Showing posts with label tabulampot. Show all posts
Showing posts with label tabulampot. Show all posts
Saturday, September 8, 2018
Cara Menanam dan Memupuk Jeruk Nipis Dalam Pot Agar Rajin Berbuah
9:10 AM
Cara Menanam dan Memupuk Jeruk Nipis Dalam Pot -- Jeruk nipis tidak hanya sebagai bumbu dapur semata. Buah hijau dengan rasa masam itu memiliki segudang manfaat lainnya. Dalam dunia kosmetika dan medis, misalnya, buah yang banyak mengandung vitamin C itu merupakan bahan baku yang sangat dibutuhkan.
Itu artinya, apa? Menanam jeruk nipis sangat prospektif. Di samping untuk konsumsi sendiri, jeruk nipis juga dapat menjadi komoditas komersial yang menambah income keluarga.
Itu artinya, apa? Menanam jeruk nipis sangat prospektif. Di samping untuk konsumsi sendiri, jeruk nipis juga dapat menjadi komoditas komersial yang menambah income keluarga.
![]() |
| Jeruk nipis. Gambar : Dokpri |
Bagi masyarakat perkotaan yang umumnya memiliki lahan terbatas bin sempit, jeruk nipis ditanam di pot atau dijadikan tanaman buah dalam pot (tabulampot).
Walau jumlah tanaman jeruk nipis yang ditanam dalam pot terbatas, tapi nilai estetika/keindahan sungguh menakjubkan. Rumah menjadi indah dan kebutuhan jeruk nipis sebagai bumbu dapur pun tanpa harus membelinya lagi, cukup dipetik di halaman rumah sendiri.
Walau jumlah tanaman jeruk nipis yang ditanam dalam pot terbatas, tapi nilai estetika/keindahan sungguh menakjubkan. Rumah menjadi indah dan kebutuhan jeruk nipis sebagai bumbu dapur pun tanpa harus membelinya lagi, cukup dipetik di halaman rumah sendiri.
![]() |
| Bunga dan buah jeruk nipis. Gambar : Dokpri |
Budidaya jeruk nipis dalam pot, sama halnya dengan tanaman lain yang ditanam dalam pot juga. Semuanya berawal dari persiapan bibit, lahan, pemeliharaan dan panen. Namun, dalam postingan ini, kita akan membahas poin-poin penting saja, yaitu bibit, pot, media tanam, pemupukan, dan pemangkasan.
Bibit jeruk nipis
Mau ‘kan jeruk nipis berbuah cepat dan lebat? Nah, jika mau, maka bibit menjadi salah satu kunci dalam menanam jeruk nipis agar cepat berbuah.
Seandainya salah memilih bibit, maka kekecewaan dan kekesalan yang akan dipetik setiap melihat tanaman jeruk nipis dalam pot. Sebab, hari demi hari dilewati, bunga dan buah dari tanaman jeruk nipis di pot “tak kunjung datang.” Siapa yang tidak mengecewakan?
Seandainya salah memilih bibit, maka kekecewaan dan kekesalan yang akan dipetik setiap melihat tanaman jeruk nipis dalam pot. Sebab, hari demi hari dilewati, bunga dan buah dari tanaman jeruk nipis di pot “tak kunjung datang.” Siapa yang tidak mengecewakan?
Tenang, ada solusinya. Karena itulah, maka dalam penyiapan bibit jeruk nipis harus benar-benar diketahui asal-usulnya. Jangan hanya melihat “cantiknya”, tapi lihat pula “keturunannya” dari tanaman induk yang bagaimana.
Bibit tanaman jeruk nipis jangan disemai bijinya jika ingin cepat berbuah. Bibit yang cepat berbuah adalah bibit hasil perbanyakan secara vegetatif, seperti cangkok, stek atau sambung pucuk.
Perbanyakan bibit jeruk nipis secara vegetatif ini dapat dilakukan sendiri andai kata memiliki pengetahuan yang cukup. Namun, jika tidak memiliki skill pembibitan vegetatif, bibit dapat dibeli di tempat-tempat penjual bibit tanaman.
Perbanyakan bibit jeruk nipis secara vegetatif ini dapat dilakukan sendiri andai kata memiliki pengetahuan yang cukup. Namun, jika tidak memiliki skill pembibitan vegetatif, bibit dapat dibeli di tempat-tempat penjual bibit tanaman.
Tapi, harus waspada karena tidak semua bibit jeruk nipis yang dibeli itu cepat berbuah, sehat dan produktif. Mengapa? Karena kita tidak melihat pada saat dilakukan perbanyakan vegetatif, apakah benar diambil dari induk yang sehat dan sudah pernah berbuah?
Intinya, tanyakan kepada penjual hal keadaan bibit tersebut. Atau sebaiknya belilah bibit tanaman jeruk nipis yang sudah disertifikasi (legal dan terjamin).
Intinya, tanyakan kepada penjual hal keadaan bibit tersebut. Atau sebaiknya belilah bibit tanaman jeruk nipis yang sudah disertifikasi (legal dan terjamin).
Pemilihan pot untuk tanaman jeruk nipis
Kalau ingin tanaman jeruk nipis tampil lebih gaya dan ngetrend, pilihlah pot yang cantik dan berkualitas. Sebab, tanaman jeruk nipis itu akan ditempatkan di halaman rumah dan akan dilihat banyak orang. Bukankah mau kelihatan indah?
Yang pasti, pot tidak harus mahal-mahal. Apa artinya pot mahal kalau tanaman tidak subur dan mandul. Pot bisa didapatkan dengan cara membelinya dan boleh juga menggunakan barang-barang bekas, seperti kaleng cat, timba bekas, dan lain-lain. Namun, pot harus memiliki daya tahan dari hujan dan teriknya sinar matahari, minimal bertahan 1-2 tahun.
Ukuran pot tergantung besar kecilnya bibit. Jika ketinggian bibit sekitar 30 cm, ukuran pot yang digunakan tidak harus besar, cukup kecil saja atau diameter 25 – 30 cm. Tapi, untuk memudahkan dan tidak gonta-ganti pot sebentar-sebentar, pilihlah pot yang diameternya 50 – 60 cm.
Usahakan pot memiliki kaki. Bukan untuk berjalan 😅, tapi untuk lancarnya pembuangan air berlebih dalam pot. Tinggi kaki dari dasar minimal 2 cm. Jika untuk estetika, kaki pot lebih tinggi lagi mungkin dan dapat disesuaikan dengan bentuk pot.
Media tanam jeruk nipis dalam pot
Tanah atau sering disebut juga dengan media tanam atau media tumbuh, yaitu sebagai tempat tumbuh tanaman. Jika ingin tanaman jeruk nipis dalam pot tumbuh subur dan produktif, maka media tanam harus memiliki sifat-sifat fisik yang baik, yaitu gembur, poros, aeratif, daya pegang air bagus, dan memiliki drainase yang baik.
Demikian juga dengan sifat kimia dan biologis tanah/media tanam, harus memenuhi syarat untuk mendukung pertumbuhan tanaman jeruk nipis, seperti ketersediaan unsur hara dan juga mikroorganisme tanah.
Demikian juga dengan sifat kimia dan biologis tanah/media tanam, harus memenuhi syarat untuk mendukung pertumbuhan tanaman jeruk nipis, seperti ketersediaan unsur hara dan juga mikroorganisme tanah.
Bagaimana membuat media tanam yang baik untuk tanaman jeruk nipis dalam pot? Karena menanam dalam pot, maka media tanam mesti dipersiapkan terlebih dahulu. Beberapa alternatif/pilihan campuran media tanam yang dapat dibuat, yaitu :
- Alternatif 1, Campurkan tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingannya 1:1:1.
- Alternatif 2, Campurkan tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingannya 1:1:1.
- Alternatif 3, Campurkan tanah, pupuk kandang, dan serbuk gergaji dengan perbandingannya 2:1:1.
- Alternatif 4, Campurkan tanah dan pupuk kompos dengan perbandingannya 2:1.
- Alternatif 5, Campurkan tanah, sekam, dan humus bambu dengan perbandingannya 1:1:1.
Jika ada, sebaiknya tambahkan juga 1 sendok makan dolomit (kapur pertanian) dalam campuran media tanam. Kapur ini berfungsi untuk menurunkan pH tanah sehingga nantinya tidak membuat tanah masam. Bahkan, kapur akan memberikan unsur hara kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) yang merupakan unsur hara makro sekunder bagi tanaman.
Harap diperhatikan dalam penggunaan pupuk kandang, jangan sampai menggunakan kotoran ternak yang masih segar. Ciri pupuk kandang adalah tidak berbau kotoran ternak, remah, warna gelap kehitaman, tidak tampak lagi serat kotoran ternak, dan tidak panas.
Pengisisan media tanam ke dalam pot
Dalam pengisian pot dengan media tanam, perlu diperhatikan apakah pot sudah dibuat lubang drainase (pembuangan air berlebih) pada dasar pot. Jika belum ada, maka buatlah lubang terlebih dahulu.
Isi potongan-potongan streofoam pada dasar pot. Jika tidak ada stereofoam, boleh juga diisi dengan pecahan batu bata. Sebenarnya, stereofoam lebih bagus kalau ada karena lebih ringan dan memilki daya tahan yang sangat lama (undegradable).
Masukkan media tanam yang telah dibuat ke dalam pot. Jangan sampai penuh, sisakan bagian atas 5-10 cm. Kemudian siram media tanam sampai basah dan biarkan selama 1 minggu sebelum menanam jeruk nipis. Ini dimaksudkan agar media tanam lebih kompak.
Penanaman jeruk nipis
Bibit jeruk nipis biasanya disemai dalam polybag. Oleh karena itu, lepaskan polybag secara hati-hati agar tidak lepas/pecah tanah pada perakaran bibit. Sebaiknya, sebelum membuka polybag, bibit disiram terlebih dahulu sehingga media tumbuh bibit padat dan tidak mudah hancur saat dibuka.
Gali sedikit lubang tanam dalam pot, kira-kira seukuran dengan media tumbuh bibit dalam polybag. Masukkan bibit secara perlahan-lahan ke dalam media tanam dalam pot dan posisinya tepat di tengah-tengah pot agar terlihat rapi dan indah. Timbun dan padatkan tanah agar bibit tidak goyang apalagi goyah pada saat disiram, diterpa angin dan hujan.
Penanaman bibit jeruk nipis jangan pada saat terik sinar matahari. Lakukan penanaman pada saat pagi atau sore hari. Demikian juga dengan bibit yang baru ditanam dalam pot, jangan langsung ditempat pada area terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
Sebaiknya, taruh pot yang sudah ditanam bibit jeruk nipis pada tempat terlindungi matahari dan hujan selama 2-3 hari. Setelah melewati masa tersebut, segera pindah pot ke tempat yang terkena sinar matahari terutama sinar matahari pagi.
Sebaiknya, taruh pot yang sudah ditanam bibit jeruk nipis pada tempat terlindungi matahari dan hujan selama 2-3 hari. Setelah melewati masa tersebut, segera pindah pot ke tempat yang terkena sinar matahari terutama sinar matahari pagi.
Siram jeruk nipis yang telah ditanam sampai air merembes pada bagian bawah dasar pot. Penyiraman dilakukan secara rutin setiap hari atau tergantung cuaca. Jangan biarkan tanaman jeruk nipis “haus” karena akan mengganggu pertumbuhannya.
Pemupukan jeruk nipis dalam pot
Pemupukan merupakan hal terpenting dalam menanam, khususnya tanaman jeruk nipis dalam pot. Dengan pemupukan, tanaman tersedia unsur-unsur hara untuk tumbuh dan berkembang.
Bahkan, untuk pembungaan dan pembuahan pun memerlukan jenis dan dosis pupuk yang tepat. Jika tidak tersedia unsur hara yang dibutuhkan dalam setiap tahap pertumbuhannya, hasilnya sama sekali nihil. Seperti pepatah, “jauh api dari panggang.”
Bahkan, untuk pembungaan dan pembuahan pun memerlukan jenis dan dosis pupuk yang tepat. Jika tidak tersedia unsur hara yang dibutuhkan dalam setiap tahap pertumbuhannya, hasilnya sama sekali nihil. Seperti pepatah, “jauh api dari panggang.”
Tanaman jeruk nipis membutuhkan unsur hara esensial N,P dan K. Dimana nitrogen (N) berfungsi untuk vegetatif, seperti pertumbuhan akar, batang, tunas dan daun. Fosfor (P) berfungsi mempercepat pembentukan bunga dan buah serta pemasakan biji dan buah. Dan kalium (K) berperan dalam pembentukan protein dan karbohidrat serta tahan terhadap penyakit dan kekeringan.
Oleh karena itu, tanaman jeruk nipis yang sudah “dihukum” dalam pot, harus segera diberi makan berupa nutrisi yang menyehatkan. Begini tahapan pemupukan.
Satu bulan setelah tanam, tanaman jeruk nipis dalam pot sudah harus dipupuk. Pupuk yang diberikan harus menyediakan unsur hara N,P dan K. Karena itu, berikan pupuk urea, TSP, dan KCL sebanyak +/- 20 gram atau 2 sendok makan. Perbandingan masing-masing pupuk tersebut adalah 2:2:1.
Jika urea dan TSP sulit didapatkan, maka pupuk tersebut dapat digantikan dengan pupuk lain, yaitu pupuk ZA untuk ganti urea dan pupuk SP-36 untuk ganti TSP.
Jika urea dan TSP sulit didapatkan, maka pupuk tersebut dapat digantikan dengan pupuk lain, yaitu pupuk ZA untuk ganti urea dan pupuk SP-36 untuk ganti TSP.
Cara aplikasinya, gali media tanam sekitar batang jeruk nipis dalam pot sedalam +/- 10 cm. Masukkan pupuk ke dalam lubang tersebut dan ditutup kembali. Siram secukupnya setelah pemupukan.
Pada saat mulai berbunga, jangan sampai larut dalam kegembiraan. Pemupukan jeruk nipis harus dilanjutkan lagi. Segera berikan pupuk NPK sebanyak +/- 10 – 15 gram atau 1 sendok makan. Pemupukan dapat diberikan dengan cara dibenamkan dalam media tanam dalam pot, dan dapat juga dengan cara dikocor.
Baca juga ini :
- Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
- Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Kelapa dan Cara Applikasi
- Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)/MOL dan 4 Cara Aplikasinya
- 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
Jika ingin memberikan pupuk dengan cara pengocoran, maka pupuk dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Caranya, larutkan 1 sendok makan pupuk NPK ke dalam 1 – 2 liter air, diaduk sampai semua pupuk terlarut dan siramkan ke media tanam.
Jika tanaman jeruk nipis dalam pot sudah rajin berbunga dan berbuah, maka pemberian pupuk NPK diberikan secara teratur 3 bulan sekali dengan dosis 15 gram NPK/tanaman. Pemberian pupuk boleh dengan cara langsung memasukkan pupuk ke dalam lubang media tanam dan bisa juga dengan pengocoran.
![]() |
| Tabulampot. Gambar : Dokpri |
P3r4ngsangan bunga dengan pemangkasan
Pemangkasan tanaman bukan hanya membentuk dan memperindah tanaman itu sendiri, tetapi juga dapat mer4ngs4ng pembungaan. Oleh karena itu, jika tanaman jeruk nipis dalam pot sudah banyak cabang dan rantingnya, maka perlu dipangkas sebahagiannya terutama daun-daun yang rimbun dan cabang-cabang yang terlalu rapat .
Dengan pemangkasan, maka sinar matahari akan masuk ke seluruh bagian tanaman jeruk nipis. Akibatnya, proses fotosintesis berjalan lancar dan pembungaan pun berjalan cepat.
Demikian cara menanam dan memupuk jeruk nipis dalam pot agar rajin berbuah. Semoga bermanfaat dan salam sukses.
Demikian cara menanam dan memupuk jeruk nipis dalam pot agar rajin berbuah. Semoga bermanfaat dan salam sukses.
Tuesday, August 7, 2018
Cara Mudah, Tapi Ampuh Mengatasi Semut dan Kutu Putih Tabulampot
12:11 AM
Cara Mengatasi Semut dan Kutu Putih Tabulampot -- Amat mengganggu keberadaan semut dan kutu putih pada tanaman dalam pot. Apalagi ia datang saat tanaman buah mulai berbunga, harapan menjadi buah sudah tak perlu ditunggu lagi. Kutu putih “tanpa merasa bersalah” mengisap manisnya cairan tanaman kesayangan Anda. Kadang kala, dibuatnya tanaman tersiksa sampai layu, bahkan mati.
![]() |
| Kutu putih. Gambar : Dokpri |
Kerja Sama Semut dan Kutu Putih (Symbiosis Mutualisme)
Apa hendak dikata, semut dan kutu putih sudah bersepakat di situlah mereka mencari rezeki untuk kelangsungan hidupnya. Mereka bekerja sama yang saling menguntungkan satu sama lainnya (symbiosis mutualisme).
Sayangnya, semut dan kutu putih tidak “merasa kasihan” kepada empunya/penanam/petani yang telah mengurus tanamannya mulai dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari, semenjak mata terbuka sampai mata terpejam lagi malam hari.
Tengoklah sekali lagi pada tanaman dalam pot itu. Daun-daun dan batang penuh dihinggap dengan kutu putih. Ada yang menumpuk dan ada pula yang menyebar ke seluruh permukaan daun terutama pada bagian bawah. Memang pintar sang kutu putih ini, sengaja ia bersembunyi di balik daun agar tidak ketahuan pada predator. Hanya patner kerjanya yang boleh tau, yaitu semut.
Semut-semut kecil dengan senangnya membuat sarang dalam pot. Sebab, media tanam dari bahan-bahan organik yang gembur dan poros menjadi tempat yang nyaman untuk ia makan dan berkembang biak. Ia membuat sarang di situ sambil naik turun ke tanaman buah yang ada dalam pot.
Kenapa semut senang berlama-lama tinggal dalam pot? Ada makanan spesial di sana. Kutu putih temannya itu tugasnya mengisap cairan tanaman. Kutu putih menyerang tanaman mulai dari batang, daun, tunas, bunga, dan juga buah. Semut melindungi kutu putih karena ada harapan di sana. Cairan manis (nektar) yang dihasilkan oleh kutuh putih menjadi makanan lezat bagi sang semut.
Inilah kenapa semut “sok baik” menjaga kutu putih. Rupanya “ada udang dibalik batu.” Jadi semut berperan menjaga kutu putih dari predator (musuh) yang mengganggunya. Salah satu predator kutu putih itu adalah diptera (semacam serangga) dan banyak jenis predator lainnya. Dengan kehadiran semut, maka musuh alami akan takut untuk memangsa kutu putih. Akhirnya, berkembanglah kutu putih dengan banyak dan semut pun betah berlama-lama dalam pot tanaman.
![]() |
Gejala Serangan Kutu Putih
Seperti yang sudah diceritakan di atas bahwa serangan dari kutu putih sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup tanaman, khususnya tanaman buah. Beberapa tanaman buah yang sering ia serang adalah mangga, jambu air, jambu biji, pepaya, dan lainnya.
Gejalanya dapat kita tengok kasus pada pepaya. Sering ‘kan kita lihat banyak putih-putih pada buah dan daun pepaya atau tanaman mangga? Kutu putih dan juga cendawan yang terdapat di sana. Kutu ini meracuni jaringan tanaman terutama daun sehingga menjadi kuning (khlorosis). Akhirnya, daun-daun kerut, layu dan bahkan rontok.
Manfaat Semut
Sabar dan bersyukurlah karena sekali-sekali lihatlah manfaat semut. Kenapa? Karena di sisi lain, tanpa kita sadari ada kalanya semut menguntungkan kita karena ia salah satu serangga yang bisa bertugas dalam penyerbukan bunga tanaman buah. Tanaman tidak mampu melakukan penyerbukan sendiri tanpa adanya sentuhan dari angin, semut dan hewan lainnya.
Baca juga ini :
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
- Pupuk NPK Phonska Plus Memembuat Panen Meningkat Karena Ini
- Awas!! Jangan Salah Memupuk Tanaman dengan Ampas Kopi, Ini Cara yang Benar
- Cara Cangkok Mangga Agar Cepat Tumbuh, Pakai ZPT ini
Mengatasi Semut Memutuskan Simbiosisnya Dengan Cara Tradisional
Masih banyak semut pada tanaman buah dalam pot di rumah Anda? Kutu putih itu akan diserang oleh predator alaminya ketika kita memutuskan kerja samanya. Jadi salah satu cara adalah memutuskan simbiosisnya sehingga salah satu mata rantai hama tanaman sudah “mundur.” Harapannya kutu putih pun habis diserang oleh musuhnya.
Yang paling penting janganlah kita memusnahkan mereka dengan cara-cara "kejam," tapi kendalikan saja. Karena semut dan kutu putih adalah juga bagian dari ekosistem untuk keseimbangan alam.
Baik, berbagai cara untuk mengatasi semut belum ada yang tepat? Mungkin sudah menggunakan insektisida. Bau r-4-cun kimianya bukan hanya semut terbvnuh, tapi dapat mengganggu makhluk lain dan juga mengganggu kenyamanan tetangga. Atau sudah menggunakan pestisida alami seperti bawang merah, jahe, cabe, lengkuas, deterjen, dan lain-lain, tetapi sama saja nihil hasilnya.
Jangan bingung, karena "banyak jalan menuju ke roma." Begini saja jalannya, cara yang mudah dan sederhana. Atasi saja dengan menggunakan minyak makan. Semut tidak berani melewati minyak makan. Ia akan lengket jika melewatinya. Cara membuatnya seperti di bawah ini :
Cara Mengatasi Semut Dengan Minyak Makan
Bahan-bahan :
- Plastik es = 1 buah
- Tali rafia = ½ meter
- Gunting = 1 buah
- Kain planel/handuk bekas/singlet bekas
- Minyak Makan = 10 ml
Cara membuatnya :
- Plastik dipotong sepanjang 15-20 cm (secukupnya sesuai dengan diameter batang tanaman)
- Balut batang tanaman bagian bawah (dekat dengan media tanam) dengan plastik dan ikat (jangan terlalu kecang ikatannya)
- Potong kain planel/handuk bekas/singlet bekas secukupnya.
- Celupkan kain bekas itu ke dalam minyak makan hingga minyak terserap ke kain.
- Balutkan kain yang sudah berminyak ke batang tanaman yang sudah dialasi dengan plastik (lihat gambar di bawah).
- Teteskan minyak makan 1 minggu sekali atau sesuaikan dengan kondisi cuaca (hujan).
![]() |
| Mengatasi semut. Gambar : Dokpri |
Nah, itulah cara mengatasi semut. Cara untuk memutuskan kerja sama semut dengan kutu putih. Semut tidak akan berani melintasi spot minyak makan itu. Semut berhenti naik-turun ke tanaman buah dalam pot. Akibatnya, semut teratasi dan kutu putih pun akan hilang dimangsa predatornya.
Tips :
- Sebelum membalut dengan kain yang sudah diolesi minyak makan, semprot dulu semut dan kutu putih yang ada pada batang dan daun-daun (sebelah bawah) dengan air biasa. Jika mau menggunakan larutan deterjen boleh juga, tapi setelah +/- 15 menit dibilas lagi.
- Jika media tanam berpotensi bersemut sebaiknya balut batang dengan kain yang diolesi minyak makan sebelum tabulampot berbunga.
- Atur posisi pot sedemikian rupa sehingga tajuk tanaman tidak bersentuhan dengan tajuk tanaman dalam pot lain. Jadi tidak ada jalan untuk semut datang.
Sunday, July 22, 2018
Cara Membuahkan Belimbing Manis (Madu) Dalam Pot kombinasi Nutrisi Organik dan Kimia
2:44 AM
Cara Membuahkan Belimbing Manis (Madu) Dalam Pot kombinasi Nutrisi Organik dan Kimia - Belimbing manis seperti varietas belimbing madu sungguh banyak diminati konsumen. Karena itu, tidak heran jika banyak dijumpai tanaman belimbing manis yang ditanam diperkarangan rumah dalam pot. Memetik dari hasil tanam sendiri, rasanya pun akan sangat berbeda dibandingkan membeli di pasar.

Para hobiis tanaman buah dalam pot (tabulampot) sungguh pintar membuahkan belimbing manis yang ditanamnya. Tetapi, sayangnya rahasia membuahkan belimbing manis itu tidak banyak mengalir ke semua orang. Jika yang baru-baru mencoba menanamnya, tentu saja sedikit “pusing” karena mungkin tanamannya belum mau berbuah.
Berangkat dari situlah, maka postingan ini mencoba sharing pengetahuan bagaimana memperlakukan belimbing manis dalam pot agar cepat dan suka berbuah. Cepat berbuah maksudnya belimbing manis mau berbuah dalam waktu minimal 3-6 bulan setelah tanam. Sedangkan suka berbuah tidak hanya sekali berbuah kemudian berhenti, tetapi berbuah sepanjang musim.
Baik, ada beberapa faktor sebenarnya yang mempengaruhi berbuah tidaknya belimbing manis yang ditanam dalam pot. Faktor-faktor tersebut adalah bibit, media tanam, ukuran pot, pupuk, air, dan sinar matahari.
Selain itu, per_4_ngsangan dengan hormon atau zat pengatur tumbuh (ZPT) dan perlakuan seperti pelukaan batang dan stres air merupakan “senj_4_t_4 pamungkas” yang “terpaksa” digunakan jika belimbing manis belum berbuah juga.
Bibit belimbing manis
Sebelum menanam belimbing manis tentu saja perlu dipersiapkan bibit. Bibit belimbing manis yang mau cepat berbuah adalah hasil perbanyakan vegetatif, seperti cangkok, sambung pucuk, stek batang, dan sambung susu.
Jika tidak cukup pengetahuan untuk memperbanyak bibit sendiri secara vegetatif, belilah di penyedia bibit belimbing manis yang terdekat dengan tempat tinggal. Bibit haruslah yang terjamin kualitasnya dan diperoleh dari tanaman induk yang sehat dan produktif.
Pot
Jika ingin belimbing tumbuh cantik, pilihlah pot yang yang bentuknya menarik juga. Tetapi, yang harus diperhatikan dalam pemilihan pot adalah ukuran dan daya tahannya. Ukuran pot relatif, namun haruslah sedikit lebih besar minimal diameter 60 cm dan tinggi 50 cm. Pot yang kecil akan menyulitkan pertumbuhan akar dan ketersediaan nutrisi tanaman.
Untuk daya tahan pot tergantung finansial. Jika memiliki kelebihan keuangan boleh menggunakan pot dari beton, bekas drum minyak, dan pot plastik yang tebal. Tidak juga mengurangi produktifitas belimbing manis jika harus menggunakan pot standar biasa. Kelebihan memakai pot yang berkualitas adalah daya tahannya lama sehingga tidak repot dengan rutinitas ganti pot.
Media Tanam Tabulampot
Komposisi media tanam akan menentukan mau tidaknya belimbing manis berbuah. Media tanam yang baik haruslah yang gembur, poros, aerasi bagus dan mengikat air dengan baik. Tersedianya hara makro dan mikro dalam media tanam akan berpotensi belimbing manis berbunga dan berbuah cepat.![]() |
| Belimbing madu dalam pot udah belajar berbunga. Dokpri |
Untuk membuat media tanam sangatlah mudah karena di sekitar tempat tinggal bahan-bahannya tersedia. Pertama adalah tanah. Tanah kebun lebih bagus kalau ada. Namun, kalau tanah tersebut tidak ada, boleh digunakan tanah di lahan rumah atau tanah timbun. Yang penting sekali adalah tanah jangan yang banyak bebatuan, sampah plastik, dan bahan-bahan r-4-cun di dalamnya.
Yang kedua adalah pupuk organik berupa pupuk kandang. Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam jangan kotoran ternak yang masih basah. Tetapi, pupuk kandang yang baik adalah pupuk kandang yang sudah matang. Ciri pupuk kandang yang sudah matang dan terdekomposisi sempurna adalah jika dicium tidak ada lagi bau menyengat seperti bau kotoran ternak, jika dipegang tidak lengket, dan remah strukturnya.
Yang ketiga adalah arang sekam (buka abu sekam yang dibakar). Jika sulitnya mendapatkan arang sekam, bisa digunakan sekam padi. Namun, penggunaan sekam padi sebenarnya kurang baik karena menimbulkan efek buruk bagi tanaman seperti berjamur dan lainnya.
Cara membuat media tanam tabulampot
Ukuran pot harus sudah pasti, misalnya ukuran pot 0,6 m x 0,6 m x 0,5 m, maka isi/volume pot adalah 180 liter. Pot diisi media tanam ¾ saja. Maka volume yang harus dibuat adalah ¾ x 180 liter = 135 liter saja.
Campurkan media tanam tanah + pupuk kandang + arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Jika menggunakan kalkulasi ukuran pot di atas, maka siapkan bahan-bahan :
- Tanah = 1/3 x 135 liter = 45 liter
- Pupuk kandang = 1/3 x 135 liter = 45 liter
- Arang sekam = 1/3 x 135 liter = 45 liter
Campurkan secara merata ketiga bahan tersebut, tambahkan sedikit dolomit +/- 20 gram dan 5 gram NPK 15 : 15 : 15. Aduk lagi sampai merata. Kemudian isi media tanam yang sudah dibuat itu ke dalam pot.
Cara mengisi media tanam tabulampot
Sebelum mengisi media tanam yang sudah dibuat ke dalam pot, pastikan post sudah ada drainase berupa lubang keluar air. Okay, isikan terlebih dahulu pecahan batu bata atau pecahan genteng di dasarnya. Pecahan batu bata tersebut berfungsi agar tidak terjadi penyumbatan lubang keluar air pada saat hujan atau kelebihan air saat penyiraman.
Isi media tanam yang sudah dibuat ke dalam pot hingga ¾ bagian pot. Siram media tanam dan biarkan selama seminggu sebelum bibit belimbing manis ditanam.
Pemupukan
Belimbing manis yang sudah ditanam dalam pot dipupuk secara teratur. Pemupukan bertujuan memberikan nutrisi atau unsur hara baik mikro maupun mikro yang tidak atau kurang ketersediaannya dalam media tanam.
Unsur hara makro makro seperti N,P, dan K sangat dibutuhkan oleh tanaman. Demikian juga dengan Ca, Mg dan S, unsur hara makro yang harus tersedia untuk pertumbuhan tanaman walau kebutuhannya relatif rendah. Di samping unsur hara makro, unsur hara mikro seperti Mn, Fe, Zn, dan lain-lain juga nutrisi yang harus tersedia walaupun dalam jumlah kecil sekali (mikro).
Oleh karena itu, dalam pemupukan perlu adanya kombinasi pupuk organik dan pupuk kimia. Makanya, mulai dari membuat media tanam kita sudah memberikan pupuk kandang dan juga pupuk kimia NPK, dan juga dolomit sebagai kombinasinya.
Ok, yuk lanjut memupuk. Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman sudah berumur 3 bulan. Berikan pupuk urea 1,25 gram, SP-36 3,5 gram dan KCl 1,8 gram. Jika sulit memberikan pupuk tunggal tersebut, pupuk NPK 16:16:16 boleh juga diberikan sebanyak 5-10 gram per pot. Pemupukan diberikan setiap 3 bulan sekali.
Pemberian pupuk dengan cara dibenamkan ke dalam media tanam sedalam +/- 10 cm. Pupuk bisa juga diberikan dapat dengan cara dikocor. Larut pupuk (dosis pupuk tersebut di atas) dengan air secukupnya. Siram secara pelan-pelan ke media tanam sekitar perakaran.
Kebutuhan Sinar Matahari Belimbing Manis
Tanaman belimbing manis sama halnya seperti tanaman buah lainnya. Ia membutuhkan sinar matahari yang cukup minimal 8 jam per hari. Sinar matahari berguna untuk proses fotosintesis sehingga terbentuknya zat makanan dalam jaringan tanaman. Tanpa berlangsungnya fotosintesis, maka belimbing manis mustahil untuk berbuah.
Oleh karena itu, tempatkan pot yang sudah ditanam belimbing manis di tempat yang terkena sinar matahari. Usahakan mendapatkan sinar matahari pagi secara langsung.
Penyiraman
Jangan lupa untuk selalu memperhatikannya terutama ketersediaan air. Penyiraman 1-2 kali setiap hari. Jika musim hujan, penyiraman dapat disesuaikan. Intinya, jangan sampai media tanam kering karena tanaman akan stres. Jika air (kelembaban tanah) tidak cukup tersedia, maka belimbing manis akan sangat berbuah karena terganggu penyerapan nutrisi.
Demikian cara membuahkan belimbing manis dalam pot. Namun, jika pun belum mau berbuah, maka beberapa perlakuan ini harus ditempuh untuk mer_4_ngsang tanaman belimbing manis. Beberapa perlakuan/per_4_ngsangan adalah :
Pemangkasan
Untuk mempercepat belimbing manis berbunga, maka cabang dan daun-daun yang rimbun mesti dipangkas. Tujuannya agar tidak menghalangi masuknya cahaya ke seluruh bagian tanaman. Pemangkasan juga akan membentuk tanaman dalam pot menjadi lebih indah.
Pencacahan batang
Melukai batang dengan cara membacoknya secara selang seling-seling adalah cara “memaksanya” berbuah. Pelukaan dibatang utama sampai ke bawah. Dengan adanya pelukaan batang, fotosintat tidak lagi disalurkan ke akar. Dengan tertumpuknya fotosintat dibagian atas seperti cabang, maka akan berpotensi menghasilkan bunga dan buah.
Baca juga ini :
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
- Pupuk NPK Phonska Plus Memembuat Panen Meningkat Karena Ini
- Awas!! Jangan Salah Memupuk Tanaman dengan Ampas Kopi, Ini Cara yang Benar
- Cara Cangkok Mangga Agar Cepat Tumbuh, Pakai ZPT ini
Mencekik batang belimbing manis dengan cara mengikat batang utama dengan kawat secara melingkar. Lilitkan kawat ke batang satu atau dua kali lilitan dengan kuat. Cara ini juga untuk mempercepat keluarnya bunga belimbing manis.
Ganti Pot (Repotting)
Jika belum juga berbuah, ada kemungkinan masalahnya pada pot. Maksudnya, media tanam sudah sangat keras, nutrisi sudah tidak tersedia, akar sudar penuh terdesak dan terganggu, dan lain-lain. Maka sekarang belimbing manis dalam pot harus diganti dengan media tanam yang baru.
Buat media tanam yang baru dengan cara seperti di atas. Potong sebagian akar agar tumbuh rambut akar baru. Tinggalkan sedikit tanah yang lengket di akar saat memindahkan dari pot lama. Jika pot sudah rusak, ganti dengan pot yang baru.
Saturday, July 7, 2018
BUDIDAYA NANGKA MINI DALAM POT – Kunci Cepat Berbuah Ada Di Pemupukannya
9:03 AM
Makanya, tidak mengherankan jika banyak orang yang mencoba melakukan budidaya baik ditanam langsung di tanah maupun dalam pot. Bagi yang mempunyai lahan yang luas, mereka akan menanam dalam jumlah yang banyak. Di samping bisa dinikmati buahnya sendiri, hasilnya dapat menjadi sumber income sampingan.
Lahan sempit bukan kendala untuk menanam nangka mini
Namun, bagi yang mempunyai lahan terbatas, mungkin akan mengurungkan niatnya untuk menanam boh panah (sebutan dalam bahasa Aceh untuk buah nangka) yang berwarna kuning ini dan berduri tidak setajam buah durian. Bisa jadi pemikiran seperti itu karena umumnya jarak tanam nangka 4 m x 6 m bahkan lebih dan tingginya tanaman ini mencapai 10 – 25 meter. Waduh tingginya!
Tak perlu khawatir bagi yang lahan sempit karena dengan kemajuan teknologi di bidang pertanian, semuanya serba mudah. Yang lama berbuah, bisa dipercepat. Yang batangnya tinggi-tinggi, kini bisa didapat tanaman buah dengan batang pendek-pendek. Tinggal saja apakah ada kemauan untuk menanamnya?
Teruntuk para hobbis tanaman buah atau yang suka menanam tanaman buah yang tinggal di kota dengan perkarangan yang terbatas alias pas-pasan, Anda bisa menanam pohon nangka mini dalam pot. Jadi, lahan sempit bukan lagi kendala menanam nangka mini.
Tanaman buah dalam pot (tabulampot), yaitu nangka mini hasil perbanyakan vegetatif bisa berbuah cepat mulai usia 1,5 – 2 tahun. Bibitnya pun sudah sangat banyak tersedia sekarang. Anda tinggal beli bibit 1 atau 2 batang hasil cangkok, okulasi, atau sambung pucuk dengan harga yang relatif terjangkau, dan tanamlah dalam pot. Siram dan rawat dengan rajin, maka pohon nangka mini dalam pot akan berbuah.
Tanaman buah dalam pot (tabulampot), yaitu nangka mini hasil perbanyakan vegetatif bisa berbuah cepat mulai usia 1,5 – 2 tahun. Bibitnya pun sudah sangat banyak tersedia sekarang. Anda tinggal beli bibit 1 atau 2 batang hasil cangkok, okulasi, atau sambung pucuk dengan harga yang relatif terjangkau, dan tanamlah dalam pot. Siram dan rawat dengan rajin, maka pohon nangka mini dalam pot akan berbuah.
Tapi, apakah semudah itu berbuah? Banyak teman-teman yang sudah menanam nangka mini dalam pot, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda berbunga apalagi berbuah? Nah, kendala itulah yang akan Anda dapatkan solusinya dalam artikel ini.
Artikel ini akan memaparkan tentang kunci budidaya nangka mini dalam pot. Dimana dalam budidaya nangka mini dalam pot bahwa salah satu kunci cepatnya berbuah adalah bagaimana cara Anda memupuknya. Dengan kata lain, pemupukan nangka mini dalam pot adalah faktor penting/menentukan dan perlu dilakukannya dengan tepat.
Pemupukan Nangka Mini
Anda mungkin berencana membeli bibit dan ingin menanamnya. Atau Anda sudah membeli bibit nangka mini dan sudah juga menanamnya dalam pot. Baik, lupakan itu sejenak. Anda sudah tepat berada pada postingan ini. Kenapa? Karena nangka mini yang hendak atau sudah Anda tanam memerlukan pupuk yang tepat jenisnya dan tepat dosisnya agar dapat cepat berbuah dan berbunga.
Sekilas kita melihat bahwa umumnya orang mengenal hanya pupuk NPK yang terdiri dari 3 unsur hara, yaitu nitrogen (N), phosfat (P) dan kalium (K). Padahal, yang dibutuhkan tanaman tidak hanya N, P, dan K melainkan semua unsur hara makro dan mikro agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Unsur hara makro lainnya yang dibutuhkan, yaitu kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan belerang (S). Dan unsur hara mikro – umumnya mudah diperoleh dengan memberikan pupuk organik – seperti mangan (Mn), besi (Fe) dan sejumlah lainnya yang berperan memperepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh tanaman.
Pupuk dalam media tanam nangka mini dalam pot
Sebenarnya pada saat membuat media tanam untuk diisi ke dalam pot, kita sudah melakukan pemupukan dasar, yaitu menambahkan pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang, humus dan lainnya ke dalam campuran media tanam.
Baca juga ini :
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
- Pupuk NPK Phonska Plus Memembuat Panen Meningkat Karena Ini
- Awas!! Jangan Salah Memupuk Tanaman dengan Ampas Kopi, Ini Cara yang Benar
- Cara Cangkok Mangga Agar Cepat Tumbuh, Pakai ZPT ini
Dengan cara demikian, media tanam lebih poros, ringan, dan tentunya sudah ada pupuk organik (ada hara makro dan mikro meskipun kadarnya rendah) yang mendukung pertumbuhan nangka mini yang Anda tanam nantinya.
Pemberian Dolomit/pengapuran
Pengapuran dengan memberikan kapur dolomite CaMg (CO3)2 disamping menyediakan nutrisi makro tanaman, tetapi juga dolomit dapat menaikkan pH tanah (membuat media menjadi sesuai dengan syarat tumbuh nangka mini). Anda tau bukan? Jika media tanam asam atau pH rendah, maka beberapa unsur hara esensial menjadi tidak tersedia untuk tanaman.
![]() |
| Dolomit. Gambar Dokpri |
Seperti ini ceritanya, akan menjadi sia-sia memberikan pupuk NPK karena pada tanah asam P diikat oleh alumunium dengan kuat. Unsur P pada tanah asam tidak tersedia dan tidak mau “dikasih” untuk nangka mini yang Anda tanam. Akibatnya, apa? Nangka mini lama sekali atau bahkan tidak berbuah jika kondisi media tanam asam terus-menerus. Oleh karena itu, jika membuat media tanam dalam pot, tambahkan dolomit 30 – 50 gram per pot (sesuaikan dengan ukuran pot).
Pupuk Kimia
Pohon nangka mini yang ditanam dalam pot memerlukan nutrisi sesuai dengan pertumbuhannya. Dengan memberikan pupuk sintesis pabrik, unsur hara menjadi cepat tersedia untuk nangka mini.
- Pada usia nangka mini 0 – 1 tahun ; Berikan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 2,5 – 5 gram per pot setiap 3 bulan sekali.
- Memasuki usia 1 – 2 tahun : berikan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 5 – 10 gram per pot setiap 3 bulan sekali
- Memasuki usia 2 – 3 tahun : berikan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 15 gram per pot setiap 3 bulan sekali
- Memasuki usia 3 tahun ke atas: berikan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 20 gram per pot setiap 3 bulan sekali.
Catatan tambahan :
Gantikan sebahagian media tanam dengan media tanam yang baru setiap satu tahun sekali. Tambahkan juga pupuk kandang atau pupuk kompos ke dalam pot. Demikian juga dengan dolomit, jangan sampai lupa ditambahkan agar media tanam menjadi lebih subur.
Pemberian pupuk NPK dapat juga diberikan dengan cara dikocor. Caranya larutkan jumlah pupuk NPK yang tersebut di atas (sesuai dengan retang usianya) ke dalam 1 liter air atau secukupnya, dan siramkan ke media tanam dalam pot agar dapat diserap oleh akar tanaman.
Jika mau melihat daun-daunnya hijau, berikanlah pupuk daun dengan cara disemprot ke seluruh bagian daun, terutama bagian daun sebelah bawah karena banyak stomatanya (mulut daun). Semprot dilakukan pada pagi hari sebelum matahari menyengat.
Jika sulit mendapatkan pupuk NPK dengan kadar yang dimaksud, Anda dapat meracik sendiri pupuk NPK dari pupuk tunggal. Baca di sini cara membuat pupuk NPK sendiri dari pupuk tunggal.
Subscribe to:
Posts (Atom)









