi gambas bisa optimal dan biaya untuk pupuk bisa ditekan seminimal mungkin.
Wednesday, February 20, 2019
Mau Hasil Panen Kangkung Meningkat? Kombinasikan Pupuk Ini
9:57 AM
Pupuk untuk Tanaman Kangkung --- Mungkin masih ada teman-teman yang penasaran sehingga bertanya-tanya, pupuk apa sih untuk tanaman kangkung? Sebenarnya, kangkung adalah tanaman sayuran yang sangat mudah dibudidayakan. Ditaruh begitu saja, biji atau stek, pada tempat yang lembab, kangkung akan tumbuh.
Namun, untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil panen yang tinggi, kangkung perlu diberi asupan nutrisi yang cukup dengan kombinasi pupuk yang tepat. Sekali lagi, pupuk apa dan bagaimana cara kombinasinya?
Namun, untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil panen yang tinggi, kangkung perlu diberi asupan nutrisi yang cukup dengan kombinasi pupuk yang tepat. Sekali lagi, pupuk apa dan bagaimana cara kombinasinya?
Coba kita amati kangkung yang tumbuh di badan perairan seperti kolam, selokan atau sungai. Hanya dengan “mengharapkan” nutrisi yang dibawa air, ia tumbuh. Apalagi kangkung yang sengaja ditanam, kalau dirawat sepenuh hati dan dipupuk sesuai dengan kebutuhannya, hasilnya pun ruar biasa melimpah.
Sayangnya, tidak semua orang mengerti dengan benar cara pemupukan agar pertumbuhan kangkung subur dan menghasilkan daun yang banyak dengan kualitas bagus.
Macam-macam "model" memupuk kangkung
Banyak sekali "model" atau prilaku pemupukan dalam budidaya kangkung kalau dilihat dari sisi pemupukan. Mungkin juga model itu sudah mentradisi atau dianggap tepat oleh sebagian orang. Ya,,tidak ada yang salah dan syah-syah saja. Tapi, hasilnya?
Ada yang begini,,nih, menanam kangkung, tapi pemupukannya hanya dengan memberikan pupuk kandang saja sebelum tanam dan selesai tugasnya, tinggal menunggu tibanya waktu panen. Boleh jadi, ini kalau tanahnya kategori unsur hara cukup...it's ok
Ada juga yang menanam kangkung tanpa memberikan pupuk organis sebagai pupuk dasar, tapi hanya memberikan pupuk kimia setelah tanam. Untung-untung kalau tanahnya cukup gembur dan kaya bahan organik. Dan jika dilakukan begini terus cara menanam kangkung, bagaimana jadinya struktur tanah suatu saat nanti, keras bukan?
Bahkan, ada juga yang menanam tanpa memupuk sama sekali biar dibilang orang kangkungnya alami,, ini agak parah, syukur-syukur kalau lahannya tersedia unsur hara yang menunjang alias subur untuk pertumbuhan kangkung. Kalau tidak,,ya hanya bermandi keringat saja 😅
Pembibitan kangkung
Ya sudah, lupakan saja tentang "model" itu. Mari kita berangkat pelan-pelan menuju ke tata cara merawat kangkung yang kita start dari titik pembibitan sebelum akhirnya menuju titik finish pada pemupukan.
Kalau dulunya orang memetik kangkung apa yang sudah “ditanam” oleh alam di perairan dan dikenal dengan kangkung air. Kini, kangkung air sudah banyak dibudidaya di area berlumpur atau lahan sawah dangkal. Kangkung air ini diperbanyak melalui stek.
Selain kangkung air, ada kangkung darat. Kangkung darat begitu mudah dibudidaya melalui biji (benih). Kangkung ini dibudidayakan di kebun atau sawah tadah hujan.
Kalau dulunya orang memetik kangkung apa yang sudah “ditanam” oleh alam di perairan dan dikenal dengan kangkung air. Kini, kangkung air sudah banyak dibudidaya di area berlumpur atau lahan sawah dangkal. Kangkung air ini diperbanyak melalui stek.
Selain kangkung air, ada kangkung darat. Kangkung darat begitu mudah dibudidaya melalui biji (benih). Kangkung ini dibudidayakan di kebun atau sawah tadah hujan.
Kangkung, baik melalui biji ataupun stek, dapat langsung ditanam pada guludan/bedengan ukuran lebar 1 meter dengan jarak tanam 15 cm x 15 cm atau 20 cm x 20 cm.
Unsur hara untuk kangkung
Kangkung sebagaimana tanaman lainnya membutuhkan unsur hara makro dan mikro untuk tumbuh dan berkembang. Kangkung membutuhkan unsur hara nitrogen (N), phosfor (P), kalium (K) dan sejumlah unsur hara mikro untuk metabolismenya.
Tapi, karena yang diharapkan panen dari tanaman kangkung adalah daunnya, maka kangkung lebih banyak membutuhkan unsur hara nitrogen (N) untuk memacu pertumbuhan vegetatifnya.
Karena itulah, pemupukan kangkung dengan pupuk yang mengandung N dilakukan secara bertahap sampai dengan menjelang panen. Sementara untuk pupuk yang mengandung P dan K cukup sekali atau awal pertumbuhan saja.
Pemupukan Kangkung
Perlukah kangkung dipupuk? Kalau memang perlu, pupuk apa yang cocok untuk tanaman kangkung?
Pemupukan sebenarnya sangat tergantung kepada tingkat kesuburan tanah apakah rendah unsur haranya atau mungkin berlebihan ketersediaannya.
Pemupukan sebenarnya sangat tergantung kepada tingkat kesuburan tanah apakah rendah unsur haranya atau mungkin berlebihan ketersediaannya.
Namun, seandainya lahan yang akan ditanam tidak diuji kesuburannya atau mungkin juga dapat dipastikan bahwa kandungan hara di lahan tersebut rendah, maka pemupukan menjadi keharusan agar kangkung tumbuh produktif.
Khusus untuk kangkung air, umumnya tidak memerlukan pemberian pupuk dasar baik pupuk kandang maupun pupuk kimia. Kangkung air hanya diberi pupuk yang mengandung N seperti urea setelah tanam dan setelah panen agar produksinya tinggi.
Dalam artikel ini, lebih menekankan pada pemupukan kangkung darat. Ada beberapa tahapan pemupukan kangkung darat, yaitu pada tahap penyemaian, sebelum tanam, dan sesudah tanam. Dalam setiap tahapan tersebut berbeda pula jenis pupuknya.
Khusus untuk kangkung air, umumnya tidak memerlukan pemberian pupuk dasar baik pupuk kandang maupun pupuk kimia. Kangkung air hanya diberi pupuk yang mengandung N seperti urea setelah tanam dan setelah panen agar produksinya tinggi.
Dalam artikel ini, lebih menekankan pada pemupukan kangkung darat. Ada beberapa tahapan pemupukan kangkung darat, yaitu pada tahap penyemaian, sebelum tanam, dan sesudah tanam. Dalam setiap tahapan tersebut berbeda pula jenis pupuknya.
1. Penyemaian
Kalau pembibitan kangkung dilakukan melalui semai benih atau stek, maka media semai perlu dipupuk dengan pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos.
Sebelum penyemaian benih kangkung. Aplikasikan pupuk organis untuk media semai dengan cara ditebar pada media dan dicampurkan dengan tanah secara merata. Dosis untuk pupuk media semai dapat diberikan pupuk kandang/kompos sebanyak 2-3 Kg/m2.
2. Pupuk dasar kangkung (kombinasi)
Pada tahap ini perlunya kombinasi pupuk dasar untuk menanam kangkung, yaitu kombinasi pupuk organik dengan anorganik.
Lahan yang sudah dipersiapkan untuk menanam kangkung, diberikan pupuk dasar berupa pupuk organik, apakah pupuk kandang sapi, ayam atau kompos, yang mudah didapat dan terjangkau.
Sebarkan pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektar atau pupuk kompos sebanyak 5 ton/hektar pada bedengan-bedengan yang sudah dibuat. Campurkan pupuk secara merata dengan tanah. Waktu aplikasinya 1-2 minggu sebelum tanam.
Selain pupuk organik, maka pupuk dasar perlu dikombinasi dengan pupuk anorganik (kimia). Tambahkan juga 75 kg/hektar urea, 100 Kg/hektar SP-36 dan 50 Kg/hektar KCl (Dosis ini sebenarnya sangat tergantung kesuburan lahan). Waktu aplikasinya 1 minggu atau 3 hari sebelum tanam.
3. Pupuk setelah tanam
Meskipun kangkung berumur pendek sekitar 30-45 hari, namun perawatan dengan pemupukan sangat perlu diperhatikan.
Untuk memacu pertumbuhan kangkung, maka pada umur 10 hari setelah tanam (HST), kangkung dipupuk dengan 50 Kg urea/hektar, 20 Kg SP-36/hektar, dan 25 Kg KCl/hektar. Pemupukan diberikan dengan cara pengocoran/penyiraman.
Pada umur 20 hari setelah tanam (HST), kocorkan lagi pupuk urea sebanyak 15 Kg urea /hektar, 20 Kg SP-36/hektar, dan 12 kg KCL/hektar.
Terakhir, pada 30 HST, kangkung hanya diberikan pupuk urea. Ini adalah pemupukan terakhir. Dosis pupuk yang diberikan adalah 15 Kg urea/hektar. Pemberiannya sama, yaitu melalui pengocoran. [larutkan 1 sendok teh urea ke dalam 15 liter air, kocorkan untuk luasan tanam 3 m persegi]
Ringkasnya cara pengocoran kangkung begini :
10 HST ; larutkan 3 sendok teh (sdt) urea, 1 sdt SP-36, dan 1 ½ sdt KCL ke dalam 15 liter air, kocorkan untuk luasan tanam 3-5 m persegi
20 HST ; larutkan 1 sendok teh (sdt) urea, 1 sdt SP-36, dan ½ sdt KCL ke dalam 15 liter air, kocorkan untuk luasan tanam 3-5 m persegi
30 HST ; larutkan 1 sendok teh (sdt) urea ke dalam 15 liter air, kocorkan untuk luasan tanam 3-5 m persegi
Wah, banyak amat pupuk kangkung? 😅😅Bukan banyak, semua itu tergantung kesuburan tanah. Bahkan, kalau lahan tersedia unsur hara makro dan mikro yang cukup untuk pertumbuhan kangkung, maka pemupukan kangkung setelah tanam boleh dengan pupuk yang mengandung N saja karena memang kangkung responsif dengan nitrogen. Selengkapnya budidaya kangkung darat dapat dibaca pada artikel di bawah ini.
Ringkasnya cara pengocoran kangkung begini :
10 HST ; larutkan 3 sendok teh (sdt) urea, 1 sdt SP-36, dan 1 ½ sdt KCL ke dalam 15 liter air, kocorkan untuk luasan tanam 3-5 m persegi
20 HST ; larutkan 1 sendok teh (sdt) urea, 1 sdt SP-36, dan ½ sdt KCL ke dalam 15 liter air, kocorkan untuk luasan tanam 3-5 m persegi
30 HST ; larutkan 1 sendok teh (sdt) urea ke dalam 15 liter air, kocorkan untuk luasan tanam 3-5 m persegi
Wah, banyak amat pupuk kangkung? 😅😅Bukan banyak, semua itu tergantung kesuburan tanah. Bahkan, kalau lahan tersedia unsur hara makro dan mikro yang cukup untuk pertumbuhan kangkung, maka pemupukan kangkung setelah tanam boleh dengan pupuk yang mengandung N saja karena memang kangkung responsif dengan nitrogen. Selengkapnya budidaya kangkung darat dapat dibaca pada artikel di bawah ini.
Baca juga :
- Apa keunggulan Kotoran Sapi Untuk Pupuk Tanaman?
- Bagaimana Cara Budidaya Kangkung Darat yang Sebenarnya?
Sobat,,itulah pupuk dan cara pemupukan tanaman kangkung, yaitu kombinasi antara pupuk organik dan anorganik yang secara khusus tampak pada pemupukan dasar atau saat penyiapan lahan.
Dengan kombinasi kedua pupuk tersebut dapat memenuhi ketersedian hara untuk pertumbuhan kangkung sehingga hasil panen meningkat. Di samping itu, dengan pemupukan seperti itu dapat tetap terjaga sifat-sifat fisika dari tanah.
Pupuk cair untuk tanaman kangkung
Untuk menunjang pertumbuhan tanaman kangkung, pemupukan boleh juga dilakukan dengan pupuk cair. Tapi, aplikasi pupuk cair dilakukan seminggu setelah tanam dan diulangi setiap seminggu sekali.
Kalau sudah memupuk dengan pupuk cair, maka kangkung tidak usah lagi diberikan pupuk padat. Pupuk cair diaplikasikan dengan cara disemprot atau dikocor ke tanaman kangkung pada waktu pagi atau sore hari.
Ada banyak pilihan pupuk cair, bisa pupuk organik cair (POC) dan boleh juga dengan pupuk anorganik cair (PAC). Kedua jenis pupuk cair itu mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap yang dapat membantu pertumbuhan tanaman kangkung. Demikian semoga ada manfaatnya.
Pupuk cair untuk tanaman kangkung
Untuk menunjang pertumbuhan tanaman kangkung, pemupukan boleh juga dilakukan dengan pupuk cair. Tapi, aplikasi pupuk cair dilakukan seminggu setelah tanam dan diulangi setiap seminggu sekali.
Kalau sudah memupuk dengan pupuk cair, maka kangkung tidak usah lagi diberikan pupuk padat. Pupuk cair diaplikasikan dengan cara disemprot atau dikocor ke tanaman kangkung pada waktu pagi atau sore hari.
Ada banyak pilihan pupuk cair, bisa pupuk organik cair (POC) dan boleh juga dengan pupuk anorganik cair (PAC). Kedua jenis pupuk cair itu mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap yang dapat membantu pertumbuhan tanaman kangkung. Demikian semoga ada manfaatnya.
Tuesday, November 20, 2018
Awas!! Jangan Salah Memupuk Tanaman Dengan Ampas Kopi ; Ini Cara yang Benar
10:28 PM
Cara Memupuk Tanaman dengan Ampas Kopi -- Ada saja sumber zat makanan yang alami untuk tanaman. Salah satunya adalah ampas kopi. Limbah hasil ekstrak biji kopi ini sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Makanya, tidak mengherankan jika tetua kita dari dulu menaburkan ampas kopi pada tanaman. Sayangnya, cara menaburkan sampah bubuk kopi tersebut secara langsung pada tanaman masih kurang tepat.
Anda yang suka atau ingin memupuk tanaman dengan ampas kopi, perlu tau bagaimana cara menambah nutrisi tanaman dengan ampas kopi agar dapat menyuburkan tanaman? Sebab, jika salah cara, bentuk dan jenis tanaman yang ditabur buangan minuman kopi itu, bisa-bisa bukannya tambah sehat, tetapi tanaman harus merana terlebih dahulu sebelum bahan organik kopi itu berfungsi untuk pertumbuhannya.
Ampas kopi, rasio C/N masih tinggi
Kalau kita melihat biji kopi yang bewarna cokelat kehitaman itu mengandung kafein dan zat-zat senyawa kimia lain seperti senyawa karbon selulosa, lemak, mineral dan juga vitamin. Nah, ketika biji kopi diseduh air panas, maka sebagian besar zat-zat tersebut terekstrak dan larut bersama air bewarna hitam yang sering diminum daily, namanya minuman kopi. Yang tersisa itu adalah ampas kopi.
Jangan salah, ampas kopi segar (baru dibuang sebagai limbah) masing mengandung senyawa karbon (CH2O) dengan rasio C/N masih tinggi. Jangan pula berpikir bahwa limbah kopi itu sudah mengadung unsur hara tersedia untuk memacu pertumbuhan tanaman. Belum, ya belum. Kalaupun ada masih dalam kadar yang kecil. Yang tinggi adalah kadar karbonnya. Banyak zat-zat lain belum terlepas dari ikatan senyawa organik itu.
Ampas kopi perlu didekomposisi dulu
Jika ampas kopi terdekomposisi secara sempurna dengan melibatkan mikroorganisme pengurai, maka unsur-unsur seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), tembaga (Cu) dan sejumlah lainnya akan tersedia dalam bentuk bisa diserap oleh akar tanaman. Bahkan, kafein yang sedikit basa akan menghasilkan nilai pH yang cocok untuk tanaman. Dengan demikian, bayangkan jika memberikan butiran halus hasil saringan kopi pada tanaman, apalagi masi baru atau segar, tentu belum bermanfaat secara optimal.
Belum lagi memupuk tanaman sayuran seperti bayam, selada, sawi, dan lainnya dengan ampas kopi segar, tanaman sayuran akan “kaget dan sakit” untuk beberapa waktu lamanya. Tahukah kenapa teman-teman? Unsur hara yang ada dalam tanah di sekitar tanaman sayuran akan diambil oleh mikroorganisme. Untuk apa? Mikroba perlu energi cepat dengan mengambil yang sudah ada di sekitar akar tanaman untuk mulai bekerja menurunkan nilai C/N dari sampah ampas kopi itu.
Jika kerja biodekomposer itu sudah selesai, maka sejumlah besar unsur hara makro dan mikro akan dilepaskan untuk pertumbuhan tanaman. Ini artinya, dalam waktu yang singkat, menambah ampas kopi di sekitar tanaman, terutama tanaman sayuran, tidak memberikan dampak yang baik. Namun, dalam waktu yang lama, bahan organik dari sampah biji kopi itu memberi dampak yang baik sekali untuk produktivitas tanah dan tanaman.
Pengaruh menebar ampas kopi segar pada tanaman buah
Ooo,,,, ada yang menaruh ampas kopi di sekeliling pangkal tanaman mangga, jambu, nangka, dan tanaman buah lainnya, kuk bagus, ya. Ups..😅tunggu dulu. Menaruh ampas kopi di sekeliling tanaman buah, apalagi menebar di atasnya, sebenarnya tidak langsung dimanfaatkan oleh tanaman buah tersebut. Apapun ceritanya, sampah biji kopi itu akan menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme tanah. Secara bersama-sama mulai dari cacing, jangkrik, semut, lipan, kalajengking, jamur, bakteri, dan lainnya akan menguraikan ampas kopi yang ditaburkan itu. Dalam waktu yang relatif lama, nutrisi baru tersedia untuk tanaman buah itu.
Baik, kalau begitu bagaimana yang benar dan tepat memanfaatkan ampas bubuk kopi itu untuk tanaman? Nah, ini pertanyaan bagus dan perlu dicatat. Sebab, kita tidak ingin asal-asalan bin ikut-ikutan memupuk tanaman dengan bubuk kopi basi yang hasilnya kurang optimal alias sia-sia belaka.
Cara Memupuk Tanaman Dengan Ampas Kopi
Ada beberapa alternatif memupuk tanaman dengan ampas kopi untuk menambah ketersediaan unsur hara. Mulai dari yang natural sampai dengan perlu adanya processing dengan bantuan bioaktivator.
Ampas kopi untuk tanaman sayuran
Untuk jenis tanaman semusim seperti tanaman sayuran yang menghasilkan daun, sebaiknya ampas kopi diaplikasikan dalam bentuk cair. Bentuk cair tersebut diperoleh dari hasil perendaman ampas kopi. Ini sebenarnya POC dari ampas kopi. Dalam air rendaman tersebut sudah larut unsur hara seperti nitrogen yang berguna untuk pertumbuhan vegetatif tanaman sayuran.
Caranya :
- Masukkan 1 bagian ampas kopi ke dalam ember atau baskom
- Tambahkan 2 bagian air ke dalam ampas kopi tersebut dan aduk
- Biarkan atau rendam ampas kopi selama 2-3 malam
- Saring air rendaman tersebut dan pisahkan ampasnya untuk pengolahan bentuk lainnya seperti kompos.
- Encerkan air rendaman tersebut dengan cara menambah air biasa. Perbandingannya adalah 1:4. Misalnya, tambahkan 1 liter air rendaman ampas kopi ke dalam 4 liter air biasa. Aduk hingga merata.
- Kocorkan air rendaman ampas kopi yang telah diencerkan tersebut sebanyak 250 ml/tanaman sayuran
Ampas kopi untuk tanaman buah dan sayuran
Agar dapat berfungsi sebagai pupuk alami, nan murah dan kaya unsur hara, baik untuk tanaman sayuran maupun tanaman buah, maka sebaiknya limbah ampas kopi dikomposkan terlebih dahulu. Jika suatu saat Anda menebar ampas kopi pada tanaman, maka yang Anda sebarkan adalah pupuk kompos ampas kopi yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman dan bisa juga berfungsi untuk menggemburkan tanah.
Seperti uraian di atas, menempatkan ampas kopi segar hasil saringan minuman kopi di sekitar tanaman kurang optimal dan lama baru berguna untuk tanaman. Bahkan, untuk tanaman sayuran berumur pendek akan sangat terganggu jika diberi asupan ampas kopi segar.
Oleh karena itu, cara cerdas memupuk dengan ampas kopi adalah dengan cara menurunkan terlebih dahulu kadar karbonnya atau rasio C/N. Anda dapat membaca cara membuat pupuk organik atau pupuk kompos atau bokashi di sini. Ampas kopi menjadi salah satu komponen utama bahan organik dalam campuran bahan pembuatan kompos/bokashi.
Cara aplikasi kompos ampas kopi untuk tanaman :
Caranya dengan menempatkan kompos ampas kopi dalam lubang tanam. Berikan pupuk kompos ampas kopi dalam lubang tanam dan aduk hingga merata dengan tanah. Banyaknya kebutuhan kompos ampas kopi disesuaikan dengan jenis tanaman. Untuk tanaman cabai atau tomat, bisa diberikan satu atau dua genggam pupuk ampas kopi per lubang tanam. Jika untuk tanaman buah, ya disesuaikan dengan besar dan umur tanaman.
Ampas kopi bahan campuran media tanam dalam pot
Oh, iya ada manfaat lain nih, kompos ampas kopi bisa juga untuk memperkaya nutrisi media tanam dalam pot. Untuk membuat media tanam dalam pot atau polybag, campurkan tanah, kompos ampas kopi dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1.
Baca juga ini :
- Cara Membuahkan Belimbing Manis (Madu) Dalam Potkombinasi Nutrisi Organik dan Kimia
- Buka Rahasia ; Cara Jitu Membuahkan Mangga Dalam PotTanpa Mengenal Musim
- Repotting, Tip Ampuh Agar Tanaman Buah Dalam Pot(Tabulampot) Mau Berbunga dan Berbuah
- Cangkang Telur Alternatif Dolomit Pada Media Tanam Dalam Pot
Sunday, November 4, 2018
Jika 4 Tahap Cara Pemupukan Tanaman Kopi Ini Benar, Produktifitasnya Sangat Tinggi
8:21 AM
Pemupukan Tanaman Kopi – Melihat begitu prospektif tanaman kopi, penulis tertarik untuk mendalaminya dan kemudian mencoba share degan sobat-sobat lewat blog favorit ini. Sharing-nya terutama sekali tentang tahapan dan cara pemupukan tanaman kopi agar budidaya tanaman kopi tumbuh subur dan hasilnya pun tinggi.
Baik, sebelum melihat dan membaca apa jenis pupuk dan bagaimana cara serta tahapan pemupukan tanaman kopi, sebaiknya buat dulu secangkir kopi he..he. dan ngopi dulu biar ‘nggak ‘ngantuk dan lebih bersemangat 😅.
Rupanya, kopi tidak hanya dinikmati oleh penggemar atau penikmatnya saja di warung-warung kopi, namun kopi sudah menjadi kebutuhan industri untuk berbagai peruntukannya. Oleh karena itu, banyaknya permintaan kopi baik dalam negeri maupun dunia internasional membuat komoditas perkebunan ini terus dikembangkan.

Syarat tumbuh tanaman kopi
Namun, sebelumnya menggoreskan tinta hitam ini lebih jauh tentang pemupukan yang merupakan bagian dari perawatan tanaman kopi, kita coba jelajahi sejenak dan secuil tentang budidaya tanaman kopi dari sisi persyaratan tumbuhnya.
Tanaman yang mengandung kafein ini secara umum tumbuh dengan baik di daerah yang sejuk dengan temperatur 20-24 0C. Suhu dingin itu sudah pasti berada pada dataran tinggi mulai 700 -2000 meter dpl (di atas permukaan laut).
Tapi, ketinggian tempat dan suhu yang “menggigil” bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan subur dan produktifnya tanaman kopi. Ada banyak kondisi lain yang harus tepenuhi agar komoditas perkebunan ini tumbuh subur dan memberikan bijinya yang berkualitas. Beberapa syarat tumbuh lain yang mesti mendapatkan dukungan seperti curah hujan, kelembaban udara, angin, sinar matahari yang cukup, pH tanah yang agak asam, tanah yang gembur, tanah harus kaya bahan organik, dan juga kecukupan unsur hara.
Baik jenis kopi arabika, robusta, leberika, ekselsa, dan hibrida menghendaki kondisi pertumbuhan dengan temperatur rendah. Demikian juga dengan faktor-faktor lain seperti disebutkan di atas harus terpenuhi untuk semua jenis tanaman kopi. Faktor itu pula yang menentukan nantinya citarasa, aroma, kandungan kafein, keasaman, ukuran dan kualitas kopi lainnya.
Nutrisi menentukan pertumbuhan dan produktivitas kopi
Nah, dari sekian banyak faktor yang menentukan pertumbuhan tanaman kopi, kita coba angkat yang terakhir itu, yaitu kecukupan unsur hara baik makro maupun mikro. Ini sudah tentu bicara tentang pupuk dan pemupukan tanaman kopi. Sebab, apapun ceritanya, tanpa nutrisi yang cukup, tanaman akan merana pertumbuhannya.
Sebaliknya, jika proses pemberian pupuk tanaman kopi dilakukan secara benar pada setiap tahapan, baik jenis pupuk maupun cara pemupukan, maka produktivitas tanaman kopi menjadi tinggi dan tak perlu diragukan. Kenapa? Ini karena tanaman mendapatkan asupan makanan yang seimbang dan sesuai dalam setiap pertumbuhan dan perkembangannya.
Tanaman harus tersedia C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, B, Mo, Mn, Zn, Cu, dan Cl untuk melangsungkan kehidupannya. Intinya, tanaman kopi dapat tumbuh optimal ketika terpenuhi kebutuhan zat makanan berupa unsur hara makro dan mikro. Tapi, kita harus tau kapan waktu dan bagaimanan cara tepat untuk pemupukan tanaman kopi.
Bagaimana cara memenuhi nutrisi tanaman kopi? Tentu saja dengan pupuk. Menjadi pertanyaan lagi, bagaimana cara pemupukan tanaman kopi? Inilah yang akan kita ulas dalam postingan ini dari pupuk dasar hingga pupuk susulan.
Pupuk dan Tahapan Pemupukan Tanaman Kopi
Agar pertumbuhan kopi normal dan berkembang dengan baik, maka tanaman kopi harus tercukupi unsur hara sejak pembibitan, kemudian sebelum tanam dan sesudah tanam yang dikenal dengan istilah pupuk susulan tanaman kopi.
Kalau dihitung-hitung dari tahap penyemaian benih kopi sampai dengan tanaman kopi berumur 10 tahun, ada 4 tahap atau 19 kali pemupukan yang perlu diberikan agar tumbuh dan produktifitasnya tinggi. Tahap I (semaian sebanyak 1 kali pemupukan), Tahap II (pembibitan 6 kali), Tahap III (sebelum tanam 1 kali), dan Tahap IV (setelah tanam 11 kali pemupukan). Semua tahapan itu akan kita lihat satu per satu dalam artikel ini.
Baca juga ini :
- 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
- Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Basah Dengan EM4 dan Air Cucian Beras.
I. PUPUK PADA TAHAP PENYEMAIAN BENIH KOPI
Benih kopi yang berkualitas unggul dan sudah terseleksi disemai pada bedengan yang sudah dipersiapkan. Nah, agar benih kopi berkecambah dan tumbuh dengan sehat, maka bedengan perlu diberikan pupuk.
Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk kompos. Cara pemberian pupuk dengan mencampur pupuk kompos dengan tanah bedengan. Dengan adanya kompos, maka tanah menjadi gembur dan lebih poros serta tersedianya unsur hara yang dapat diserap oleh bibit kopi yang sudah mulai tumbuh.
II. PUPUK PADA TAHAP PEMBIBITAN TANAMAN KOPI
1. Pupuk organik
Bibit yang subur akan menentukan kesuksesan dalam budidaya tanaman kopi. Karenanya, pemupukan tanaman kopi pada saat masih bibit (tahap II) penting sekali diperhatikan. Bibit biasanya dipindahkan dari media persemaian ke media pembibitan berupa polybag pada umur 3-4 bulan.
Pada tahap pembibitan tanaman kopi, pupuk yang diberikan adalah pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos. Perbandingan dalam media pembibitan adalah 1:1. Cara pemupukan pada tahap pembibitan kopi begini, dalam setiap media pembibitan (polybag) dicampurkan 1 bagian tanah dengan1 bagian pupuk kandang.

Untuk memenuhi nutrisi atau zat makanan tanaman kopi, tidak hanya bersumber dari pupuk kimia/anorganik, tetapi juga dari pupuk organik. Jadi, dengan pemupukan anorganik dan organik, maka kesuburan tanah tetap terjaga.
2. Pupuk anorganik
Karena bibit berada dalam media pembibitan dalam kurun waktu lama, yaitu 6-9 bulan sebelum dipindahkan ke lahan tanam, maka perlu dipupuk secara periodik. Jadi, bibit tanaman kopi perlu dilanjutkan dengan memberikan pupuk anorganik/kimia.
Pupuk yang diberikan adalah urea, SP-36 dan KCL Cara pemupukannya adalah dengan membenamkan di sekeliling bibit dengan jarak dari batangnya 7-10 cm. Jika tidak menggunakan pupuk tunggal, boleh juga menggunakan pupuk majemuk NPK 15:15:15
Kapan diberikan dan berapa dosisnya. Pupuk diaplikasikan pada saat berada dalam media pembibitan sampai menjelang dipindahkan ke lahan. Lengkapnya seperti di bawah ini :
Umur 3 bulan ; Dosisnya untuk setiap bibit kopi adalah 1gram urea, 0,5 gram SP-36 dan 0,5 gram KCL. Kalau menggunakan NPK, dosisnya 2,5 gram per bibit kopi.
Pemupukan selanjutnya pada umur 5, 7, 9 dan 12 bulan. Jenis pupuknya sama, tetapi dosisnya berbeda. Dosisnya 2 kali lipat dosis setiap pupuk susulan sebelumnya. Misalnya, urea yang akan diberikan pada umur 5 bulan adalah menjadi 2 gram per bibit.
III. PUPUK SEBELUM MENANAM BIBIT KOPI
Seperti bercocok tanam tanaman lainnya, budidaya kopi juga perlu pemberian pupuk dasar pada saat penyiapan lahan agar tumbuhnya cepat dan sehat. Kopi butuh pupuk dasar biar tidak kurus dan penyakitan.
Cara aplikasi pupuk dasar atau pupuk sebelum bibit kopi ditanam dengan memasukkannya ke dalam lubang tanam. Tapi, sebelum diberikan, pupuk harus dicampurkan dengan tanah galian lubang yang ada di atasnya.
Bahkan, lubang tanam sudah harus dipersiapkan jauh-jauh bulan (bukan jauh hari he,,he). Jadi, 3 bulan sebelum bibit ditanam, lubang tanam sudah siap untuk “menyambut tamu baru”, yaitu penanaman bibit kopi.
Setelah satu bulan lamanya lubang digali, tanah yang berada di atas lubang (tanah galian) diberikan dengan 200 gram pupuk sulfur atau belerang. Pemberian pupuk sulfur ini bertujuan agar jamur-jamur parasit bebas pada tanah penutup lubang tanam. Dan juga berfungsi untuk suplai hara dalam pembentukan protein dan pertumbuhan nantinya.
Di samping pupuk belerang (S), masih juga perlu dicampur dengan tanah galian lubang tanam dengan dolomit. Dosisnya per lubang tanam adalah 200 gram. Ini sangat berperan dalam penyediaan hara kalsium dan magnesium serta menetralisir tanah atau mengendalikan kadar keasaman tanah (pH).
Ini posisi tanah galian masih belum dimasukkan ke dalam lubang tanam. Jadi, mendekati masa tanam atau 15 hari sebelum tanam, tanah galian diberikan lagi dengan pupuk organik berupa pupuk kandang. Campurkan tanah galian dengan 10 kg pupuk kandang per lubang tanam. Lalu masukkan tanah yang sudah dicampurkan ke dalam lubang tanam.
IV. PUPUK SETELAH TANAM KOPI
Pemupukan tanaman kopi setelah tanam jangan ditunda-tunda jika ingin pertumbuhan tanaman kopi subur pada masa vegetatifnya. Jangan karena menunggu hujan turun, lalu tidak dilakukan pemupukan. Memang baiknya pemupukan dilakukan pada awal atau akhir musim hujan.
Pemberian unsur hara (pemupukan) pertama dilakukan pada usia 1 bulan setelah tanam dengan pupuk tunggal. Dosis pupuk yang diberikan per tanaman kopi adalah 25 gram urea, 25 gram SP-36, dan 20 gram KCL. Nah, pada 6 bulan berikutnya diberi lagi pupuk yang sama dengan dosis yang sama. Artinya, pemupukan tanaman kopi dilakukan 2 kali dalam setahun.
Kita anggap masa hidup produktif tanaman kopi sampai dengan 10 tahun, walau kenyataannya lebih, maka sejak bibit kopi dipindahkan ke lahan sampai dengan umur kopi 10 tahun, pemupukan dilakukan sebanyak 20 kali. Dengan dosis pemupukan setiap tahun terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi.
Secara umum formula pemupukan setelah tanam untuk masing-masing pupuk setiap tahun sebagai berikut :
- Untuk Urea ; P(n+1) = Pn + 50 gram
- Untuk SP-36 ; P(n+1) = Pn + 50 gram
- Untuk KCL ; P(n+1) = Pn + 40 gram
Keterangan :
- P adalah dosis jenis pupuk per lubang tanam
- N adalah tahun pemupukan
- Pemupukan dilakukan 2 kali setahun, jadi setiap 6 bulan berikan setengah dosisnya.
Cara aplikasi pupuk pada tahap pemeliharaan/setelah tanam
Pemupukan kopi jangan ditebarkan di atas tanah atau di sekitarnya. Ini cara yang membuang-membuang pupuk. Sebab, selain pupuk mudah hilang, tanaman tidak dapat menyerap nutrisi yang diaplikasikan.
Baca juga ini :
- Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
- 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
- Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Basah Dengan EM4 dan Air Cucian Beras.
Cara yang benar adalah dengan cara membuat lubang pupuk di sekitar tanaman sejauh tajuk terluar atau kurang sedikit. Lubang pupuk dibuat dengan kedalaman 20-30 cm. Lalu masukkan pupuk dan tutup kembali. Jangan lupa siram jika tidak ada hujan agar pupuk segera larut dan dapat dimanfaatkan oleh akar tanaman.
Selain pemupukan tanaman kopi dengan pupuk organik/anorganik, penambahan bahan-bahan organik juga diperlukan untuk pemeliharaannya. Ini bertujuan agar media tumbuh tanaman kopi tetap gembur, retensi air yang baik, dan tersedianya unsur-unsur hara makro dan mikro serta aktifnya mikroba tanah.
Bahan-bahan organik untuk menyuburkan tanah seperti daun-daunan, kulit kopi, dan juga ruput-rumput hasil dari penyiangan diaplikasikan sekitar tanaman. Di samping itu, pemberian pupuk kandang juga diperlukan, namun pemberiannya secara berkala misalnya 1 – 2 tahun sekali.
Demikian tahapan pemupukan tanaman kopi dan cara aplikasinya yang tepat. Semoga artikel pemupukan tanaman kopi ini bermanfaat kiranya. Salam sukses
Subscribe to:
Posts (Atom)







