Showing posts with label pupuk organik. Show all posts
Showing posts with label pupuk organik. Show all posts
Thursday, February 28, 2019
4 Tahapan Membuat Kompos Cacing (Kascing) atau Vermikompos
9:52 AM
Membuat Pupuk Kascing --- Kompos cacing sebenarnya kompos yang dibuat dengan bantuan dekomposer, yaitu cacing. Lazimnya, pupuk kompos cacing ini disebut dengan Kascing.
Untuk pupuk yang melibatkan cacing dalam pembuatannya, ada yang menyebutnya dengan pupuk kompos Kascing. Sementara teman-teman yang lain menyebutnya dengan vermikompos (vermicompost).
Apapun sebutannya terhadap hasil perombakan bahan organik oleh cacing (vermicomposting), yang jelas, pupuk kompos dapat dibuat dengan bantuan cacing.
Cacing menyuburkan tanah, dulu?
Zaman dulu kala, ketika masih banyak tanah-tanah kosong dan ketika belum banyak gedung-gedung yang menjulang tinggi atau ketika hutan dan pepohonan masih hijau, cacing bebas beraktivitas menggembur dan menyuburkan tanah.
Bahkan, ketika matahari sudah masuk ke peraduannya, cacing-cacing mulai “pesta fora” dengan suara-suara “nyanyiannya.” Cacing hilir mudik membuat lubang-lubang aerasi dan menaburkan bahan-bahan yang memiliki unsur hara tinggi ke bagian atas tanah (top soil). Lalu, tanaman/tumbuhan hidup subur.
Tapi, zaman now, sungguh jauh berbeda bagaikan malam dengan siang. Kini, untuk mendapatkan cacing mungkin sudah sulit dan langka. Kalau perlu dalam jumlah banyak mesti dipelihara/dibiakkan dulu.
Ini pertanda cacing sudah hampir punah karena tanah sudah terkontaminasi dengan banyak bahan polutan/pestisida/herbisida beracun. Bahkan, lahan perkarangan pun sudah dipasang keramik atau beton sehingga lambat laun tempat hidup cacing semakin terbatas.
Ya, benar. Faktanya, untuk membuat pupuk kascing, perlu membiakkan cacing dulu dan butuh waktu berminggu-minggu. Bahkan, untuk mendapatkan beberapa ekor indukan cacing pun perlu order atau beli dulu.
Cacing apa yang digunakan pada pengomposan bahan organik?
Itu tadi sekilas cerita agar kita peka dan peduli terhadap lingkungan agar bumi ini dapat juga dinikmati oleh generasi selanjutnya. Kalau keseimbangan alam tetap terjaga, tentu manusia pun dapat hidup dengan bahagia.
OkaySob...yuk kita lanjut. Bagi pemula mungkin bingung dengan jenis cacing yang digunakan sebagai bioaktivator/starter pembuatan kompos. Sebab, banyak sekali jenis cacing di dunia ini, mulai dari yang kecil sampai yang ukuran besar atau lokal sampai yang impor 😅. Demikian juga dengan warna dan tempat hidupnya, bermacam dan berbagai tempat.
Memang banyak sekali jenis cacing. Dan yang paling dikenal sekarang dalam pembuatan kompos cacing adalah Perionyx excavatus. Cacing ini sering disebut dengan Blue Worm atau Indian Blue. Kemampuan kerjanya dalam merombak sangat cepat, tentu ini cacing yang "rakus" mengurai bahan-bahan organik.
Selain cacing P. Excavatus, ada juga jenis lain seperti Eisenia fetida atau Red Wiggler dan juga Eudrilus eugeniae atau disebut juga dengan African Nightcrawler. Bahkan, cacing tanah di negeri atau kampung kita pun bisa digunakan untuk membuat kompos cacing.
Apa kandungan nutrisi kompos cacing?
Sebenarnya, dalam pembuatan kascing (kompos cacing/vermikompos) tidak hanya cacing yang terlibat di sana, namun mikroorganisme juga. Mikroorganisme berperan dalam proses fermentasi pada tahap pertama, kemudian baru tugas cacing untuk merombak sehalus-halusnya bahan organik.
Oleh karena itu, kandungan nutrisi pupuk kascing -- "produk olahan" cacing dan teman-temannya -- sangat spesial dan luar biasa. Pupuk kompos kascing mengandung hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan sejumlah mineral lainnya.
Namun, yang mengejutkan, menurut beberapa penelitian bahwa di dalam pupuk kascing terdapat hormon pertumbuhan seperti giberelin, auksin dan sitokinin. Hormon atau zat pengatur tumbuh (ZPT) ini dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.
Bahkan, selain unsur hara dan hormon, hasil perombakan bahan organik oleh cacing melepaskan sejumlah enzim yang sangat berguna untuk menyuburkan tanah dan tanaman. Tunggu apa lagi, yuk buat pupuk kompos kascing 😅
Cara Membuat Pupuk Kompos Cacing (Kascing)
Salah satu jenis cacing yang dapat kita manfaatkan untuk membuat pupuk kascing adalah cacing tanah. Maka, kita dapat coba membuatnya dengan starter atau bioaktivatornya adalah cacing tanah. Kita gunakan juga kotoran sapi (sebetulnya bisa kotoran kerbau, domba, dan lainnya)
Ada 4 tahapan dalam membuat kascing, yaitu tahap persiapan, tahap fermentasi, tahap pengomposan dengan cacing, dan tahap pemanenan.
Tahap Persiapan Membuat Kascing
Buat kotak kayu dengan ukuran minimal 1 m x 1 m x 1m. Bagias atas tetap terbuka. Tempatkan kotak kayu tersebut di tempat yang terlindungi dari hujan (harus ada tempat yang beratap).
Karena cacing tanah biasanya banyak hidup di sekitar pohon pisang, siapkan juga batang pisang (ambil yang sudah pernah berbuah, sayang kalau belum berbuah 😅). Siapkan juga jerami dan kotoran sapi segar. Oh, ya..dolomit juga ya untuk menetralkan pH nantinya.
Tahapan fermentasi bahan organik
Sudah ada semua bahan? Sekarang, potong-potong jerami dan batang pisang sampai berukuran kecil. Lalu, rendam dalam air selama 1 x 24 jam. Setelah direndam, angkat dan diamkan selama 2 minggu. Kontrol sambil dibalik-balik. Jika mengering, siramkan air lagi.
Setelah 2 minggu difermentasi, campurkan bahan tersebut dengan kotoran sapi. Perbandingannya 1:3 (3 bagian kotoran sapi campur dengan 1 bagian jerami dan batang pisang). Jangan lupa tambahkan dolomit (sesuaikan dengan jumlah bahan). Kemudian, masukkan semua bahan campuran tersebut ke dalam kotak kayu dan biarkan sampai 2 minggu.
Tahapan pengomposan dengan cacing
Masukkan cacing tanah ke dalam campuran bahan organik yang ada dalam kotak kayu tersebut. Berapa banyak? Yah, kira-kira sepuluh ekor yang gede-gede atau sedang untuk 1 kg bahan organik/media.
Setiap 3 hari sekali, beri makanan ekstra ‘ntuk cacing dengan cara menaburkan kotoran sapi di atas bahan-bahan tersebut tipis-tipis saja (1-2 cm tebalnya). Tapi, jangan sampai kering medianya, ya.
Tahap panen kascing
Panen pupuk kascing dapat dilakukan jika bahan pengomposan sudah terlihat tanda-tanda kotoran cacing, butirannya halus, warnanya gelap seperti tanah.
Cara panen kascing bagaimana? Ambil kascing tersebut dan tumpuk membentuk gundukan. Taruh di tempat yang terkena sinar matahari. Tujuannya, pertama agar kascing lekas kering, dan yang kedua supaya cacing “lari” menuju ke dasar tumpukan untuk menghidari sinar.
Pisahkan kascing dengan cacing. Caranya, ayak agar diperoleh butiran kascing yang halus. Dan sudah pasti sisa dalam ayakan cacing dan partikel kasar. Cacing ini dapat di-reuse (digunakan kembali) untuk pembuatan kacing berikutnya.
Begitu Sob cara membuat kompos dengan cacing atau yang popular disebut dengan kascing. Kalau tertarik untuk membuat kascing, silahkan siapkan bahan-bahan secepatnya 😅. Demikian ulasan kali ini semoga ada faedahnya. Sukses terus dan salam.
Tuesday, February 12, 2019
Mengolah Buah Nanas Untuk Pupuk Organik Cair (POC) yang Mengandung ZPT
8:06 AM
Membuat POC dari Buah Nanas --- Nanas atau nenas adalah buah yang kaya gizi dan banyak manfaatnya. Bukan hanya untuk manusia, namun buah nanas bermanfaat juga untuk memacu pertumbuhan awal tanaman. Makanya, tidak mengherankan, kalau buah nanas dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) untuk memupuk tanaman.
POC nanas terisnpirasi dari tetangga
Ide artikel ini terinspirasi dari tetangga sebelah rumah. Ibu ini, saya memanggilnya Ibu Dwi, rajin sekali menanam dan merawat aneka tanaman di rumahnya. Karena kelihatan tanamannya begitu subur, hijau dan sehat, saya pun jadi penasaran dan langsung saja bertanya apa rahasianya.
“Rajin-rajin dipupuk aja dengan pupuk organik,” katanya. Karena belum puas jawabannya, saya tanya lagi jenis pupuk organik yang ia aplikasikan. “’nggak harus belik kuk, selain air beras, saya rajin pakepupuk cair buatan sendiri dari buah nanas” ujarnya.
Mendengar pupuk dari buah nanas, saya pun semakin penasaran dan terus menggalinya. Dan syukur karena Ibu dua anak ini tak pelit membagikan ilmunya dan bercerita panjang, sambil menyiram tanaman, tentang fermentasi buah nanas sehingga sangat mujarab untuk nutrisi tanaman.
Mau tau kelanjutan ceritanya bagaimana membuat pupuk organik cair dari buah nanas? Apakah buah nanas saja atau ada campuran bahan-bahan lainnya? Tenang! Setelah saya dapat ilmu tersebut, saya pun tak pelit untuk berbagi dengan Sobat. Yuk, ikuti sampai habis isi artikel ini.
Mengenal nanas
Sobat kenal bukan dengan nanas? Cirinya begini, “Bersisik bukanlah ikan Berpayung bukanlah raja.” He..he.. 😅Demikian pribahasa untuk menggambarkan buah nanas. Memang betul buah nanas banyak sisik di sekujur buahnya dan ada mahkota di atasnya yang masih bisa ditanam untuk menghasilkan tanaman nanas yang baru.
Sayangnya, yang ingin kita bagikan dalam artikel ini bukanlah mahkota atau payung nanas 😅, tapi manfaat dari buah nanas untuk pupuk. Dengan kata lain, artikel ini akan mengupas bagaimana “menyulap” buah nanas untuk menjadi pupuk organik cair (POC) atau sering disebut juga dengan mikroorganisme lokal (MOL) buah nanas.
Apa kandungan nutrisi nanas?
Mengapa nanas tepat untuk membuat pupuk organik cair/MOL, apa kandungan nutrisinya? Nanas mengandung sejumlah nutrisi seperti karbohidrat, protein, gula, vitamin, dan mineral lainnya
Gula yang terdapat dalam nanas terbilang tinggi, yaitu 9,9 gram dalam setiap 100 gram buah nanas. Bahkan, kandungan gula lebih tinggi dari karbohidrat.
Adanya protein dalam nanas menunjukkan adanya unsur nitrogen (N) yang merupakan salah satu unsur hara esensial tanaman yang berperan dalam memacu pertumbuhan vegetatif tanaman dan membangunkan kesuburan tanah.
Di samping itu, masih banyak unsur-unsur lain yang terkandung dalam buah nanas seperti kalsium, fosfor, kalium, besi, magnesium, dan kawan-kawannya. Unsur-unsur ini jelas sekali bermanfaat untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman, bukan?
Apalagi, nanas mengandung banyak vitamin. Di antara sekian banyak vitamin, di dalamnya ada vitamin B3 yang berguna dalam meningkatkan metabolisme tanaman dan meningkatkan daya tahan atau kekebalan tanaman dari serangan penyakit.
Apakah nanas mengandung ZPT?
Nanas juga mengandug zat pengatur tumbuh (ZPT) atau hormon pertumbuhan. Bukan hanya ZPT, namun nanas juga mengandung mikroorganisme yang menguntungkan dalam menyehatkan tanah dan tanaman.
Bahkan, kulit dari nanas yang banyak sekali dibuang-buang, ternyata masih sangat bermanfaat untuk pembuatan pupuk organik cair. Dalam kulit nanas mengandung senyawa alkaloidatau senyawa organik yang bersifat basa dan mengandung nitrogen (N).
Senyawa-senyawa organik dalam kulit nanas diduga mengandung hormon pertumbuhan seperti giberelin, sitokinin dan auksin serta zat proteksi tanaman dari serangan hama dan penyakit.
Cara Membuat POC dari Buah Nanas
Nah, ternyata nanas sangat berpotensi untuk bahan baku pembuatan pupuk organik, bukan? Sudah ‘nggaksabaran lagi nih, yuk langsung saja kita membuat pupuk organik cair dari buah nanas.
Alat-alat :
- Ember beserta penutupnya
- Botol air mineral bekas
- Selang
- Mixer/Blender
Bahan
- Buah nanas.. 1 buah
- Pepaya..1 buah
- Air kelapa.. 5 liter
- Air cucian beras/air leri.. 5 liter
- Molase atau gula merah.. +/- 1 ons
- Bioaktivator EM4 atau bisa merek lainnya kalau ada.. 25-50 ml
Langkah membuat POC buah Nanas sebagai berikut :
Persiapan reaktor pupuk (wadah fermentasi)
- Lubangi tutup ember sebesar ukuran selang udara
- Rekatkan selang udara pada lubang tutup ember dengan lem batang. Caranya, panaskan dulu lem batang, masukkan salah satu ujung selang ke lubang, dan olesi lem secara merata.
![]() |
| Memasang selang pada tutup reaktor/jiriegen. Dokpri |
Penyiapan bahan
- Haluskan/giling buah nanas (beserta kulitnya) dan pepaya dengan menggunakan blender.
- Larutkan gula merah dengan air panas, aduk-aduk, dan biarkan sampai dingin
- Tuangkan EM4//bioaktivator ke dalam larutan gula, aduk-aduk dan biarkan selama 15 menit
Pencampuran bahan
- Masukkan buah nanas dan pepaya yang sudah dihaluskan ke dalam ember
- Berikutnya, tuang air kelapa dan air cucian beras
- Masukkan larutan EM4 yang sudah didiamkan tadi ke dalam ember yang telah berisi semua bahan, aduk/campurkan hingga merata
- Tutup ember dengan rapat (tidak ada udara yang masuk)
- Hubungkan ujung selang ke dalam dalam botol air mineral yang berisi separuh air. Dengan adanya selang ini, maka gas yang terbentuk dalam reaktor akan keluar dengan sendirinya
- Tunggu sampai 10 - 15 hari, pupuk organik cair buah nanas sudah jadi dan siap diaplikasikan. Tanda sudah jadi pupuk, baunya seperti aroma tape
Cara aplikasi POC nanas
- Kocorkan seminggu sekali. Tapi, sebelum dikocor ke tanaman, encerkan dulu dengan air. Tambahkan 0,5 – 1 liter POC nanas ke dalam 10 liter air biasa.
- Untuk penyemprotan, encerkan sebanyak 100 ml POC ke dalam 15 liter air biasa. Semprot tanaman seminggu sekali atau dua kali.
Baca juga ini :
- Cara Membuat Pupuk dari Daun Lamtoro
- Cara Stek dan Merawat Sirih Merah Dalam Pot atau Kebun
- Cara Sukses Menanam Nanas
- Cara Pemupukan Jagung Hibrida dan Nonhibrida
Sobat, itulah cara mengolah buah nanas, baik yang segar atau sudah busuk, untuk pupuk organik cair. Pupuk ini juga disebut MOL karena memang mengandung mikrorganisme lokal, unsur hara, dan ZPT yang sangat berperan untuk menyuburkan tanaman. Demikian dan salam sukses
Thursday, January 31, 2019
3 Cara Memanfatkan Daun Lamtoro Untuk Pupuk Organik Tanaman
8:37 AM
Membuat Pupuk Organik Daun Lamtoro -- Lamtoro, selain sebagai pelindung tanaman, ternyata dapat juga dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik yang sangat tinggi kandungan unsur haranya. Ada 3 cara memanfaatkan daun lamtoro untuk pupuk organik tanaman. Apa saja dan bagaimana caranya?
Lamtoro tanaman pelindung
Pohon lamtoro, dikenal juga dengan petai China, sangat berguna dalam dunia pertanian terutama sumber pupuk hijau atau pupuk organik.
Tanaman lamtoro ini banyak dijumpai di pedesaan. Kebanyakan tanaman legum ini tumbuh sendiri karena memang mudah sekali tumbuh tanpa memerlukan kondisi khusus.
Bahkan, untuk keperluan melindungi tanaman perkebunan dari terik matahari seperti kopi, teh, dan lainnya, lamtoro sengaja ditanam di sekeliling tanaman tersebut.
Di samping untuk melindungi dari panas, daun-daun lamtoro yang jatuh dapat menjadi pupuk hijau yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Jadi, lamtoro menjadi tanaman yang banyak manfaatnya, yaitu sebagai pelindung, pembenah, dan penyubur tanaman.
Unsur hara daun lamtoro
Kalau untuk pakan ternak, lamtoro jelas bagus karena kandungan gizinya seperti protein, kalori, vitamin, dan lainnya. Bagaimana untuk nutrisi tanaman?
Dari berbagai literatur menunjukkan bahwa daun lamtoro mengandung unsur hara esensial yang relatif tinggi terutama nitrogen (N). Selain N, masih ada sejumlah unsur lain seperti phosfor, kalsium, besi, dan "kawan-kawanya."
Bahkan, akar tanaman lamtoro mempunyai kemampuan mengikat (fiksasi) nitrogen bebas dari udara. Ini artinya, apa? Kehadiran lamtoro di tengah-tengah tanaman pertanian dapat memberikan keuntungan luar biasa terutama untuk kesuburan tanah.
Nah, berangkat dari begitu tingginya kandungan hara lamtoro, kita ingin memanfaatkan lamtoro menjadi pupuk organik tanaman. Sayang sekali andai sumber pupuk organik ini “terlantar” begitu saja atau menjadi sampah di depan mata kita.
Cara memanfaatkan daun lamtoro untuk pupuk organik
Sedikitnya ada 3 cara untuk “menyulap” daun lamtoro menjadi pupuk organik, yaitu pupuk yang dapat meningkatkan kesuburan media tumbuh/lahan sehingga produktivitas tanaman budidaya pun menjadi tinggi.
1. Mengembalikan daun lamtoro ke lahan tanam langsung
Mengembalikan daun-daun lamtoro, baik yang berguguran ataupun yang dipangkas, secara langsung ke media tumbuh akan menjadi sebagai pupuk hijau yang menyuburkan tanah.
Cara ini mungkin hanya hanya mau dilakukan oleh petani cerdas dan paham akan fungsi daun lamtoro. Selain itu, cara ini memang sudah men-tradisi dan memang sangat gampang dilakukan.
Pengembalian daun lamtoro bisa dilakukan dengan cara membenamkan ke dalam tanah atau bisa juga dengan menjadikannya sebagai mulsa/penutup tanah. Dengan demikian dapat berfungsi mengurangi penguapan sekaligus menjadi pupuk.
Sebab, seiring berjalan waktu, daun-daun lamtoro akan terdekomposisi secara alamiah dan menjadi pupuk organik serta melepaskan hara untuk tanaman.
2. Membuat pupuk kompos daun lamtoro
Daun lamtoro lebih bagus lagi kalau dibuat menjadi pupuk kompos atau bokashi dengan bantuan mikroorganisme aktif (EM4). Sebab, ketika daun lamtoro sudah berubah menjadi kompos, maka akan adanya unsur hara yang tersedia dan proses penguraian lebih lanjut dalam tanah menjadi lebih cepat.
Daun-daun lamtoro yang sudah dikomposkan selama beberapa hari tidak akan mengganggu pertumbuhan tanaman meskipun belum seluruhnya terurai. Dengan kata lain, pupuk kompos daun lamtoro aman dan menyuburkan pertumbuhan tanaman budidaya.
Berikut ini akan penulis tunjukkan langkah-langkah untuk membuat pupuk kompos daun lamtoro.
Alat – alat :
- Karung/sak bekas
- Gembor
Bahan-bahan :
- Daun lamtoro.. 30 Kg
- Dedak.. 10 Kg
- Pupuk kandang.. 10 Kg
- EM4.. 50 ml
- Air secukupnya (5-10 liter air)
- Gula merah (gula jawa).. 50 gram. Lebih bagus pakai Molase kalau ada.
Langkah-langkah membuat pupuk kompos daun lamtoro
- Siapkan dulu daun lamtoro. Daun lamtoro boleh yang kering atau masih hijau. Sebaiknya yang sudah agak rendah kadar airnya (agak kering) kalau ada.
- Potong-potong daun lamtoro sehingga ukurannya lebih kecil. Tujuannya agar mudah dicampur dan proses penguraian mikroba lebih cepat
- Siapkan juga larutan EM4 dengan cara melarutkan gula ke dalam air dan ditambahkan EM4. Aduk hingga tercampur merata. Biarkan selama 15-30 menit.
- Campurkan pupuk kandang, dedak, dan daun lamtoro hingga merata. Sebelum dicampur, tumpukkan dulu lapisan pertama dengan pupuk kandang, lapisan kedua dengan dedak, dan lapisan atas daun lamtoro.
- Siram secara perlahan-lahan larutan EM4 ke tumpukan campuran, jangan sampai becek, ya 😅.
- Aduk-aduk agar larutan tersebut tercampur merata. Kalau masih perlu tambahan air, berikan air biasa saja.
- Masukkan semua bahan tersebut ke dalam karung dan ikat/tutup dengan rapat.
- Tunggu sampai hari ke-7, pupuk kompos daun lamtoro sudah jadi dan siap untuk diaplikasikan sebagai pupuk organik tanaman.
3. Membuat pupuk organik cair (POC) daun lamtoro
Kalau pupuk kompos padatan sudah ada, maka masih bisa juga membuat pupuk organik cair daun lamtoro sebagai suplemen nutrisi untuk tanaman.
Bagaimana membuat POC daun lamtoro? Berikut ini Sobat bisa ikuti langkah membuatnya.
Alat-alat :
- Ember beserta tutupnya
- Penumbuk (lesung + alu)
Bahan-bahan :
- Daun lamtoro yang masih hijau..3 Kg (ambil daunnya saja)
- EM4..100 ml
- Air kelapa muda.. 1 liter
- Gula merah atau Molase kalau ada.. 50 ml
- Air cucian beras.. 1 liter (cucian pertama)
- Air sumur.. 5 liter (jangan air yang mengandung kaporit)
![]() |
| Daun lamtoro. Dokpri |
Langkah-langkah membuat pupuk cair daun lamtoro :
- Tumbuk-tumbuk daun lamtoro sampai hancur dan halus
- Masukkan daun yang sudah ditumbuk ke dalam ember
- Tuangkan air kelapa, air cucian beras, dan larutan EM4 ke dalam ember yang sudah berisi daun lamtoro
- Aduk-aduk hingga merata
- Tutup ember dengan rapat
- Buka sebentar pada hari ke-2 sampai hari ke-6 selama 1-2 menit untuk melepaskan gas-gas yang terbentuk. Dan jangan lupa tutup rapat kembali
- Pupuk organik cair daun lamtoro sudah jadi pada hari ke-7.
- Saring dan simpan. Oh, ya..kalau mau diaplikasi ke tanaman silahkan karena memang sudah jadi pupuk.
Baca juga ini :
- Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
- Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Kelapa dan Cara Applikasi
- Cara Membuat Pupuk Air Cucian Beras
Demikian sobat uraian tentang cara memanfaatkan daun lamtoro untuk pupuk organik sebagai nutrisi tanaman. Membuat pupuk daun lamtoro memang mudah, yang sulit adalah kemauan memulainya? 😅 Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kita tentang alternatif pupuk yang murah dan berkualitas serta ramah lingkungan. Sukses selalu dan salam
Thursday, January 3, 2019
Cara Membuat MOL Rebung Bambu dan Teknik Aplikasinya Untuk Tanaman
4:41 AM
Cara Membuat MOL Rebung Bambu -- Salah satu alternatif pupuk organik untuk tanaman adalah Mol rebung bambu. Sebab, rebung bambu mengandung sejumlah nutrisi, baik mineral, hormon, dan mikroorganisme lokal (MOL), yang dapat mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman.
Sungguh menarik tentunya, tetapi bagaimana membuat Mol rebung bambu? Membuat Mol rebung bambu tidak sukar. tidak mahal, dan tidak harus bergadang. Hanya dengan tekhnologi sederhana, Mol rebung bambu sudah jadi dalam waktu 15 hari. Mungkin yang sulit adalah mendapatkan rebung bambu karena tidak semua daerah tumbuh bambu.
Mengenal rebung bambu
Walau sulit mungkin untuk mendapatkan, tetapi sobat pasti sudah mengenal rebung bambu, bukan? Apalagi, teman-teman yang berdomisili di daerah pedesaan, yang namanya rebung bambu sudah tidak asing lagi. Sebab, populasi bambu banyak terdapat di tepi sungai atau sekitar hutan.
Rebung bambu ini adalah tunas yang masih muda. Ia keluar atau tumbuh dari akar bambu dan biasanya berdekatan dengan bambu yang sudah tua. Bentuknya seperti kerucut, berambut halus dan umumnya berwarna cokelat kulitnya.
Rebung bambu bisa untuk sayuran dan Mol
Karena kandungan gizinya dan rasanya yang lezat, rebung bambu bisa juga dimakan dalam bentuk olahan sayuran. Makanya, tidak mengherankan jika di pasar-pasar tradisional kadang-kadang ada yang menjual rebung bambu untuk sayuran.
Nah, manusia saja suka karena banyak nilai gizinya, apalagi tanaman. Ini sudah tentu rebung bambu cocok sekali untuk dijadikan Mol atau pupuk organik cair sebagai nutrisi tanaman. Mol yang amat bagus karena mengandung unsur hara, vitamin, hormon dan bakteri pengurai yang menguntungkan tanah dan tanaman.
Mengapa ingin tau membuat Mol rebung bambu?
Walaupun mungkin sudah pernah mendengar betapa bagus Mol rebung bambu, namun ada banyak alasan bagi teman-teman mengapa masih ingin mendalami tentang cara membuat Mol rebung bambu.
Pertama, belum mengerti sama sekali cara membuat Mol rebung bambu. Kedua, bingung dengan komposisi bahan-bahan untuk campurannya. Ketiga, sudah pernah coba membuat, tapi gagal. Bukannya bau tape, tapi bau busuk yang muncul setelah difermentasi. Keempat, sudah membuat, tapi tidak mengerti cara aplikasi untuk tanaman.
Prinsip membuat Mol rebung bambu
Baik, akan sobat temui penjelasan satu per satu dalam artikel sederhana ini. Sebenarnya, prinsip pembuatan Mol rebung bambu adalah adanya bahan organik berupa rebung bambu dan glukosa sebagai sumber energi awal mikroba, dan mikroorganisme lokal sebagai dekomposer. Jadi, ada rebung bambu, mikroorganisme lokal dan tambahan gula saja sudah bisa untuk menghasilkan Mol rebung bambu.
Mengapa dalam pembuatan Mol rebung bambu ditambah bahan-bahan lain ke dalamnya? Betul sekali, pada pelaksanaannya, banyak teman-teman yang menambahkan aneka bahan organik lain selain rebung bambu seperti air cucian beras, air kelapa, ragi, sayuran, dan sejumlah bahan lainnya.
Bahan-bahan tambahan itu tidaklah wajib, tetapi boleh-boleh saja. Sebab, semakin banyak variasi bahan organik akan meningkatkan kualitas Mol rebung bambu yang dihasilkan.
Dengan menambah beberapa bahan organik lain sebagai campurannya, maka Mol rebung akan kaya dengan unsur hara makro dan mikro, ada aneka ragam mikroorganisme pengurai, dan semakin komplek dengan vitamin dan hormon-hormon pertumbuhan seperti auksin, sitokinin, dan giberelin.
Penyebab gagal dalam membuat Mol rebung bambu
Proses fermentasi rebung bambu dikatakan berhasil jika aromanya seperti aroma tape. Kalau berbau busuk, ini berarti ada yang tidak benar dalam proses pembuatannya. Penyebab gagal disebabkan karena beberapa hal, yaitu :
- Rebung bambu dan bahan organik lainnya tidak dicuci sampai bersih sebelum membuat Mol
- Proses fermentasi terkontaminasi dengan udara luar atau wadah fermentasi tidak tertutup dengan rapat
- Gas-gas yang terbentuk di dalam wadah fermentasi tidak dapat keluar sehingga munculnya bau tidak sedap dan membuat temperatur media meningkat
Apa kandungan Nutrisi rebung bambu?
Banyak sekali petani cerdas yang memanfaatkan bahan-bahan organik di sekitar untuk pupuk tanaman. Ini tidak lain karena terdapat sejumlah nutrisi untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman
Para peneliti sudah menemukan bahwa di dalam rebung bambu terdapat kadar protein dan C-organik yang tinggi. Rebung bambu mengandung hormon giberelin. Hormon ini merupakan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman.
Selain itu, rebung bambu mengandung sejumlah vitamin seperti vitamin A, B6, E dan lainnya. Bahkan, kandungan mineral pun ada, yaitu Posfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg),sodium (Na), seng (Zn), besi (Fe), dan beberapa zat lain yang bermanfaat untuk makanan tanaman.
Yang paling menakjubkan ada mikroorganisme lokal (Mol) pada rebung bambu seperti Azotobacter dan Azospirilium yang berperan dalam mengurai dan menyuburkan tanah. Keduanya punya kemampuan mengikat N. Inilah yang membuat rebung bambu bagus sekali untuk dimanfaatkan menjadi MOL.
Mikroorganisme Lokal (Mol)
Beberapa peran mikroorganisme lokal (Mol) pada rebung bambu dapat dilihat seperti berikut ini, yaitu :
- Sebagai Dekomposer ; akan berperan dalam merombak atau mengurai bahan-bahan organik sehingga tersedianya unsur hara makro dan mikro dan bahkan memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah.
- Sebagai pestisida/Biofungisida/Agen hayati ; pengendali penyakit tanaman karena MOL akan menjadi parasit bagi jamur merugikan tanaman
- Sebagai Biofertilizer ; bisa berfungsi sebagai pupuk organik atau pupuk hayati karena mampu menyediakan hara untuk tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah dan meningkatkan produksi tanaman.
Membuat MOL rebung bambu
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, dalam membuat Mol rebung bambu memerlukan bahan-bahan campuran agar proses fermentasi berjalan lancar dan sempurna. Di dalamnya ada glukosa, karbohidrat, dan bakeri.
Ada sejumlah pilihan bahan organik dan mikroorganisme yang dapat ditambahkan agar Mol rebung bambu yang dihasilkan berkualitas dari sisi nutrisinya. Bahan-bahan organik yang bisa ditambahkan ke dalam rebung bambu seperti air kelapa, air cucian beras, kulit pisang, sisa buah-buahan, nenas, ragi tape, sayuran tauge, bonggol pisang, dan masih banyak lagi.
Baca juga ini :
Agar tidak menjadi pusing dalam memikirkan banyak bahan-bahan yang harus disiapkan, kita buat Mol rebung bambu yang sederhana saja. Sederhana, tapi sudah mewakili untuk pembuatan Mol. Memang intinya semakin banyak variasi akan semakin bagus produknya. Itu nanti bisa Anda praktikkan sendiri.
Alat-alat untuk membuat Mol rebung bambu :
- Jirigen atau toples
- Blender atau alat penghalus bahan lainnnya seperti lesung
Bahan-bahan :
- Rebung bambu 1 buah (ukuran 1 kg)
- Air cucian beras (air leri) 3 liter
- Air kelapa 3 liter (kelapa usia +/- 6 bulan)
- Molase atau gula merah/gula jawa +/- 2 ons
(Rebung sebagai sumber bakteri, air leri sumber karbohidrat, air kelapa sumber glukosa, dan gula merah juga sumber glukosa)
Langkah-langkah membuat Mol rebung bambu
- Cincang/potong-potong kecil rebung bambu sehingga berukuran 2-3 cm
- Cuci rebung bambu sampai bersih sehingga tidak ada lagi tanah atau zat pengotor lainnya yang lengket di rebung
- Giling atau haluskan rebung bambu dengan menggunakan Blender. Sobat boleh juga menghaluskan dengan cara menumbuk pakai alu di dalam lesung. Semakin halus semakin baik dan cepat proses dekomposisi oleh bakteri
- Masukkan semua rebung bambu yang sudah dihaluskan ke dalam jirigen atau toples
- Masukkan juga air kelapa dan air cucian beras ke dalam toples yang sudah berisi rebung bambu, aduk hingga bercampur merata
- Masukkan gula merah (gula merah larutkan dulu dengan air) ke dalam campuran bahan-bahan tersebut. Aduk hingga gula, air kelapa, air cucian beras dan rebung bambu bercampur merata. Gunakan pengaduk kayu.
- Tutup jirigen atau toples dengan rapat
- Buka jirigen setiap hari kira-kira 2 menit sambil diaduk-aduk dan tutup kembali. Ini bertujuan untuk membuang gas-gas yang terbentuk dan menghindari meledaknya wadah fermentasi he,,he,,😅
- Mol rebung bambu sudah jadi pada hari ke-15 yang ditandai sudah tidak lagi terbentuk gas. Mol rebung bambu beraroma tape.
Tips.Sebaiknya pasang selang aerasi yang menghubungkan wadah fermentasi dengan botol yang berisi air. Dengan cara seperti ini, Anda tidak perlu mengontrol setiap saat karena gas yang terbentuk akan keluar dengan sendirinya.
![]() |
| Instalasi sederhana membuat Mol rebung Bambu. Dokpri |
Cara aplikasi Mol rebung bambu untuk tanaman
Mol rebung bambu sangat bagus untuk mendorong pertumbuhan tanaman. Semua tanaman bisa dipupuk dengan Mol rebung bambu. Apalagi tanaman-tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, padi, dan bawang merah, aplikasi Mol atau pupuk organik cair (POC) rebung bambu akan mempercepat pertumbuhan tunas, anakan, pembentukan umbi, dan juga tinggi tanaman.
Cara aplikasi Mol rebung bambu ada dua, yaitu dengan cara pengocoran dan penyemprotan. Kedua cara ini diterapkan agar memberikan pengaruh yang cepat untuk pertumbuhan tanaman.
Pengocoran ; larutkan 1 liter Mol rebung bambu ke dalam 10 liter air. Kocorkan ke tanaman dengan dosis secukupnya (200 – 250 ml/tanaman)
Penyemprotan ; Larutkan 100 ml Mol rebung bambu ke dalam 10 liter air. Semprot tanaman hingga merata terutama di bagian bawah daun karena di bagian tersebut banyak terdapat stomata (mulut daun).
Kapan dipupuk dengan Mol rebung bambu? Pemupukan dengan Mol rebung bambu sudah dapat dilakukan sejak umur tanaman 2 minggu setelah tanam.
Pupuklah tanaman dengan pengocoran sebulan 2 kali dan diikuti dengan penyemprotan seminggu sekali. Dengan dosis Mol rebung bambu dan waktu aplikasi yang tepat akan membuat tanaman tumbuh subur dan akan memberikan hasil panen yang tinggi.
Mol rebung bambu bisa untuk pengomposan
Selain untuk memupuk tanaman, Mol rebung bambu ternyata bisa juga untuk membuat kompos (pengomposan). Jadi, Mol rebung bambu menjadi alternatif penggunaan EM4 dalam penguraian bahan-bahan organik pada pembuatan pupuk kompos.
Cara penggunaannya, larutkan 1 liter Mol rebung bambu ke dalam 5 liter air. Siramkan ke tumpukan bahan-bahan yang akan dikomposkan.
Itulah ulasan singkat tentang cara membuat Mol rebung bambu yang bisa menjadi pupuk organik cair (POC) untuk tanaman.
Dengan cerdasnya membuat Mol rebung bambu sendiri, maka akan menghemat biaya untuk kebutuhan pupuk sebagai suplemen organik tanaman. Bahkan, sobat bisa produksi Mol rebung bambu untuk komersial, tapi harus terdaftar di instansi berwenang agar ada legalitasnya.
Baca juga ini :
Tips memupuk dengan Mol
Lakukan pemupukan dengan dosis rendah, tetapi sering dipupuk, misalnya seminggu sekali atau seminggu 2 kali. Hindari sedapat mungkin penggunaan pupuk dengan dosis tinggi karena dapat terganggunya pertumbuhan tanaman.
Thursday, December 27, 2018
Cara Membuat Pupuk Air Cucian Beras Untuk Nutrisi Tanaman
8:00 AM
Membuat Pupuk Air Cucian Beras -- Pernahkah Sobat melihat ibu-ibu rumah tangga menyiram tanaman, baik tanaman hias maupun sayuran, dengan air cucian beras (air leri)? Ternyata tanaman yang disiram air cucian beras itu tumbuh subur, daun hijau, bunga dan buahnya banyak. Ini artinya air cucian beras mengandung sejumlah nutrisi dan dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.
Memang, air cucian beras bagus untuk nutrisi tanaman. Tetapi, akan menjadi lebih bagus lagi kalau air cucian beras itu diolah dulu menjadi pupuk organik cair (POC) sebelum diberikan untuk tanaman. Mengapa demikian? Karena setelah diolah, nutrisi dari air cucian beras dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman dan lebih optimal. Nah, bagaimana cara membuat pupuk air cucian beras?
![]() |
| Membuat pupuk air cucian beras. Dokpri |
Sumber air cucian beras
Sebelum beranjak membuat pupuk air cucian beras, kita coba lihat sekilas asal-muasal atau sumber air cucian beras. Rupanya, air cucian beras tidak mesti berasal dari rumah tangga yang setiap waktu memasak nasi. Namun, masih banyak sumber-sumber lain yang setiap hari menghasilkan air cucian beras.
Sumber lain air cucian beras bisa berasal dari industri seperti pabrik pengolahan tepung beras. Bahkan, rumah makan atau restoran juga setiap hari mencuci beras untuk keperluan memasak nasi. Oleh karena itu, sumber-sumber tersebut menghasilkan air cucian beras setiap hari yang terbilang sangat banyak.
Sayangnya, dari sekian banyak volume “produksi” air cucian beras dari berbagai sumber, umumnya terbuang menjadi limbah begitu saja. Air cucian beras dari rumah tangga, industri tepung atau restoran masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, air cucian beras tersebut sangat berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi pupuk cair tanaman yang murah, tapi cukup berkualitas.
Apakah air cucian beras merah bisa untuk pupuk?
Umumnya memang air cucian beras yang paling banyak diperoleh dari beras putih. Sebab, konsumsi beras putih lebih tinggi dari beras lainnya. Padahal, yang namanya air cucian beras tidak hanya dari beras putih, tetapi ada beras merah, beras hitam, beras ketan. dan jenis beras lainnya.
Jadi, air cucian beras merah, beras putih, beras hitam, beras ketan dan sejenisnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman karena sama-sama mengadung sejumlah nutrisi penting di dalamnya.
Secara umum kandungan nutrisi air cucian beras putih memang tinggi. Tapi, jangan salah, kalau dilihat dari vitamin B1 dan zat besi, kandungannya dalam air cucian beras merah lebih tinggi dari beras putih.
Apakah air cucian beras merah bisa untuk pupuk?
Umumnya memang air cucian beras yang paling banyak diperoleh dari beras putih. Sebab, konsumsi beras putih lebih tinggi dari beras lainnya. Padahal, yang namanya air cucian beras tidak hanya dari beras putih, tetapi ada beras merah, beras hitam, beras ketan. dan jenis beras lainnya.
Jadi, air cucian beras merah, beras putih, beras hitam, beras ketan dan sejenisnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman karena sama-sama mengadung sejumlah nutrisi penting di dalamnya.
Secara umum kandungan nutrisi air cucian beras putih memang tinggi. Tapi, jangan salah, kalau dilihat dari vitamin B1 dan zat besi, kandungannya dalam air cucian beras merah lebih tinggi dari beras putih.
Air cucian beras disebut juga MOL
Air cucian beras mengandung MOL (mikroorganisme lokal), yaitu jenis bakteri yang menguntungkan, bukan mikroba patogen atau parasit. Bahkan, keberadaan MOL air cucian beras pada media tumbuh tanaman dapat melindungi tanaman dari serangan penyakit.
Oh, ya..sering kita mendengar dengan istilah MOL (mikroorganisme lokal), yaitu mikroorganisme yang ada pada bahan organik tertentu seperti bonggol pisang, rebung, buah maja, air nira, air kelapa, air cucian beras, nasi, dan lain sebagainya. Karena adanya aktivitas mikroorganisme lokal sebagai dekomposer, maka bahan-bahan organik tersebut terurai dan mengandung sejumlah nutrisi.
Demikian dengan air cucian beras, air ini mengandung mikroorganisme yang bekerja mengurai bahan-bahan organik seperti karbohidrat, selulosa, dan lainnya. Hasil dekomposisinya melepaskan sejumlah hara yang bermanfaat untuk tanaman. Makanya, air cucian beras ini biasanya disebut juga dengan POC atau MOL air cucian beras karena mengandung mikroorganisme dan juga ada unsur hara di dalamnya.
Kandungan nutrisi air cucian beras
Apa saja kandungan nutrisi air cucian beras sehingga banyak orang tertarik untuk menggunakannya sebagai pupuk tanaman? Banyak sekali zat-zat yang berguna untuk tanaman. Tidak hanya unsur hara makro dan mikro, tetapi mengadung sejumlah zat lain yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman.
Kita paham bahwa ketika beras dicuci, maka air yang bewarna putih seperti susu tersebut telah mengikis sejumlah kotoran yang melekat pada butiran beras dan larut dalam air.
Zat-zat penting yang terlarut dalam air cucian beras, yaitu protein, lemak, karbohidrat, selulosa, vitamin B1, dan sejumlah mineral yang terikat bersama dengan rantai karbon atau senyawa organik.
Adapun mineral atau disebut juga dengan unsur hara yang dapat dimanfaatkan dari air cucian beras adalah nitrogen (N), phosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur (S), dan juga besi (Fe). Unsur-unsur tersebut jelas sekali makanan “spesial” tanaman.
Manfaat air cucian beras untuk tanaman
Air cucian beras adalah pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman baik tanaman hias, sayuran, maupun tanaman buah. Di bawah ini, Anda dapat melihat manfaat air cucian beras untuk tanaman, yaitu :
- Dapat merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman seperti daun, tunas dan cabang
- Dapat membantu pembentukan khlorofil dan membuat daun-daun tanaman tampak lebih hijau
- Dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman karena adanya vitamin B1
- Dapat mempercepat adaptasi pada saat tanaman baru dipindahkan atau tanaman tidak mudah stres
- Dapat meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit
- Penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal
- Dapat meningkatkan metabolisme tanaman
- Dapat merangsang pembungaan, pembentukan biji dan buah
- Meningkatkan kualitas hasil panen baik jumlah, ukuran maupun rasanya
Manfaat air cucian beras untuk media tumbuh
Selain manfaat untuk tanaman langsung, air cucian beras juga bermanfaat untuk media tumbuh atau tanah. Apa saja manfaatnya?
- Secara umum dapat memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologis media tumbuh
- Membuat struktur tanah lebih gembur karena adannya bahan-bahan organik dalam media tumbuh
- Membuat media tumbuh semakin baik dalam hal kapasitas tukar kation
- Bahan organik dalam media tumbuh akan selalu terurai dan tersedianya hara tanaman karena adanya mikroorganisme dekomposer
Cara Pemanfaatan Air cucian beras yang efektif
Bagaimana cara pemanfaatan air cucian beras agar dapat berguna untuk tanaman secara cepat dan efektif? Agar dapat berdaya guna lebih tinggi, maka sebelum digunakan untuk menyiram tanaman, air cucian beras perlu difermentasi sehingga menjadi pupuk organik cair (POC) atau MOL
Nah, untuk fermentasi atau merombak bahan-bahan organik air cucian beras, sebenarnya dapat berlangsung secara natural. Sebab, air cucian beras ada bakteri dekomposer tersendiri atau MOL.
Ketika diaplikasi untuk tanaman, bahan organik dari air cucian beras akan terdekomposisi secara pelan-pelan dalam media tumbuh serta melepaskan zat-zat anorganik seperti N, P, K dan lainnya untuk pertumbuhan tanaman.
Sayangnya, karena tidak cepat tersedia, kemungkinan tidak dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman setelah disiram pada media tanam besar sekali. Sebab, jika terjadi hujan sehingga tercuci atau kelebihan air dan keluar dari dasar pot, maka air cucian beras tidak sempat terdekomposisi dengan sempurna. Dengan demikian, berarti sedikit sekali zat hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
Sayangnya, karena tidak cepat tersedia, kemungkinan tidak dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman setelah disiram pada media tanam besar sekali. Sebab, jika terjadi hujan sehingga tercuci atau kelebihan air dan keluar dari dasar pot, maka air cucian beras tidak sempat terdekomposisi dengan sempurna. Dengan demikian, berarti sedikit sekali zat hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
Karena itu, untuk cepat tersedia hara dan cepat diserap akar tanaman, maka air cucian beras yang masih segar butuh pengolahan lagi. Caranya dengan proses dekomposisi atau proses fermentasi agar berlangsung lebih cepat dan lebih mantap. Dalam proses ini perlu dilibatkan juga bioaktivator atau dekomposer aktif yang dikenal dengan EM4.
Apa untungnya pakai pupuk air cucian beras?
Sebelum melihat proses membuat pupuk air cucian beras dengan fermentasi bantuan EM4, kita lihat dulu apa keuntungan menggunakan air cucian beras?
- Dari sisi finansial, jelas pupuk air cucian beras tidak perlu beli dan bisa hemat uang
- Bahan bakunya mudah dan cepat tersedia karena setiap hari ada masak nasi dan pasti ada cuci beras. Minimal sumbernya dari rumah sendiri
- Tidak mengandung kimia sintesis sehingga tidak beresiko untuk pengguna
- Tidak memberikan dampak negatif pada tanah, tanaman dan lingkungan
- Sangat mudah digunakan di lapangan
- Tanaman tumbuh subur dan memberikan citrarasa hasil panen yang lezat dan sehat untuk dikonsumsi serta daya simpan hasil panen bisa lebih lama
Cara Membuat Pupuk Air Cucian Beras menjadi pupuk organik cair (POC)
Gimana Sob..sudah yakin mau membuat pupuk air cucian beras? Kalau sudah, maka cara membuat pupuk organik cair itu tidak sulit. Simak dan ikuti saja langkah-langkah membuatnya berikut ini :
Alat-alat yang diperlukan untuk membuat pupuk air cucian beras :
- Toples atau Ember atau Jirigen serta penutupnya
- Corong
- Pengaduk
Bahan-bahan :
- Air cucian beras (cucian pertama)..sebanyak 1 liter
- EM4(effective Microorganism)...1 sendok makan
- Molase atau tetes tebu...1 sendok makan (alternatif molase bisa pakai gula putih atau gula jawa)
Langkah-langkah membuat POC air cucian beras :
- Isi jirigen (saya biasanya menggunakan jirigen) dengan air cucian beras
- Masukkan gula dan aduk hingga semuanya terlarut
- Masukkan EM4) ke dalam jirigen dan aduk-aduk hingga tercampur secara merata.
- Tutup jirigen dengan rapat dan simpan di tempat yang tidak terkena matahari secara langsung.
- Pada hari ke-2, buka penutup sebentar dan aduk-aduk agar gas-gas yang terbentuk dapat keluar, lalu tutup kembali. Lakukan seperti itu hingga hari ke-6
- Pupuk organik cair (POC) air cucian beras yang sudah selesai difermentasi, sudah bisa digunakan untuk memupuk tanaman. Proses fermentasi berjalan sukses ditandai dengan bau khas seperti bau tape
Baca ini :
- 4 Cara Menyemai Bibit Jahe Merah Agar Cepat Tumbuh
- Cara Membuat Mol Rebung Bambu
- Membuat Pupuk Kompos Padatan dan Cair dari Daun Lamtoro
Cara Aplikasi pupuk air cucian beras untuk tanaman
Untuk pupuk daun : Ambil 10 ml pupuk air cucian beras dan larutkan dalam 1 liter air sumur. Semprot ke seluruh bagian tanaman terutama bagian bawah daun dan cukup sekedar basah saja. Lakukan penyemprotan pupuk daun setiap seminggu dua kali
Untuk pupuk akar : Ambil 10-20 ml POC air cucian beras, larutkan dalam 5 liter air. Siram ke media tumbuh tanaman sekitar perakaran sebanyak 250 ml (secukupnya) per tanaman. Aplikasi POC air cucian beras seminggu sekali.
Tip
Agar dalam membuat pupuk air cucian beras tidak ribet, maka tidak perlu pakai banyak jirigen untuk mengisi air air cucian beras. Cukup gunakan satu jirigen dulu sampai penuh.
Misalnya, hari ini ada 1 liter air cucian beras, fermentasikan. Isi dalam jirigen A. Besok ada 1 liter, fermentasikan lagi dan isikan dalam jirigen A sampai penuh. Namun, tetap baru bisa digunakan setelah 7 hari proses fermentasinya.
Sebaiknya dalam membuat pupuk air cucian beras, hubungkan selang udara dari jirigen ke dalam botol air mineral yang berisi air. Gas-gas akan keluar sendirinya melalui selang. Ini memudahkan karena tidak perlu membuka setiap hari selama proses fermentasi. Rangkaian proses membuat Mol seperti gambar di bawah ini.
![]() |
| Rangkaian proses POC air cucian beras. Dokpri |
Subscribe to:
Posts (Atom)









