Showing posts with label budidaya. Show all posts
Showing posts with label budidaya. Show all posts

Thursday, March 7, 2019

Cara Sukses Menanam Nanas Hingga Bisa Panen Dalam 12 Bulan

7:26 AM


Cara Menanam Nanas --- Ada sebagian saudara kita yang masih bingung dengan seluk-beluk dunia menanam nanas seperti bagaimana pembibitanya, apa pupuk nanas agar produksinya tinggi, dan lainnya yang berkaitan dengan budidaya nanas. Karena itulah, artikel cara menanam nanas ini hadir untuk memandu Sobat yang tertarik dalam budidaya nanas.


Cara Sukses Menanam Nanas Hingga Bisa Panen Dalam 12 Bulan

Sebenarnya, nanas merupakan tanaman hortikultura yang sangat mudah ditanam dan umumnya cocok di semua jenis tanah. Buktinya, dengan hanya mengambil mahkota dari buah nanas yang kita beli di pasar, lalu kita tanam di perkarangan rumah, nanas pun mulai tumbuh dalam beberapa minggu setelah ditanam.

Semudah itukah menanam nanas? Untuk tumbuh dan menghasilkan buah nanas yang banyak, tidak cukup dengan meletakkan bibit nanas di media tanam.

Menanam nanas butuh lahan yang sesuai, pembibitan yang benar dan perawatan yang sungguh-sungguh agar mendapatkan produksi tinggi dan keuntungan yang besar.

Apalagi kalau menanam nanas sebagai sebuah usaha dan skala luas, maka perlu persiapan yang matang baik mental, pengetahuan budidaya, dan juga finansial/modal.

Syarat tumbuh nanas
Apakah nanas dapat ditanam dimana saja tanpa terikat dengan persayaratan tumbuh? Nanas ternyata tumbuh dengan baik pada tempat dan lahan yang sesuai dengan syaratnya. Iklim dan kesuburan lahan sangat mempengaruhi pertumbuhannya.

Kalau tidak memenuhi syaratnya, nanas bisa tumbuh tapi kerdil, buahnya kecil, mengalami klorosis, keracunan tanaman dengan unsur mikro, tidak optimal produksinya, mungkin buahnya luka bakar ketika matang, dan segudang persoalan lainnya.

Oleh karena itu, syarat atau kondisi tumbuh yang nanas kehendaki agar tumbuhnya subur dan produktif adalah sebagai berikut, yaitu :
  • Nanas adaptif atau tumbuh subur di daerah tropis
  • Ketinggian tempat 100 – 800 m dpl
  • Suhu udara berkisar 210C – 320C
  • Curah hujan yang cukup
  • Kelembaban udara 70 – 80%
  • Sinar matahari yang cukup (70%)
  • Tanah yang gembur dan kaya bahan organik
  • Tanah yang cocok lempung berpasir
  • Drainase baik
  • Kandungan kapur rendah
  • Keasaman tanah (pH) berkisar 4,5 – 6,5


Tapi, jangan khawatir kalau lahan Sobat tidak 100% memenuhi syarat seperti di atas. Beberapa hal persyaratan ‘kan dapat diperbaiki seperti kesuburan tanah, drainase, pH, dan lainnya. Intinya memang nanas akan tumbuh produktif kalau terpenuhinya syarat-syarat tumbuhnya.

Bibit tanaman nanas dari mana?
Bibit tanaman nanas diperoleh dengan 2 cara, yaitu generatif dan vegetatif. Namun, agar lebih mudah dalam pembibitan, artikel ini akan mengupas tentang pembibitan melalui vegetatif.

Perbanyakan atau untuk mendapatkan bibit nanas untuk ditanam melalui vegetatif dapat diperoleh melalui tunas anakan, tunas batang, tunas dasar buah, tunas mahkota, mahkota, dan juga stek batang.

Nah, kalau memang jumlah bibit nanas yang diperlukan tidak terlalu banyak, maka bibit dari tunas anakan dan tunas batang lebih cocok untuk pembibitan. Tapi, kalau mau ditanam hanya untuk hiasan saja, 1 atau 2 batang,  dalam pot di rumah, mahkota nanas boleh juga untuk bibitnya 😅


Cara Sukses Menanam Nanas Hingga Bisa Panen Dalam 12 Bulan

Oh iya..berdasarkan pengalaman petani yang menanam nanas, bibit yang berasal dari tunas anakan lebih cepat berbuah. Perkiraan masa panen dari bibit tunas anakan paling cepat sekitar 12 bulan. Sedangkan bibit dari tunas batang dan mahkota, umur untuk panen bisa mencapai 18-24 bulan

Tapi perlu diingat, untuk mendapatkan bibit yang berasal tunas anakan atau tunas batang, maka perhatikan induknya. Tanaman induk nanas harus yang sehat dan subur pertumbuhannya. Selain itu, tanaman induknya harus dalam kondisi berbuah atau sudah dipanen buahnya.

Cara mengambil tunas anakan atau tunas batang, bagaimana? Pertama sekali perhatikan tunas yang sehat dengan ukuran 30-35 cm. Kemudian, potong tunas anakan dengan alat potong yang tajam pada pangkalnya.

Cara semai tunas nanas
Bagaimana cara semainya? Persiapkan dulu media semai bibit nanas. Media semainya bisa polybag atau kotak kayu yang memuat banyak bibit nanas. Isikan media semai dengan campuran tanah dan kompos (2:1). Lalu semai bibit dari tunas tersebut ke dalam media semai.

Tempatkan bibit nanas yang telah disemai pada tempat yang teduh. Jaga kelembaban media semai jangan sampai kering. Setelah bibit nanas mulai tumbuh, ini berarti bibit nanas sudah bisa dipindahkan ke lahan tanam yang sudah dipersiapkan.

Penyiapan lahan tanam nanas
Lahan yang akan digunakan untuk menanam nanas harus bersih dari segala tumbuhan dan benda yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Batu-batuan, gulma, akar-akar kayu, pepohonan yang tumbang, dan sebagainya harus disingkirkan.

Lalu, gemburkan tanah dan buat bedengan. Bedengan dibuat dengan lebar 1,2 meter dan jarak antar bedengan 60 cm. Setelah membuat bedengan, buat lubang tanam dengan jarak 50 cm x 60 cm (dalam barisan  x antar barisan).  Siapkan juga lubang tanam dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm (panjang x lebar x kedalaman).

Agar lahan penanaman nanas subur, maka berikan pupuk dasar sebelum tanah. Caranya dengan menempatkan pupuk kandang dalam lubang tanam dengan dosis 1-2 Kg per lubang tanam. Aduk merata pupuk dengan tanah pada lubang tanam. Biarkan lahan yang sudah dipupuk selama 1 minggu sebelum tanam.

Menanam nanas
Kalau sudah siap lahan tanam dan bibit di persemaian sudah tumbuh, ini berarti waktunya untuk menanam buah nanas. Bibit yang sudah tumbuh pada media semai sudah dapat dipindahkan ke lahan tanam.

Buka polybag dengan pelan-pelan agar tidak lepas tanah dengan akarnya. Atau jika bibit di media semai bedengan atau kotak kayu, cungkil dengan menyertakan tanah pada akarnya. 

Penanaman bibit nanas dengan cara memasukkan bibit ke dalam lubang tanam sedalam 5-10 cm. Setiap lubang tanam ditanam satu bibit nanas. Timbun dan padatkan tanah disekitar lubang tanam agar bibit tidak goyah.

Agar pertumbuhan bibit nanas bagus, pastikan menanam nanas pada musim hujan. Sebab, bibit nanas yang baru ditanam sangat membutuhkan ketersediaan air.

Walaupun demikian, menanam nanas bisa juga pada waktu kemarau, tapi harus dapat dipastikan bibit nanas tetap mendapakan suplai air yang cukup, penyiraman rutin misalnya.

Merawat tanaman nanas
Memberikan perhatian penuh dengan merawat tanaman nanas secara rutin akan membawa hasil yang bagus. Dengan perawatan, nanas akan tumbuh subur dan berbuah tepat pada waktunya. Hama dan penyakit pun tak berani medekatinya.

Oleh karena itu, penyiangan atau membersihkan lahan dari gulma merupakan tindakan tepat agar nutrisi nanas dapat diserap optimal untuk tanaman nanas dan tidak ada tempat untuk organisme pengganggu tanaman (OPT) berkembang.

Menjaga kelembaban media tumbuh nanas tidak boleh luput karena ini bagian penting dalam merawat nanas. Jika kondisi hujan, tidak butuh penyiraman. Namun, kalau musim kemarau, penyiraman secara rutin perlu dilakukan terutama pada awal-awal pertumbuhan seminggu sekali dan 2 minggu sekali kalau sudah dewasa.

Bahkan, pengairan ketika usia dewasa atau sudah memiliki daun 20-30 helai perlu sekali karena akan berdampak pada pembungaan dan munculnya buah nanas. Biasanya, pada tahap ini secara rutin dilakukan pengairan 2 minggu sekali untuk membantu proses pembungaan.


Hal lain dalam perawatan tanaman nanas yang harus dilakukan adalah pembumbunan. Kita tau tanaman nanas memiliki akar yang dangkal dan kadang menyebul ke permukaan tanah. Karenanya, lakukan penimbunan tanah ke sekitar pangkalnya.


Cara Sukses Menanam Nanas Hingga Bisa Panen Dalam 12 Bulan

Pemupukan susulan tanaman nanas
Agar pertumbuhan dan produksi optimal, maka suplai hara baik makro maupun mikro melalui pemupukan yang tepat perlu dilakukan secara periodik dan tepat waktu.

Pemupukan tidak hanya sebelum tanam (pemupukan dasar), namun pupuk harus dilanjutkan dan tetap tersedia ketika setelah tanam yang dikenal dengan pupuk susulan. Pupuknya boleh majemuk seperti NPK dan bisa juga tunggal seperti urea, SP-36, dan KCl.

Untuk pupuk dasar sudah diulas di atas, yaitu pupuk kandang sebanyak 1-2 Kg/tanaman. Kalau demikian, untuk pupuk susulan tanaman nanas diberikan sebanyak 3 kali saja. Berikut ini jenis, dosis, dan cara pemupukan tanaman nanas.

Pupuk susulan I ; Pupuk susulan I diberikan pada usia 3 bulan setelah tanam. Pupuk yang diberikan adalah pupuk yang mengandung N, P, dan K. Dosis pupuk yang diberikan adalah urea sebanyak 5 gram/tanaman, 2 gram SP-36/tanaman, dan 3 gram KCL/tanaman.

Pupuk susulan II ; Pupuk susulan II diberikan pada usia 6 bulan setelah tanam. Dosisnya sama dengan pupuk susulan I.

Pupuk susulan III ; Pupuk susulan III diberikan pada usia 10 bulan setelah tanam. Pupuk yang diberikan adalah pupuk yang mengandung N, P, dan K. Dosis pupuk yang diaplikasikan adalah urea sebanyak 5 gram/tanaman, 2,5 gram SP-36/tanaman, dan 7,5 gram KCL/tanaman.

Pupuk susulan tersebut diberikan dengan cara dibenamkan di sekeliling tanaman. Jarak pupuk yang diberikan dengan tanaman sekitar 10-15 cm dengan kedalaman 5-10 cm
Beberapa organisme pengganggu nanas
Yang namanya organisme pengganggu tanaman (OPT) tetap ada pada tanaman termasuk pada tanaman nanas. 

Beberapa OPT nanas seperti hama kumbang, penggerek buah, kutu putih, kutu sisik, nematoda, thrips dan sejumlah lainnya kerap hadir mengganggu tanaman nanas. Demikian juga dengan penyakit seperti busuk akar dan busuk pangkal bisa saja menyerang tanaman nanas.

Untuk meminimalisir datangnya hama dan penyakit tanaman nanas, maka penting sekali menjaga kebersihan lahan dari segala macam semak belukar di sekitarnya. Namun, kalau pun ada yang mengganggu tanaman, cukup dikendalikan dengan cara hayati, mekanis dan penggunaan pestisida organik.

Panen Nanas
Kalau perawatan nanas dilakukan dengan baik dan benar, maka panen nanas sudah dapat dimulai sejak berumur 12 bulan (tergantung varietas dan cara pembibitan).

Buah nanas sudah dapat dipanen ketika aromanya sudah mulai muncul dan tangkai buahnya tampak berkeriput.  Jika tanda seperti itu sudah ada, segera panen dengan memotong tangkai buah nanas.

Wednesday, February 27, 2019

Cara Sukses Cangkok Jeruk Nipis, 3 Minggu Tumbuh Akar

9:08 AM

Cangkok Jeruk Nipis --- Cara cangkok jeruk nipis ini menjadi panduan bagi Sobat yang ingin memulai mencangkok jeruk nipis. Bahkan, bagi yang kerap menemui jalan buntu alias selalu gagal dalam mencangkok, artikel ini akan menjadi solusi dalam perbanyakan tanaman jeruk nipis melalui cangkok.


Cara Sukses Cangkok Jeruk Nipis, 3 Minggu Tumbuh Akar

Cangkok jeruk nipis ; bibit terbatas, cepat berbuah
Berbeda sekali dengan jeruk nipis yang ditanam dari biji, Jeruk nipis yang diperbanyak melalui cangkok sudah tentu cepat berbuah. Hanya dalam tempo 6 bulan kalau pertumbuhan subur, jeruk nipis sudah mulai belajar berbunga. Dan dalam waktu 1 tahun, jeruk nipis hasil cangkok sudah bisa dipanen.

Kalau cepat berbuah, ngapain harus dari biji? Tunggu dulu! Perbanyakan jeruk nipis melalui cangkok jumlahnya terbatas. Mungkin akan gundul batang induknya untuk mendapatkan puluhan bibit jeruk nipis dengan mencangkok he..he,,.😅

Kalau kebutuhan bibit jeruk nipis untuk sekadar ditanam dalam pot (tabulampot) atau jumlah yang dibutuhkan tak terlalu banyak, ya ok oksaja, silahkan dicangkok.

Kekurangan bibit jeruk nipis asal biji
Kalau dari biji, bibitnya bisa didapatkan ribuan atau sebanyak-banyaknya. Tapi, kekurangan itu dia..relatif lama berbuah dan tidak semua sifat induknya mengalir ke generasi barunya.

Artinya, jangan berharap bibit jeruk nipis yang berasal dari biji akan semua sama persis seperti sifat-sifat dari induknya seperti ukuran, rasa, bentuk, dan lainnya. Ya, paling-paling anaknya (bibit) dapat “warisan” kekayaan sifat induknya 50 persen saja. Yah, lumayan dari pada tidak dapat apa-apa he..he,,😅

Alternatif perbanyakan bibit jeruk nipis
Ada alternatif lain untuk mendapat bibit jeruk nipis dalam jumlah banyak selain perbanyakan bibit melalui biji. Bibit jeruk nipis masih bisa diperoleh dalam jumlah besar melalui stek dan sambung pucuk (top grafting). Untuk ini, akan kita ulas dalam kesempatan lain.

Akan tetapi, kalau emang udah serius ingin mendapatkan bibit jeruk nipis melalui cangkok (perbanyakan vegetatif), baca dulu kelebihan dan kekurangannya seperti di bawah ini.

Kelebihan perbanyakan jeruk nipis melalui cangkok
  • Semua sifat-sifat yang dimiliki induk jeruk nipis diwariskan ke bibit barunya
  • Bisa langsung dipindahkan ke media tanam tanpa harus menunggu lama
  • Dahan untuk dicangkok bisa yang ukuran relatif besar dan panjang
  • Waktu  mulai berbunga dan berbuah cepat 3-6 bulan (kalau perawatan bagus)


Kekurangan perbanyakan jeruk nipis melalui cangkok
  • Akar secara umum tidak kuat/kokoh karena hanya akar serabut
  • Untuk mendapatkan bibit, butuh bagian tanaman induk yang banyak
  • Kalau tidak pintar, butuh ongkos untuk perbanyakannya (biaya pengadaan)
  • Tidak cocok ditanam pada tanah yang air tanahnya dalam

Agar cangkok jeruk nipis sukses, 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar cangkok jeruk nipis bisa sukses. Kalau tepat perlakuannya, maka 3 minggu merupakan waktu yang paling cepat tumbuh akarnya.


Cara Sukses Cangkok Jeruk Nipis, 3 Minggu Tumbuh Akar
Langkah ke-1. Gambar Keratan Dahan
 Cangkok Jeruk Nipis. Dokpri

Sebab, jika hal-hal penting dalam mencangkok diabaikan, kegagalan akan menemui Sobat. Dan ini sungguh sakit. Waktunya yang terbuang percuma saja. Berminggu-minggu setelah dicangkok, lalu ditunggu dan saban hari dimonitor, namun pada akhirnya akar jeruk nipis yang dicangkok tak nongol-nongol.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan agar pertumbuhan akar cangkok jeruk nipis cepat

1 Media tumbuh akar cangkok
Supaya cepat tumbuh akar jeruk nipis yang dicangkok, atau dalam 3 minggu bisa tumbuh akarnya, maka media tumbuh haruslah yang subur. Artinya, tanah yang digunakan untuk membalut sayatan cangkok mesti ada bahan organik dan unsur hara esensial.

Media tumbuh harus dapat dipastikan berada dalam kondisi tidak terlalu asam dan juga tidak basa. Derajat keasaman (pH) media tumbuh untuk cangkok jeruk nipis berkisar 5,5 sampai 6,5.

Cara Sukses Cangkok Jeruk Nipis, 3 Minggu Tumbuh Akar
Langkah ke-2. Menempel Media Tumbuh Akar
Pada Cangkok Jeruk Nipis. Dokpri

Kalau demikian, maka komposisi media tumbuh yang baik terdiri dari tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1 atau 1:1. Kalau tidak ada kompos, boleh juga pakai pupuk kandang. Namun, hati-hati menggunakan pupuk kandang sebagai media tumbuh, carilah pupuk kandang yang sudah benar-benar matang.

2. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
Selain media tumbuh akar/tanah pembungkus cangkokan, perlu juga penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) supaya pertumbuhan akar cangkok jeruk nipis cepat. Sebab, dengan adanya ZPT akan mer4_ng_s4ng pertumbuhan sel khususnya akar sekaligus menjadi sebagai antijamur.

Oleh karena itu, gunakan ZPT atau hormon pertumbuhan yang bagus. Banyak sekali ZPT yang beredar di pasar, silahkan beli yang legal dan berkualitas.

Sebagai contoh ZPT untuk cangkok, yaitu root up, rootone F, nature stek, dan masih buanyak lagi. Atau sekurang-kurangnya bisa pakai ZPT alami seperti bawang merah.

3. Alat keratan yang tajam
Penggunaan alat keratan seperti pi-s4-u atau sejenisnya yang tidak tajam atau tumpul sering sekali menjadi penyebab gagal cangkok jeruk nipis. Oleh karena itu, sangat tidak dianjurkan menggunakan alat untuk menyayat kulit dahan jeruk nipis yang berkarat ðŸ˜…, gunakan yang tajam.

4 Hindari dari terik matahari
Kalau mencangkok jeruk nipis, carilah dahan yang pangkalnya tidak terlalu terkena sengatan sinar matahari. Usahakan agak terlindung dari panas atau terhalangi dengan daun-daunnya. Sebab, jika terlalu panas, penguapan tinggi dan menyebabkan media tumbuh akar cangkok cepat kering

Cara Sukses Cangkok Jeruk Nipis, 3 Minggu Tumbuh Akar
Langkah ke-3. Membungkus Dengan Media Tumbuh
Pada Cangkok Jeruk Nipis. Dokpri

5. Penyiraman yang teratur
Sebagaimana mengurus bibit atau tanaman yang sudah tumbuh, maka setelah mencangkok jeruk nipis, jangan lupa untuk disiram atau dijaga kelembaban media tumbuh akar.

Bagaimana cara menyiram cangkokan jeruk nipis, bukankah dibalut dengan plastik? Gampang sekali. Caranya dengan menggunakan alat injeksi atau alat suntik. Injek air secukupnya ke dalam media tumbuh akar yang dibalut plastik setiap 3 hari sekali atau tergantung cuaca.

CARA CANGKOK JERUK NIPIS
Setelah paham betul dengan seluk-beluk cangkok atau perbanyakan jeruk nipis dengan cara vegetatif, kini tiba saatnya untuk masuk ke tekniknya, Bagaimana langkah-langkah cangkok jeruk nipis? Secara Singkat dapat dlihat pada Gambar ke-1, ke-2 dan ke-3 di atas. 

Berikut ini dapat Sobat simak dan catat jika perlu langkah cangkok jeruk nipis.

Cara Sukses Cangkok Jeruk Nipis, 3 Minggu Tumbuh Akar
Gambar Mencankok Jeruk Nipis sudah mulai 
tumbuh akar, usia 3 minggu. Dokpri

Alat-alat dalam mencangkok:
  • Pis_4_u
  • Gunting
  • Tali Rafia
  • Plastik transparan



Bahan-bahan :
  • Media tumbuh akar (campuran tanah dan kompos) dan dibasahi dengan sedikit air agar mudah lengket saat ditempel pada luka keratan cangkok.
  • Dahan/cabang jeruk nipis harus yang memenuhi syarat seperti indukannya sehat, bebas penyakit, produktivitas tinggi dan berkualitas.


Langkah-langkah cangkok jeruk nipis :

  • Amati atau lihat-lihat dulu dahan/cabang yang akan dicangkok, yaitu sehat dan minimal diameter 1 cm
  • Kalau sudah dapat, kerat kulit dahan jeruk nipis dengan pis_4_u secara melingkar. Jarak antara titik keratan bawah dengan keratan atas sekitar 5-7 cm. Jarak batas keratan bawah dengan pangkal dahan 5-10 cm.
  • Kelupas kulit dahan jeruk nipis yang sudah dikerat
  • Bersihkan kambium dan getah sampai benar-benar bersih
  • Kalau tidak buru-buru, biarkan saja terbuka cabang jeruk nipis yang sudah dikelupas kulitnya itu selama 3-7 hari agar terbentuk fotosintat.
  • Oleskan ZPT pada kulit dahan bagian atas yang dikerat dengan menggunakan kuas atau jari.
  • Kemudian tempelkan bekas luka dengan menggunakan media tumbuh (tanah + pupuk kompos) dengan ketebalan minimal 3 cm. Pastikan sampai menutup kulit bagian atasnya minimal 1 cm karena ini tempat tumbuh akarnya (LIHAT GAMBAR ke-2 di atas)
  • Bungkus/tutup dengan plastik yang telah diberikan lubang-lubang kecil. Lubang kecil ini berfungsi untuk sirkulasi udara dan penyiraman (LIHAT GAMBAR ke-3 di atas)
  • Ikat dengan kuat penutup plastik tersebut dengan menggunakan tali rafia
  • Tunggu selama 2-4 minggu, akarnya keluar. Monitor akarnya karena memang jika sudah keluar akar akan tampak pada penutup plastik. Dalam masa tersebut, siram secara rutin agar media tumbuh tetap lembab. Agar mudah menyiramnya, injeksi saja dengan alat suntik/injektor (biasa dipakai pada medis).
  • Jika akar sudah banyak keluar, potong hasil cangkok jeruk nipis itu. Caranya, potong tepat di bawah cangkokan dengan menggunakan gergaji.
  • Bibit jeruk nipis hasil cangkokan itu dikurangi daun-daun dan dipindahkan ke dalam polybag yang sudah diisi media tanam. Media tanam haruslah campuran tanah + pupuk organik + arang sekam dengan perbandingannya 1:1:1
  • Tempatkan bibit jeruk nipis hasil cangkok pada tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung selama 2-4 minggu. Setelah melewati masa tersebut, bibit jeruk nipis yang diperbanyak secara cangkok itu siap dipindahkan ke lahan penanaman atau pot.

Baca juga ini


Ya, seperti itulah cara cangkok jeruk nipis. Kelihatannya sangat mudah untuk dilakukan. Namun, lakukan pencangkokan dengan sabar, pelan-pelan dan teliti agar sukses. Dan jangan lupa, siapkan semua peralatan dan bahan sebelum mulai mencangkok jeruk nipis. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Saturday, February 23, 2019

Cara Perlakuan Benih Sebelum Disemai Beserta Contohnya

8:41 AM
Perlakuan Benih --- Sangat disayangkan ketika benih tidak tumbuh ataupun lama berkecambah karena kurang tepat dalam menangani benih sebelum menyemainya. Atau sudah mulai tumbuh, lalu diserang penyakit. Karena itu, artikel ini akan memberi solusi bagi Sobat dalam mempercepat berkecambahnya benih. Yuk, kita simak bagaimana cara perlakuan benih sebelum semai?

Cara Perlakuan Benih Sebelum Disemai Beserta Contohnya

Perlakuan benih penting
Sering sekali ketika membaca artikel tentang budidaya disarankan untuk perlakuan benih sebelum semai. Sebab, dalam budidaya tanaman yang baik dan benar, perlakuan benih menjadi tahapan sangat penting.

Maka dari itu, kita mengenal ada perlakuan benih cabai, ada perlakuan benih kangkung, perlakuan benih padi, dan lainnya. Bahkan, rimpang jahe yang akan disemai pun perlu perlakuan khusus agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat.  Kalau demikian, untuk apa sebenarnya perlakuan benih?

Tujuan perlakuan benih
Ini barangkali beberapa  tujuan dari perlakuan benih, yaitu :
  • Menyeleksi benih yang bernas
  • Mematahkan masa dormansi (kondisi hidup, tapi tidak aktif)
  • Mempercepat berkecambah
  • Mencegah benih dari serangan hama
  • Agar lebih tahan terhadap serangan penyakit
  • Benih tumbuh maksimal sampai 100% atau sesuai dengan daya tumbuhnya

Nah, itulah tujuan dari perlakuan atau treatment benih. Alangkah kecewanya jika sudah memilih benih unggul dan berkualitas, namun perkecambahannya terganggu. Yang paling sakit adalah tidak tumbuh sama sekali benih yang disemai. Rupanya, benih habis dilahap semut. Pantasan tidak satu pun tumbuh he..he..😅

Tips memilih benih
Benih merupakan biji/bagian tanaman yang sudah melewati proses seleksi yang ketat sehingga harapannya memiliki daya tumbuh yang tinggi. 

Sebelum kita melihat cara perlakuan benih, sedikit saya ingin memberikan tips dalam memilih benih yang baik.
  • Pilihlah benih yang sehat/bebas dari penyakit yang ditandai dari warna yang cerah
  • Tidak ada kotoran yang melekat
  • Benih harus murni (tidak tercampur dengan benih atau benda lain)
  • Berasal dari induk yang sehat dan cukup umurnya
  • Benih bernas. Ini dapat ditandai jika dicelupkan dalam air, maka benih tidak mengambang
  • Ukurannya seragam
  • Kalau benih berasal dari pembelian, bacalah label kemasannya terutama ada izin produksi, expired date/masa kadaluarsa, dan daya tumbuh.

Zat pengatur tumbuh (ZPT)
Secuil lagi, sebelum ke perlakuan benih, yang perlu dipahami, yaitu zat pengatur tumbuh (ZPT) dan fungisida. Dalam dunia budidaya tanaman, kata ZPT sangat familiar khususnya ZPT yang digunakan untuk perlakuan benih.

ZPT merupakan hormon untuk mengatur pertumbuhan tanaman seperti hormon giberelin, sitokinin, aksin, dan lainnya. Ilmuan bilang kalau tidak ada ZPT maka tidak ada pertumbuhan. Benar juga, ya. 

ZPT akan mempengaruhi atau meng-optimalkan pertumbuhan tanaman, mempercepat perkecambahan benih,  dan kemampuan adaptif dan kompetitif tanaman dengan gulma.

Ada 2 macam ZPT, yaitu sintesis dan alami. Untuk ZPT sintesis sangat mudah diperoleh karena sudah banyak diproduksi dan dipasarkan seperti Atonik, Hormonik, dan sejumlah merek lainnya. Untuk ZPT alami seperti penggunaan air kelapa, bawang merah, dan teman-temannya 😅

Oh, iya..dalam perlakuan benih dikenal juga dengan fungisida (antijamur) atau bakterisida (antibakteri).  Bahkan, dalam ZPT merek tertentu mengandung fungisida dan juga insektisida untuk anti serangga.

Kalau memang mau beli fungisida, di toko pertanian cukup banyak, misalnya Previcur N, Dithane, Acrobat, dan lainnya.

Namun, kita tidak usah bingung dengan fungisida kalau sulit dijangkau. Sebab, di dapur ada garam. Garam bisa juga digunakan sebagai antibakteri/jamur yang dikenal dengan antiseptik.

Tidak hanya fungisida kimia sintesis, fungisida organik pun dapat digunakan dalam perlakuan benih. Intinya, dengan fungisida akan membuat benih tahan terhadap serangan jamur atau bakteri.

Cara Perlakuan Benih
Dalam artikel ini kita ambil contoh perlakuan benih Terung. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut ini.

Contoh perlakuan benih (1)

Alat-alat :
  • Baskom/ember
  • Saringan

Bahan-bahan :
  • Atonik (ZPT)
  • Benih terung
  • Previcur N(Fungisida)

Langkah-langkah perlakuan benih
  1. Isi baskom dengan air sebanyak 1 liter
  2. Tuangkan 1 ml Atonik ke dalam air (langkah No.1), dan aduk sampai merata
  3. Tuangkan 1 ml Previcur N ke dalam campuran langkah No.2, dan aduk sampai merata
  4. Masukkan benih ke dalam air yang sudah dilarutkan Atonik dan Previcur
  5. Biarkan benih terendam selama 30 – 60 menit
  6. Pisahkan benih yang mengambang dan mengapung (dibuang saja )
  7. Ambil benih yang tenggelam dengan menggunakan saring
  8. Tiriskan dan angin-anginkan sebentar
  9. Benih siap untuk disemai

Contoh perlakuan benih (2)
Kalau males beli zpt dan fungisida pabrikan atau mungkin hanya untuk perlakuan benih dalam jumlah sedikit, contoh 2 ini bisa dicoba

Alat-alat :
  • Baskom/ember
  • Saringan

Bahan-bahan :
  • Air kelapa muda (ZPT alami)
  • Benih terung
  • Garam dapur(Antiseptik/Antibakteri)

Langkah-langkah perlakuan benih
  1. Isi baskom dengan air kelapa muda sebanyak ½ liter
  2. Tambahkan air ½ liter ke dalam baskom (Langkah No.1) sehingga larutannya menjadi 1 liter.
  3. Larutkan 1 sendok makan garam ke dalam larutan pada langkah No.2, aduk hingga larut dan tercampur merata
  4. Masukkan benih ke dalam larutan air kelapa muda dan garam pada langkah No.3
  5. Biarkan benih terendam selama 1 – 3 jam
  6. Pisahkan benih yang mengambang dan mengapung (dibuang saja 😅)
  7. Ambil benih yang tenggelam dengan menggunakan saring
  8. Tiriskan dan angin-anginkan sebentar
  9. Benih siap untuk disemai
Boleh juga merendam benih dengan air garam dulu selama 15-20 menit. Kemudian, benih direndam lagi dalam air kelapa selama 1-3 jam.


Baca juga ini :


Bagaimana, udah dapatkan cara perlakuan benih sebelum menyemainya? Nah, kalau udah dapat, mulai sekarang, usahakan setiap ingin menyemai benih dibuat perlakuan terlebih dahulu agar pertumbuhan benih cepat, sehat dan maksimal.

Friday, February 22, 2019

Bagaimana Cara Budidaya Kangkung Darat yang Sebenarnya?

8:31 AM

Kangkung darat dapat ditanam di sawah, kebun dan juga di perkarangan sempit. Bahkan, kangkung darat dapat juga ditanam dalam pot. Memang benar dan tidak keliru, kangkung dapat ditanam di mana saja. Tapi, yang menjadi persoalan adalah bagaimana cara budidaya kangkung darat yang benar?

Sebab, maunya kita bukan sekadar tanam dan tanam saja. namun bagaimana menanam kangkung dan kemudian membuahkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, dalam budidaya kangkung darat perlu memiliki pengetahuan, bukan ikut-ikutan, mulai dari pembibitan sampai dengan panen.

Misalnya, bagaimana memilih benih yang berkualitas, bagaimana menyiapkan lahan, bagaimana menanam dan merawatnya, dan sejumlah hal penting lainnya.

Pengalaman pribadi dan juga teman-teman yang sudah pernah melakukan budidaya kangkung, setiap tahap-tahap mesti mendapatkan perhatian serius agar hasil panen dapat maksimal, khususnya pada usia 2 minggu pertama. Kalau lalai sekejap saja, karena umur kangkung pendek, pertumbuhan daunnya bisa mengecewakan.

Penyiapan lahan
Karena akan menanam kangkung darat, maka sudah tentu lahan yang digunakan adalah lahan tegalan atau lahan kering baik sawah tadah hujan atau pun kebun.

Sebelum menanam kangkung darat, lahan tersebut perlu diolah terlebih dulu dengan cara dibajak dengan kedalaman 20-30 cm. Setelah itu, disiapkan juga bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang bedengan disesuaikan dengan lahan dan kemudahan dalam perawatan nantinya. Tinggi bedengan 25-30 cm dan jarak antar bedengan 50-60 cm.


Bagaimana Cara Budidaya Kangkung Darat yang Sebenarnya?

Bedengan untuk menanam kangkung darat perlu diberikan pupuk organik berupa pupuk kandang untuk membangunkan kesuburan tanah. Jika menggunakan kotoran ayam sebaiknya difermentasi dulu. Kebutuhan pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/hektar.

Untuk pupuk anorganik seperti NPK, apakah perlu diberikan pada saat penyiapan lahan? Seandainya lahan cukup subur untuk menanam kangkung darat, tidak perlu memberikan pupuk anorganik/kimia sebelum tanam. Akan tetapi, jika kondisi lahan sebaliknya, menambah pupuk anorganik pada saat penyiapan lahan diperlukan.

Jika lahan tersebut masam atau pH di bawah 5,5, maka perlu pengapuran dengan kaptan (dolomit). Kalau memang lahan tersebut ok dengan pH-nya 5,5 - 6,5, ini tidak perlu pengapuran.

Benih kangkung darat
Untuk mendapatkan hasil yang tinggi, benih kangkung darat mesti benih yang berkualitas. Benih bisa dibeli di toko pertanian. Perhatikan label pada kemasan benih yang meliputi tanggal kadaluarsa, daya tumbuh, dan izin produksi. Keterangan pada label tersebut penting agar benih yang akan ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Ada berbagai varietas kangkung darat yang sudah beredar seperti varietas BISI, Shanghai, Bangkok, Hapsari, dan lain-lain. Pilihlah varietas yang produktivitasnya tinggi dan sebaiknya ikuti anjuran dari PPL di tempat masing-masing. Boleh juga menggunakan benih varietas lokal kalau tersedia.

Perlakuan benih
Benih kangkung darat yang akan ditanam perlu mendapatkan perlakuan agar cepat berkecambah dan tumbuh banyak. Caranya, benih direndam dulu dalam air hangat selama 1-3 jam. Kemudian, pisahkan benih yang mengambang dan ambil benih yang tenggelam untuk ditanam.

Bagaimana menanam kangkung darat?
Kangkung darat dapat ditanam melalui penyemaian, tebar, tugal, dan juga bisa dengan garitan. Semua cara atau sistim tersebut bisa dilakukan. Namun, yang lebih ekonomis dan praktis adalah cara garitan atau baris.

Menanam kangkung darat dengan sistem garitan sangat mudah. Caranya adalah dengan menggarit/menggores tanah searah lebar bedengan sehingga membentuk baris-baris.  Kedalaman garitan 1-2 cm. Jarak antar garitan dibuat 5 cm.


Bagaimana Cara Budidaya Kangkung Darat yang Sebenarnya?
Ilustrasi garitan pada bedengan kangkung darat. Dokpri

Lubang garitan yang sudah terbentuk ini dimasukkan benih kangkung satu persatu dengan jarak antar benih sekitar 3-5 cm. Selanjutnya, tutup garitan yang sudah dimasukkan benih kangkung darat dan jangan lupa disiram.

Pilihan lain untuk menanam kangkung darat  bisa dengan dibuat lubang tanam atau ditugal. Jarak lubang tanam dibuat 20 cm x 20 cm. Setiap lubang tanam dimasukkan 2-5 biji kangkung.

Merawat kangkung darat
Perawatan atau pemeliharaan kangkung darat merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Penyiraman mesti secara rutin setiap hari atau disesuaikan dengan cuaca. Siram secukupnya akar kelembaban media tumbuh tetap terjaga.

Kebersihan lahan merupakan faktor yang menentukan pertumbuhan dan produksi kangkung. Oleh karena itu, penyiangan dari gulma atau rumput-rumput mesti dilakukan terutama pada awal-awal pertumbuhan.

Kangkung merupakan tanaman yang sangat sensitif terhadap nitrogen (N). Nah, pada usia 7-10 hari setelah tanam, berikan pupuk yang mengandung N, bisa urea saja atau boleh juga dengan NPK.

Aplikasikan pupuk pada sore hari dengan cara dikocor. Larutkan 50 gram NPK dalam 10 liter air, siram ke tanaman kangkung untuk luas 2-3 m2. Atau jika hanya memakai pupuk urea, larutkan 20 gram urea ke dalam 10 liter air, siram ke tanaman kangkung untuk luas 2-3 m2.

Pilih salah satu jenis pupuk apakah NPK atau urea yang terjangkau, tapi memberikan hasil yang bagus. Kalau NPK memang sudah lengkap dengan unsur-unsur P dan K yang mendukung pertumbuhan dan kualitas hasil kangkung.  Ulangi pengocoran pupuk pada usia 20 hari.

Sebaiknya, jika sudah menyiram dengan pupuk pada sore hari, maka pada esok pagi disiram/dibilas dengan air biasa sekadar membasahi daun-daun kangkung saja. 

Pembilasan pada pagi hari bertujuan agar tidak ada sisa-sisa pupuk yang ada pada daun kangkung. Sebab, jika ada butiran pupuk pada daun, dikhawatirkan akan membakar daun kangkung ketika terkena sinar matahari.

Mengendalikan organisme pengganggu kangkung darat
Organisme pengganggu tanaman (OPT)kangkung darat memang ada mulai dari ulat, belalang, dan lain-lain. Kehadiran makhluk tersebut menjadi tugas kita untuk mengendalikan, bukan membasmi sampai punah.

Untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman sangat disarankan untuk tidak menggunakan pestisida yang mengandung zat-zat kimia berb4h4ya. Kendalikan dengan cara mekanis seperti membuat perangkap atau menggunakan pestisida organik.

Cara pengendalian hama secara mekanis dan organis akan aman bagi lingkungan dan kangkung darat pun tidak mengandung residu pestisida yang berbahaya bagi kesehatan.

Panen kangkung darat
Panen merupakan saat-saat yang dinantikan oleh petani dalam budidaya kangkung darat. Sebab, panen akan menghilangkan rasa lelah dan letihnya dalam merawat kangkung. Jika hasilnya bagus dan harga di pasar lagi baik, ini sesuatu yang sangat menggembirakan 😅

Dalam tempo ‘sesingkat-singkatnya’ atau 30 hari sejak penanaman, kangkung darat sudah bisa dipanen dan kemudian dijual atau dikonsumsi. Cara panen tidak perlu memakai memakai alat mesin harvestercanggih he..hee..😅
Panen kangkung darat dilakukan dengan cara mencabutnya sampai akar-akarnya. Kenapa harus ada akarnya? Sebab, pembeli lebih menyukai kangkung kalau ada akar-akarnya.  Dengan ada akar, pembeli yakin dan dapat menandakan bahwa itu adalah benar kangkung darat.

Setelah kangkung dicabut, bersihkan akarnya dari tanah dengan menggunakan air. Cuci sampai bersih dan bila perlu dikemas. Segera pasarkan kangkung yang sudah dipanen karena ia tidak bisa bertahan lebih dari 1 hari.

Demikian sekelumit tentang cara budidaya kangkung darat. Semoga dengan artikel ini dapat mencerahkan Sobat dan menjadi lebih bersemangat untuk memulai menanam kangkung darat. Selamat menanam dan sukses.