Showing posts with label media tanam. Show all posts
Showing posts with label media tanam. Show all posts

Friday, November 23, 2018

Cara Membuat Arang Sekam Untuk Media Tanam Dalam 30 menit Siap Pakai

10:43 AM

Membuat Arang Sekam -- Ada anggapan membuat arang sekam itu lama dan tidak mudah. Padahal, dalam waktu 30 menit atau sekejap saja, sekam padi sudah berubah menjadi arang sekam dan bisa dipakai langsung. Untuk apa arang sekam dan bagaimana membuatnya?

Cara Membuat Arang Sekam Untuk Media Tanam Dalam 30 menit dan Siap Pakai
Arang sekam. Gambar : Dokpri

Arang sekam atau sekam bakar sangat dibutuhkan oleh pencinta tanaman. Sebab, arang tersebut cukup baik untuk membuat komposisi media tanam. Biasanya, 1/4 bagian media tanam diisi dengan arang sekam, selebihnya tanah, dan kompos/pupuk kandang.

Di samping kegunaannya untuk salah satu bahan campuran media tanam dalam pot atau polybag, arang sekam rupanya sering juga digunakan sebagai salah satu media tanam hidroponik. Bahkan, ada juga yang menjadikan arang sekam untuk media tanam anggrek. Rupanya, arang sekam multiguna.

Manfaat arang sekam
Begitu banyak manfaat arang sekam untuk tanaman yang dicampur dalam media tanam. Arang yang terbuat dari proses pemanasan itu dapat membuat media tanam lebih poros, aerasi menjadi baik, dan drainase lancar. Lebih dari itu, adanya arang sekam akan meningkatkan kemampuan retensi air dalam media tumbuh tanaman.

Selain manfaat tersebut di atas, arang sekam menjadi bahan organik tanah. Secara pelan tapi pasti, material organik itu akan terdekomposisi dan melepaskan unsur hara untuk tanaman. Walau sedikit, tapi unsur hara itu bisa diserap cepat oleh tanaman.

Bukan hanya itu, arang sekam dapat meningkatkan kapasitar tukar kation media tanam atau media tumbuh. Ini berarti sekam bakar dapat membuat media tanam produktif dan tanaman pun tumbuh subur.

Kelebihan menggunakan arang sekam
Kenapa setiap membaca postingan atau artikel tentang media tanam, salah satunya dianjurkan untuk menambah arang sekam ke dalamnya? Karena ada banyak kelebihannya. Berikut ini beberapa kelebihan arang sekam sebagai media tanam.
  • Arang sekam lebih ringan
  • Arang sekam cenderung berada pada pH netral
  • Arang sekam lebih steril dari jamur dan bakteri patogen
  • Tahan lama sampai satu tahun lebih
  • Jika dibeli harga arang sekam relatif murah
  • Ketersediaan sekam padi melimpah apalagi ada kilang padi di sekitar kita tinggal
  • Praktis dan cepat dalam proses pembuatannya

Arang sekam hasil pemanasan (heating) pada temperatur tinggi
Perlu diketahui bahwa sebenarnya yang namanya arang, apakah arang batok, arang kayu, atau arang sekam, bukan dihasilkan karena pembakaran. Kalau sekam padi dibakar, maka yang dihasilkan adalah abu atau abu sekam berwarna agak putih. 

Jadi, arang sekam yang bewarna hitam itu dihasilkan dengan cara pemanasan pada temperatur tinggi sehingga kadar air dan zat-zat volatil akan menguap berbentuk asap.

Makanya arang sekam lebih banyak kandungan karbon (C). Seandainya dilakukan proses oksidasi dengan cara pembakaran, maka karbon pun akan melayang menjadi gas karbondioksida CO2atau karbon monoksida (CO).

Walaupun demikian, secara umum orang sudah biasa menyebut arang sekam dengan sekam bakar. Jadi, sekam bakar sebenarnya sama dengan arang sekam karena memang dihasilkan dengan temperatur yang tinggi baik pemanasan dengan nyala api langsung ataupun tidak langsung.

Buat Sendiri saja arang sekam
Oleh karena itu, jika Sobat suka budidaya tanaman seperti tanaman dalam pot, sebaiknya arang sekam -- sering juga disebut sekam bakar -- diproduksi sendiri saja di rumah. Sebab, membuat arang sekam tidak sulit. Dengan teknik sederhana dan dalam waktu yang cepat, arang sekam siap untuk digunakan untuk berbagai keperluan.

Apalagi, untuk berkebun di rumah, tentu saja kebutuhan arang sekam tidaklah terlalu banyak. Cukup luangkan waktu 15-30 menit saja untuk memproses sekam padi yang berwarna kuning kecokelatan itu menjadi arang sekam berwarna hitam. Bagaimana cara membuat arang sekam yang praktis itu untuk berkebun di rumah atau home gardening?

Seperti gambaran proses produksi arang sekam, maka kita akan menggunakan prinsip pemanasan (heating, not burning). Jadi, kalau sebelumnya berpikir bahwa sekam padi mesti dibakar dulu dengan api besar agar menjadi arang sekam, ternyata tidak serumit itu.  Cukup pemanasan pada suhu yang tinggi (high temperature) dan dalam waktu super cepat (short time), arang sekam pun jadi.

Cara praktis dan cepat membuat arang sekam atau sekam bakar

Alat-alat :
  • Kompor atau bisa juga tungku kayu bakar
  • Kuali tanah (ukuran sesuai kebutuhan membuat arang sekam)
  • Pengaduk kayu

Bahan :
  • Sekam padi sesuai kebutuhan

 
Cara Membuat Arang Sekam Untuk Media Tanam Dalam 30 menit dan Siap Pakai
Sekam padi. Gambar Dokpri


Langkah membuat arang sekam :
  • Masukkan sekam padi ke dalam kuali tanah
  • Letakkan kuali yang sudah dimasukkan sekam padi di atas kompor
  • Hidupkan api kompor
  • Setelah 2 menit dipanaskan, mulailah diaduk-aduk dengan cara membolak-balikkan yang di atas ke bawah, yang dipinggir ke tengah, dan seterusnya sampai panasnya merata. Lakukan pengadukan ini setiap 1 menit sekali sampai sekam padi berubah menjadi warna hitam (lihat gambar di bawah yang sudah jadi).
  • Dalam waktu 30 menit atau setelah semua sekam padi berwarna hitam, berarti arang sekam sudah jadi
  • Matikan api kompor dan biarkan sampai suhu arang sekam turun (suhu ruang).

Cara Membuat Arang Sekam Untuk Media Tanam Dalam 30 menit Siap Pakai
Proses membuat arang sekam. Gambar : Dokpri

Nah, mudah sekali membuat arang sekam, bukan? Arang sekam yang sudah berhasil diproduksi sendiri itu bisa langsung digunakan sebagai bahan campuran media tanam. jika tidak dipakai langsung, arang sekam boleh disimpan dulu. Kalau membuat arang sekam untuk komersial atau mau dijual, masukkan dalam kemasan plastik yang transparan agar kelihatan.
Jika mau digunakan sebagai media tanam, sebaiknya arang sekam dibasahi atau direndam dulu beberapa saat agar air meresap ke dalamnya. Dengan cara ini, membuat media tanam tetap lembab karena kemampuannya menyimpan air.

Monday, October 1, 2018

Mengapa Sabut Kelapa Cocok Untuk Media Tanam Aglaonema?

8:05 AM


Sabut Kelapa Untuk Media Tanam Aglaonema -- Media tanam untuk aglaonema berpengaruh terhadap indah tidaknya tampilan daun dan perkembangannya. Jika media tanam tidak cocok, tanaman berdaun lebar ini tumbuh enggan, matipun tak mau alias kurang menarik untuk dipandang. 

Makanya, jika tertarik atau suka menanam tanaman hias aglaonema, media tanam sangat perlu diperhatikan. Salah satu campuran media tanam agalonema adalah sabut kelapa. Mengapa sabut kelapa?
Mengapa Sabut Kelapa Cocok Untuk Media Tanam Aglaonema?


Sabut Kelapa
Untuk mendapatkan sabut kelapa tidak harus menjual emas atau hewan ternak terlebih dahulu 😅. Sebab, sabut kelapa sungguh amat banyak terdapat di sekeliling tempat tinggal kita karena dibuang-buang setelah diambil isinya. Kalaupun tidak dibuang, sabut kelapa hanya dijadikan bahan bakar secara tradisional oleh masyarakat.

Sabut kelapa jangan dianggap sepele. Para pembudidaya tanaman hias seperti anggrek sudah sejak dulu kala memanfaatkan sebagai media tanam dan terbukti sangat bagus. Meskipun harus diakui, mereka belum melihat nutrisi apa yang ada dalam sabut kelapa pada waktu itu. Namun, para peneliti sudah menemukan “mutiara” tersimpan di dalam sabut kelapa.

Mengapa Sabut Kelapa Cocok Untuk Media Tanam Aglaonema?
Dokpri

Seperti dikutip dari "Jurnal Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri" yang ditulis oleh Trivana,L. Dkk (2017), “..Satu butir kelapa menghasilkan 0,4 kg sabut yang mengandung 30% serat  yang kaya unsur. Sifat kimia sabut kelapa, yaitu pH rata-­rata agak masam (6,33), nilai rasio C/N sangat  tinggi (98,42). Nilai KTK sangat tinggi (84.28   me/100 g-1) dan unsur-­unsur hara makro (78% K, 23% N, 5% Ca, dan 4% P).”

Nah, ternyata unsur haranya banyak “bersembunyi” dalam serat sabut kelapa. Nilai KTK yang tinggi mampu memegang erat unsur hara dalam media tanam dan tidak mudah tercuci. 

Unsur-unsur hara yang dikandungnya memang dibutuhkan oleh tanaman untuk menunjang pertumbuhannya. Ini belum lagi dicampur dengan beberapa campuran bahan media tanam lainnya yang juga mengandung sejumlah hara. Hanya bahan sabut kelapa saja, sudah terlihat perannya untuk membantu tumbuh aglaonema

Di samping itu, masih menurut para pakar bahwa sabut kelapa mengandung jamur trichoderma spp yang sering juga disebut dengan mikroorganisme lokal (MOL). Jamur ini berperan sebagai agen antagonis atau biofungisida terhadap jamur parasit. 

Oleh karena itu, dengan adanya sabut kelapa, tanaman hias aglaonema tidak mudah terserang penyakit terutama penyakit busuk akar atau layu fusarium.
Sabut kelapa dalam perkembangannya sudah diolah menjadi serbuk kelapa yang ukurannya seragam. Hasil olahan itu yang kemudian dikenal dengan cocopeat. Namun, apapun itu, ya tetap sabut kelapa.

Sabut kelapa yang mampu menyimpan air relatif lama. Bagian terluar kelapa yang berserat itu mampu menjaga kelembaban media tanam sehingga tanaman hias aglaonema tidak mudah stres. Dengan adanya kadar air dalam media tanam, distribusi nutrisi dari akar ke seluruh jaringan tanaman akan tetap berlangsung lancar.

Mengapa Sabut Kelapa Cocok Untuk Media Tanam Aglaonema?
Dokpri

Karena persyaratan media tanam yang baik harus memiliki drainase, berpori, dan memiliki rongga udara (aerasi), maka sifat-sifat itu mampu dibentuk oleh kehadiran sabut kelapa dalam media tanam.

Akan tetapi, dalam penggunaanya, sabut kelapa harus bersih dan steril. Sebelum digunakan, sabut kelapa dicuci dulu beberapa kali. Di samping itu, sebaiknya sabut kelapa dipukul/ditumbuk dengan kayu atau palu atau alat tumbuk lainnya agar serat-seratnya lebih halus.

Media Tanam Aglaonema
Media tanam aglaonema hampir-hampir menyerupai tempat habitat aslinya. Tempat akar berjangkar penuh dengan humus, serat-serat kayu seperti pakis, bahan-bahan organik, dan porositasnya sangat baik.

Alangkkah cerdasnya ketika kita mampu membuat tempat “tinggalnya” yaitu media tumbuhnya yang identik dengan habitatnya itu. Oleh karena itu, membuat media tanam aglaonema harus tersusun dari bahan-bahan yang cocok. Tidak ada formula yang tunggal dalam campuran media tanam tanaman hias dengan daun warna-warni bermotif batik itu.

Untuk membuat media tanam aglaonema harus dipersiapkan terlebih dahulu bahan-bahannya. Bahannya terdiri dari berbagai variasi. Variasi-variasi tentu saja mengikutsertakan sabut kelapa ke dalamnya sebagai salah satu komposisi penting. 

Tapi, pada saat mengisi ke pot, bagian dasar pot harus diisi terlebih dahulu dengan pecahan batu bata atau arang atau bisa juga potongan styreofoam agar tidak mampet. Berikut ini beberapa opsi media tanam yang dapat dicoba, yaitu :
  • Tanah, pupuk kandang yang matang, sekam bakar dan sabut kelapa. Perbandingannya 1:1:1:1
  • Pakis, kompos, sekam bakar, pasir, dan sabut kelapa. Perbandingannya 1:1:1:1:1
  • Tanah, pakis, sabut kelapa, kompos dan sekam padi. Perbandingannya 1:1:1:1
  • Tanah, kompos, sabut kelapa, arang sekam. Perbandingannya  2:1:2:1

Itulah the story mengapa sabut kelapa cocok dan selalu menyertai komposisi media tumbuh tanaman hias aglaonema. Sabut kelapa mengandung sejumlah hara, jamur antagonis, kemampuan menyimpan air dan membuat media tanam lebih poros.

Friday, September 21, 2018

Media Tanam Stek Batang Yang Baik Agar Cepat Tumbuh Akar

11:47 PM


Media Tanam Stek Batang -- Ketika melihat orang melakukan stek batang, seperti tanaman buah, tampaknya mudah sekali. Namun, selalu menemukan kesulitan dan gagal tumbuh pada saat kita mempraktikkan sendiri di rumah. Kondisi seperti ini membuat pikiran kita bingung dan penasaran karena tantangan stek yang begitu enteng belum bisa ditaklukkan alias belum berhasil.

Media Tanam Stek Batang Yang Baik Agar Cepat Tumbuh Akar
Sabut Kelapa. Gambar : Dokpri
Ada yang bilang pakai ZPT ini dan itu untuk stek batang biar cepat tumbuh akar. Sedikit pesimis dan bahkan sepertinya nonsense. Sebab, berbagai jenis zat perangsang tumbuh (ZPT) akar sudah dicoba mulai yang alami sampai dengan keluaran pabrik dengan berbagai merek seperti root up, nature stek, rootone F, dan mungkin berbagai merek lainnya.

Tunggu, jangan salahkan dulu hormon perangsang akar. Mungkin, ada perlakuan stek batang yang belum tepat atau belum memenuhi syarat-syarat sehingga selalu saja gagal dan gagal lagi. “Apa salah dan dosaku” sehingga semua ini terjadi,  he,,he,,he,,😅 bak lirik lagu saja.

 feromon seks

Ada beberapa kegagalan perlakuan yang perlu dievaluasi mengapa stek batang tanaman buah, seperti jambu air, mangga, jumbu biji, rambutan, kelengkeng, dan lainnya belum juga berhasil. Coba Sobat ingat-ingat dulu beberapa hal di bawah ini sudah tepatkah atau belum. Jika belum, koreksi terlebih dahulu sebelum menyalahkan diri sendiri, orang lain, atau mungkin produk perangsang akar. Evaluasi ini :
  • Apakah batang stek diperoleh dari tanaman sendiri atau dari orang lain? Kalau dari orang lain harus minta izin dulu
  • Apakah batang tanaman yang diambil itu sehat?
  • Apakah batang tanaman yang diambil itu segera distek atau sudah berjam-jam dibiarkan atau lokasinya jauh sekali?
  • Apakah hormon yang diolesi ke batang masih bagus atau sudah kadaluarsa atau sudah expired date?
  • Apakah sudah benar membuat konsentrasi atau pasta hormon stek? Mana tau membuatnya sangat cair sehingga tidak “ampuh” mengeluarkan akar
  • Apakah sesudah mengolesi hormon stek ke pangkal batang dibiarkan sampai kering terlebih dahulu sebelum ditanam?
  • Apakah media tanam stek batang sudah disterilkan?
  • Apakah Media tanam terjaga kelembabannya?
  • Apakah setelah menanam stek batang diberikan sungkup atau penutup atau penghalang dari terpaan angin dan hujan?
  • Apakah uap yang terbentuk disungkup/penutup lama-lama menetes ke tunas atau daun stek yang baru tumbuh? Buat sungkup jangan sampai tetesan air (hasil kondensasi) jatuh ke batang stek
Media Tanam Stek Batang Yang Baik Agar Cepat Tumbuh Akar
Uap air media stek. Gambar : Dokpri
  • Apakah setelah membuka sungkup stek batang, lalu hasil stek yang sudah tumbuh itu ditempatkan pada tempat yang teduh, terhindar dari angin kencang, hujan?
  • Apakah memindahkan langsung ke media tanam dan tempat terbuka hasil stek? Seharusnya diadaptasikan terlebih dahulu
  • Apakah media tanam stek batang menggunakan kotoran ternak? Kalau menggunakanpupuk kandang, pastikan pupuk kandang yang matang. Atau sebaiknya jangan gunakan pupuk kandang pada stek karena kemungkinan berjamur sangat besar
  • Apakah telah menggunakan media tanam stek yang cepat menumbuhkan akar?
Sobat, pada artikel kali ini secara khusus akan kita lihat poin yang terakhir itu, yaitu beberapa media tanam stek yang baik agar dapat tumbuh akar dan tunas secara cepat. 

Sebab, penulis melihat banyak sekali teman-teman kebanyakan menggunakan tanah untuk menanam stek dan itupun tidak steril sehingga banyak yang gagal. Ibarat luka di tubuh kita, jika tidak bersih atau menggunakan obat anti bakteri, maka luka kita tidak akan sembuh bahkan serangan bakteri semakin meluas.

Baca Juga :
Media Tanam Stek Batang

Beikut ini ada beberapa opsi (pilihan) media tanam stek batang yang baik digunakan. Media tanam stek yang dimaksud adalah media untuk menumbuhkan akar, bukan media untuk memindahkan stek yang sudah tumbuh tunas dan akar. Baik, ini dia media tanam stek :

1 Campuran Tanah dan Kompos
Andai ingin stek batang mudah tumbuh akar dan tunas serta sehat, maka pilihlah medianya campuran tanah dan kompos. Perbandingan yang digunakan adalah 2:1. Campurkan 2 bagian tanah dan 1 bagian kompos. Namun, harap dipastikan tanah yang hendak dijadikan media tanam stek harus sudah disterilkan dari organisme pengganggu, terutama jamur.

Oleh karena itu, tanah harus diberikan anti jamur atau fungisida. Kalau tidak menggunakan r-4-cun jamur, tanah harus dijemur beberapa hari di bawah sinar matahari yang terik. Sterilisasi tanah bisa juga dengan cara menggongseng di atas bara api atau kompor. Penggongsengan tanah ini mungkin dilakukan jika jumlah stek yang akan dibuat tidak terlalu banyak atau sedikit.

2 Tanah, sabut kelapa, pasir dan sekam bakar
Media campuran ini memang agak umum digunakan, namun tetap memperhatikan bahwa tanah harus bebas dari mikroba yang dapat membusukkan batang stek. Media tanam yang terdiri dari campuran tanah, sabut kelapa, pasir dan sekam bakar boleh dikatakan bagus untuk media tanam stek. Perbandingan penggunaan campuran adalah 2:1:1:1.

Adanya pasir dan sekam bakar akan membuat media tumbuh lebih poros sehingga aerasi dan drainase lebih bagus. Ingat sekam bakar tidak sama dengan abu sekam. Sekam bakar hasil pembakaran tidak sempurna dan berwarna hitam.

Sabut kelapa juga menjadi bagian yang sangat berperan di dalam media tanam stek batang. Sabut kelapa yang lembut akan memudahkan penetrasi akar dari tanaman. Sabut kelapa juga memiliki sejumlah unsur hara dan sekaligus dapat menjaga kelembaban media tanam karena sabut kelapa dapat menyimpan air dengan baik. Jika ada cocopeat (sabut kelapa yang sudah diolah) akan menjadi pilihan yang tepat.

3 Tanah liat dan sabut kelapa
Tanah liat yang dilapisi lagi dengan sabut kelapa akan membuat stek batang mudah tumbuh akar. Tanah liat harus juga steril dari jamur dengan cara diperlakukan dengan fungisida atau pemanasan.

Sabut kelapa yang dapat menjaga kelembaban media harus diperlakukan sedemikian rupa terlebih dahulu. Intinya, sabut kelapa (tidak ikut kulit) ditumbuk-tumbuk agar lebih harus seratnya. Kemudian sabut kelapa direndam beberapa jam dalam air sebelum digunakan.

Cara menggunakan campuran tanah liat dengan sabut kelapa adalah ; batang yang sudah diolesi dengan hormon p3-r4ngs-4ng akar, ditempel tanah liat. Kemudian dilapisi bagian terluar dengan sabut kelapa, lalu diikat (jangan terlalu erat ikatannya). Batang stek dapat dimasukkan dalam botol air mineral atau wadah lain yang diberi sungkup.

4 Busa
Sobat pasti kenal dengan busa, ya itu yang biasa digunakan untuk sofa atau bantal agar “empuk” tempat duduknya atau alas kepala saat tidur. Busa lembut ini mudah didapatkan. Kalau tidak mau membelinya, busa bekas pun banyak di sekitar kita.

Busa dipotong-potong seperti dadu dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm (panjang x lebar x tinggi). Lalu lubangi 1 lubang dibagian tengah, kecil saja. Rendam busa tersebut atau gunakan sprayer untuk membasahinya sebelum digunakan. Terakhir, tanamkan batang stek yang sudah diolesi hormon ZPT dengan kedalaman 2/3 dari tinggi busa tersebut. Letakkan pada wadah yang tertutup agar tidak kering batangnya.

Jika menggunakan busa, maka akar yang muncul akan mudah terlihat. Ketika akar sudah menembus busa, maka sudah dapat dipindahkan ke media tanam campuran kompos dan tanah. Namun, batang stek masih harus diberi sungkup sampai siap dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.

Rockwool
Rockwool merupakan media tanam yang banyak digunakan oleh para petani hidroponik. Rockwool yang diproses dari bahan bebatuan sedemikian rupa sehingga berbentuk serat dan lunak. Media ini bisa menyimpan air dan juga bebas dari mikroba patogen yang menimbulkan penyakit pada tanaman.

Cara menggunakan rockwool sama dengan penggunaan busa untuk media stek batang. Pada saat pemotongan rockwool agar berbentuk dadu, maka gunakan gergaji tajam. Gergaji yang digunakan mirip dengan gergaji pemotong pipa PVC.

Wah, ternyata banyak ya media tanam stek batang. Manfaatkan salah satu yang mudah, praktis dan efektif. Atau mungkin mau membanding-bandingkan terlebih dahulu dengan cara mencoba semuanya, itu pemikiran yang cemerlang, silakan.

Demikian beberapa media tanam stek batang yang baik agar cepat tumbuh akar dan juga tunasnya. Yang lebih penting adalah tumbuh akar dan dapat tumbuh dengan baik hingga pemindahan bibit tanaman ke lahan atau media tanam yang lebih besar. Selamat mencoba dan do’a selalu menyertai Sobat agar selalu sukses..Amiin.

Tuesday, July 10, 2018

Membuat Media Tanam Dalam Pot? Caranya Sangat Mudah, Tapi Hati-Hati Penggunaan Pupuk Organik Yang Begini

10:49 AM

Membuat Media Tanam Dalam Pot -- Karena sempitnya lahan untuk menyalurkan hobbi menanam tanaman buah, banyak orang memilih menanam dalam pot. Dengan menanam dalam pot, tidak hanya menghasilkan buah-buahan, justru membuat rumah semakin menarik untuk ditatap. Apalagi jika pintar memadukan dengan bentuk-bentuk pot yang unik, tanaman dalam pot akan menghiasi rumah dengan sejuta nilai estetis atau keindahan.


Membuat Media Tanam Dalam Pot? Caranya Sangat Mudah, Tapi Hati-Hati Penggunaan Pupuk Organik Yang Begini
Media tanam. Gambar Dokpri

Namun, menanam tanaman buah dalam pot (tabulampot) gampang-gampang susah. Gampang dan sangat mudah jika sudah mendapatkan kuncinya. Susah jika jika belum memiliki pegetahuan yang cukup untuk budidaya tanaman.

Sebenarnya, salah satu keyword (kata kunci) untuk menanam tanaman dalam pot adalah media tanam. Ada apa dengan media tanam, bukankah media tanam itu tanah dan campuran ” teman-temannya” yang begitu mudah sekali didapatkannya? Benar, tetapi Anda perlu mengenal lebih dekat dengan” teman-teman” untuk dapat dicampuradukkan dengan tanah. Sebab, jika tidak hati-hati, tanaman justeru terganggu pertumbuhannya.

“Teman-teman” campuran tanah yang dimaksud adalah pupuk organik. Pupuk organik yang biasa dicampur dengan tanah seperti pupuk kandang, humus, kompos dan lain-lain yang sejenis dengannya. Pupuk yang berasal dari sisa-sisa tanaman tersebut sangat berhubungan dengan produktif tidaknya media tanam.

Nah, penggunaan pupuk organik harus hati-hati jangan sampai tanaman Anda menjadi “korban”.  Jangan sampai tanaman kesayangan Anda menjadi kuning daun-daunnya hingga layu. Atau jangan sampai tanaman buah yang Anda tanam tidak berbunga hanya karena penggunaan pupuk organik sembarangan tanpa mengenal “tanda-tanda” pupuk organik sebenarnya.

Baik, sebelum membuat media tanam dengan perbandingan yang tepat dan campuran-campuran yang organis, ada lebih baik mengenal tanda-tanda pupuk organik yang baik untuk membuat media tanam yang aman, subur dan produktif tentunya.

Pupuk Kompos

Pupuk kompos ini salah satu pupuk  organik yang dapat digunakan untuk campuran media tanam dalam pot. Pupuk kompos itu sendiri merupakan hasil dekomposisi bahan-bahan sisa tanaman  oleh mikroorganisme.  Hasil dekomposisinya menurunkan rasio C/N bahan organik (rasio dibawah 20) dan menghasilkan unsur-unsur yang tersedia untuk tanaman.

Dengan memberikan pupuk kompos pada media tanam, maka media tanam akan memberikan nutrisi untuk tanaman. Sebab, pupuk kompos mengandung hara makro dan mikro meskipun dalam persentase relatif kecil.

Pupuk kompos di samping memberikan unsur hara N, P, K, Ca, Mg, dan lain-lain, ia juga dapat membentuk struktur media tanam lebih gembur dan retensi atau daya ikat air yang baik sehingga tidak mudah kering. Namun, pupuk kompos yang bagaimana dapat digunakan untuk membuat media tanam dalam pot?

Berikut ini ciri-ciri fisik-- yang tampak dengan mata kita -- pupuk kompos yang dapat dijadikan sebagai campuran media tanam :

  • Warnanya sudah berubah menjadi gelap atau coklat kehitaman
  • Bahan-bahan dasarnya atau sisa-sisa tanam sudah tidak tampak lagi (terurai sempurna)
  • Jika dipegang dengan tangan terasa gembur
  • Kadar airnya rendah atau lembab
  • Sudah tidak lagi menimbulkan suhu panas

Nah, dengan mengenal ciri-ciri di atas, maka Anda tidak lagi sembarangan menggunakan pupuk kompos sebagai campuran media tanam dalam pot. Pastikan pupuk kompos yang digunakan benar-benar sudah matang. Sebab, jika digunakan pupuk kompos yang belum matang, maka akan terjadinya kompetisi atau persaingan perebutan unsur hara antara tanaman dengan mikroorganisme dalam media tanam.

Sekilas untuk diketahui, mikroorganisme dalam mengurai  bahan-bahan sisa tanaman yang masih mengandung senyawa karbon tinggi (C/N masih tinggi) membutuhkan energi dan nutrisi. Untuk kebutuhan nutrisi dalam perombakan bahan-bahan organik tersebut, mikroorganisme  akan terlebih dahulu mengambil unsur-unsur hara yang tersedia di sekitarnya untuk pertumbuhannya.

Jika sudah terjadi perebutan hara antara mikroorganisme dan tanaman, maka wajarlah jika tanaman hidupnya merana. Tanaman untuk sementara waktu akan terganggu pertumbuhan dan perkembangannya akibat kekurangan hara di sekitar perakarannya. Memberikan kompos yang tidak matang, berarti memberikan tugas kepada mikroorganisme untuk merombak bahan-bahan organik yang belum terdekomposisi secara sempurna.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang juga merupakan salah satu pupuk organik yang dapat dijadikan sebagai campuran  media tanam dalam pot.  Sebab, dengan menggunakan campuran pupuk kandang, maka media tanam dalam pot menjadi lebih subur.

Ada berbagai sumber pupuk kandang yang dapat diperoleh dengan mudah, yaitu pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi, kambing, domba, kuda, ayam , dan lain-lain. Semua pupuk kandang itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam hal kandungan hara makro dan mikro. Namun, secara umum pupuk kandang sangat bagus diberikan dalam campuran media tanam dalam pot.

Pupuk kandang dapat memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah. Pupuk yang berasal dari hewan ternak ini dapat meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah sehingga tersedianya hara untuk tanaman. Selain meningkatkan KTK dan tersedianya hara makro dan mikro, pupuk kandang juga meningkatkan aerasi, drainase, dan retensi air. Bahkan, dengan pemberian pupuk kandang akan meningkatkan aktifitas organisme dalam dalam media tanam yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.

Tetapi, tunggu dulu! Hati-hati menggunakan pupuk kandang. Jangan sampai menggunakan pupuk kandang segar atau setengah matang. Anda tau bukan? Dalam pupuk kandang yang segar atau tidak matang, kandungan bahan-bahan organik yang belum terdekomposisi oleh mikroorganisme masih sangat tinggi (C/N tinggi).

Jika diberikan ke dalam campuran media tanam, ini sama halnya Anda hendak “menyiksa”  tanaman. Tanaman akan kehilangan unsur-unsur hara karena dimanfaatkan oleh mikroorganisme untuk menjalankan tugasnya yang belum selesai, yaitu merombak ekskresi (kotoran) ternak yang masih tinggi kandungan senyawa karbonnya.

Timbulnya panas dalam media tanam sudah pasti karena ada aktifitas organisme. Tidak hanya panas, tetapi juga di dalam kotoran ternak yang segar, mengandung mikroba pembawa penyakit, zat beracun (toksik), dan lainnya yang akan sangat merugikan tanaman jika digunakan ke dalam media tanam.

Oleh karena itu, gunakan media tanam dalam pot dengan campuran pupuk kandang yang benar-benar matang. Gunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan yang sudah terdekomposisi dengan sempurna.

Ciri-ciri secara fisik pupuk kandang yang sudah matang dan siap digunakan pada campuran media tanam dalam pot adalah sebagai berikut :

  • Tidak ada lagi bau kotoran hewan yang sangat tajam dan menyengat
  • Warna gelap kehitaman
  • Kondisinya tidak lagi menggumpal dan tidak lengket-lengket
  • Tidak terlihat lagi bentuk dan warna kotoran segar yang aslinya 
  • Tidak terasa panas suhunya jika dipegang
  • Kadar air rendah karena kondisinya kering


Membuat Media Tanam Dalam Pot



Seperti judul di atas bahwa membuat media tanam dalam pot sangat mudah, itu adalah benar sekali. Mudah karena hanya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Bahan-bahan campuran media tanam dalam pot, yaitu tanah, sekam, serbuk gergaji/kayu, pupuk kandang, kompos, humus, dan lain-lain.

Membuat Media Tanam Dalam Pot? Caranya Sangat Mudah, Tapi Hati-Hati Penggunaan Pupuk Organik Yang Begini
Media tanam dalam pot. Gambar Dokpri



Pada prinsipnya media tanam haruslah mengadung unsur hara makro dan mikro yang tersedia untuk tanaman. Di samping tersedianya hara, media tanam harus memiliki struktur yang gembur, memudahkan penetrasi akar, ringan, adanya porositas, aerasi lancar, retensi air yang tidak mudah kering, dan drainase yang baik.

Oleh karena itulah, maka di dalam campuran media tanam dalam pot ditambah dengan pupuk organik dan sekam padi atau serbuk kayu agar terbentuknya kondisi media tanam yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Untuk lebih singkat, ambil saja 4 bahan untuk dicampurkan menjadi media tanam dalam pot. Bahan-bahannya adalah ; tanah, sekam padi (bagusnya sekam bakar) , pupuk kompos, dan pupuk kandang.

Cara membuatnya :

Silahkan dipilih salah satu cara di bawah ini yang dianggap paling mudah didapat bahan-bahannya untuk membuat media tanam dalam pot. Dan yang penting hasilnya, dimana media tanam yang dibuat memiliki struktur yang baik.

Cara I
Campurkan pupuk kandang dengan tanah. Perbandingannya adalah 2 : 1. Maksudnya adalah ambil 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang, campurkan kedua bahan tersebut secara merata dan masukkan ke dalam pot.

Atau misalnya saja ukuran pot adalah 100 liter, maka jumlah masing-masing bahan untuk dicampurkan adalah :

  • Tanah                          =  2/(2+1) x 100 liter   = 66,67 liter
  • Pupuk kandang           = 1/(2+1) x 100 liter    = 33,33 liter



Cara II
Campurkan tanah, pupuk kandang dan sekam padi. Perbandingannya adala 1 : 1 : 1. Maksudnya adalah ambil 1 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang dan 1 bagian sekam padi, campurkan ketiga bahan tersebut.
Atau dengan ukuran pot, misalnya 100 liter, maka jumlah masing-masing bahan untuk dicampurkan adalah :

  • Tanah                = [1/(1+1+1)] x 100 liter = 33,33 liter
  • Pupuk kandang  = [1/(1+1+1)] x 100 liter = 33,33 liter
  • Sekam padi       = [1/(1+1+1)] x 100 liter = 33,33 liter




Cara III
Campurkan tanah, pupuk kandang, pupuk kompos dan sekam padi. Perbandingannya adala 2 : 1 : 1 : 1. Maksudnya adalah ambil 2 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang, 1 bagian pupuk kompos dan 1 bagian sekam padi, campurkan keempat bahan tersebut.
Atau dengan ukuran pot, misalnya 100 liter, maka jumlah masing-masing bahan untuk dicampurkan adalah :

  • Tanah                  = [2/(2+1+1+1)] x 100 liter    = 40 liter
  • Pupuk kandang    = [1/(2+1+1+1)] x 100 liter     = 20 liter
  • Pupuk kompos     = [1/(2+1+1+1)] x 100 liter     = 20 liter
  • Sekam padi          = [1/(2+1+1+1)] x 100 liter    = 20 liter




Pengisian Media Tanam Dalam Pot
Setelah campuran media tanam dibuat, selanjutnya diisi ke dalam pot. Nah, dalam memasukkan media tanam ke dalam pot ada syaratnya. Apa syaratnya?

  • Lubangi bagian dasar pot beberapa lubang untuk rembesan air (sebagai drainase) karena mungkin adanya air berlebih pada saat penyiraman atau hujan
  • Isi terlebih dahulu bagian bawah pot dengan sedikit arang kasar atau pecahan batu bata agar tidak terjadi penyumbatan bagian dasar pot.
  • Media tanam tidak boleh diisi sampai penuh, cukup 3/4 dari volume pot. Atau sisakan bagian atas pot minimal 5 cm dari bibir pot. Ini maksudnya untuk memudahkan dalam penyiraman sehingga airnya tidak tumpah ke luar pot pada saat disiram.

Media tanam sebaiknya diisi minimal seminggu (7 hari) sebelum bibit dipindahkan ke dalam pot. Selaang waktu beberapa hari tersebut bertujuan supaya media tanam lebih kompak dan padat sehingga tidak terganggunya bibit pada saat ditanam. Selain itu, unsur-unsur hara sudah larut dan tersedia dalam waktu tersebut sehingga siap untuk diserap oleh akar tanaman. Sekedar diketahui, pupuk yang ditambahkan ke dalam media tanam seperti SP-36 dan KCL butuh waktu untuk larut sampai tersedia untuk nutrisi tanaman.

Demikian ulasan membuat media tanam dalam pot. Dengan catatan bahwa haruslah berhati-hati dalam menggunakan pupuk organik, seperti pupuk kandang dan pupuk kompos. Pastikan bahwa pupuk organik yang anda gunakan benar-benar sudah matang (terdekomposisi dengan sempurna). Jika campuran media tanam sudah dibuat dengan baik, maka Insya Allah tanaman buah yang ditanam akan tumbuh subur, produktif, berbunga dan berbuah. Selamat membuat media tanam dan menanam semoga sukses.
Media tanam dalam pot sebaiknya juga diberikan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 5 - 10 gram per pot dan dolomit (kapur pertanian) 1 - 2 sendok makan. Campurkan bahan-bahan tersebut dan aduk secara merata dengan media tanam. Dengan penambahan pupuk tersebut akan membuat media tanam lebih subur sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.