Friday, December 14, 2018
Ternyata Begini Cara menanam Kencur di Polybag yang Tepat
5:56 AM
Cara Menanam Kencur di Polybag -- Kencur (Kaempferia galanga L) sebenarnya tanaman yang sangat mudah dibudidayakan. Karena itu, banyak petani yang menanam kencur di lahan seperti di kebun dan tumbuh cukup subur. Tidak hanya subur, namun produksi rimpangnya juga tinggi. Akan tetapi, masih menjadi tanda tanya apakah kencur bisa ditanam dalam polybag? Kalau bisa tumbuh dan produksinya bagus, bagaimana cara menanam kencur di polybag?
![]() |
| Rimpang kencur. Dokumen pribadi |
Pertanyaan tersebut di atas wajar-wajar saja. Mengapa? Karena mungkin belum memahami dengan tepat cara menanam kencur. Atau masih ada kekhawatiran jika menanam kencur di polybag mungkin tidak sebaik yang ditanam di tanah langsung. Penulis sangat mengapresiasi kepada teman-teman yang ingin mendalami pengetahuan tentang kencur sebelum memulai menanamnya.
Menanam kencur di polybag? Ikuti syarat tumbuhnya
Pada dasarnya menanam kencur di polybag tidak jauh berbeda dengan menanamnya di lahan yang luas. Sebab, hampir seluruh sisi budidaya kencur seperti pembibitan, pemupukan, sampai dengan panen mirip sekali. Yang membedakan hanya saja perlakuan-perlakuan tertentu seperti pembuatan media tanam dalam polybag dan beberapa yang lainnya.
Agar budidaya kencur dalam polybag berhasil, maka kita perlu mengikuti kondisi tumbuh kencur yang sesungguhnya atau kondisi bagaimana ia tumbuh secara alami. Misalnya, kencur menghendaki media tumbuh lempung liat berpasir, pH tanah 5,5-6,5, sinar yang cukup, cukup unsur hara, dan drainase yang baik.
Jika kita lihat dalam budidaya tanaman kencur, baik di lahan maupun di polybag, maka produksi yang diharapkan adalah akar rimpangnya. Ini berarti memerlukan media tanam yang gembur supaya rimpang dalam tanah dapat tumbuh dan menjalar dengan mudah.
Singkatnya, kita mesti membuat media tumbuh kencur dalam polybag mendekati persyaratan tumbuh yang dikehendaki tanaman kencur. Jika tidak demikian, maka tanaman kencur yang ditanam dalam polybag sulit tumbuh subur apalagi produktif.
Mengapa tanam kencur di polybag?
Banyak yang tertarik menanam kencur dalam media terbatas seperti karung, kotak kayu, keranjang, dan juga polybag. Menjadi pertanyaan mengapa tertarik menanam kencur dalam polybag?
Rupanya, setelah mendalami tentang pertumbuhan dan perkembangan kencur, menanam kencur di polybag memiliki kelebihan di samping karena alasan lahan terbatas atau hanya sekadar menyalurkan hobi menanam. Tapi, yang jelas ada beberapa kelebihan menanam kencur dalam polybag sebagai berikut :
- Tidak perlu pengolahan lahan, pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk dasar.
- Mudah dalam penataan dan perawatannya
- Mudah untuk mengondisikan media tumbuh sehingga produktivitasnya tinggi
- Memudahkan pada saat melakukan panen karena hanya membongkar polybag atau wadahnya saja
- Terhindar dari genangan air pada saat musim hujan
Menanam kencur di polybag
Baik, setelah mengetahui prinsip dasar dalam budidaya tanaman kencur, maka kita akan masuk ke teknisnya bagaimana menanam kencur dalam polybag. Ada beberapa tahapan budidaya yang mesti dilakukan, yaitu penyemaian bibit, membuat media tanam, pemilihan polybag, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, sampai bagaimana cara panen kencur.
Pembibitan
Jika keputusan menanam kencur di polybag sudah bulat, maka perlu dilakukan pembibitan. Bibit kencur berasal dari rimpang yang sudah cukup tua kira-kira umurnya sudah 10-12 bulan. Pilihlah rimpang yang berkualitas dan juga bebas dari serangan penyakit seperti jamur.
Rimpang kencur yang bagus biasanya ditandai dengan warnanya yang mengkilap dan dagingnya keras. Kemudian lihat juga rimpang untuk bibit kencur ada calon mata tunas 1-3 mata tunas. Dengan demikian, berarti untuk syarat bibit kencur sudah terpenuhi.
Tugas selanjutnya adalah menyemai dulu rimpang kencur sebelum di tanam dalam polybag. Jika ada rimpang yang bercabang banyak, maka dipotong-potong dulu. Setiap rimpang untuk bibit tetap perhatikan ada 2-3 mata tunas. Potong dengan menggunakan pisau yang tajam.
Agar steril dari jamur atau penyakit, sebaiknya pisau dicelupkan dulu dalam larutan air garam. Pencelupan pisau dengan air garam tetap dilakukan sehabis memotong 1 rimpang kencur.
Oh, ya ..mau rimpang kencur cepat tumbuh ketika disemai? Rendam dalam larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) atonik selama 30 menit sebelum semai. Jika sulit mendapatkan ZPT di pasar, Anda bisa pakai ZPT alami, yaitu air kelapa. Rimpang kencur bisa direndam dalam air kelapa.
Caranya, buat konsentrasi air kelapa kira-kira 75% dengan cara mengencerkan dengan air biasa (kelapa yang usia 7-8 bulan). Lalu rendam rimpang kencur selama 30 menit dalam air kelapa tersebut. Setelah itu, angkat dan tiriskan. Angin-anginkan sebentar sampai kering sebelum disemai.
Caranya, buat konsentrasi air kelapa kira-kira 75% dengan cara mengencerkan dengan air biasa (kelapa yang usia 7-8 bulan). Lalu rendam rimpang kencur selama 30 menit dalam air kelapa tersebut. Setelah itu, angkat dan tiriskan. Angin-anginkan sebentar sampai kering sebelum disemai.
Cara menyemai kencur
Sebenarnya kencur dapat ditanam langsung di polybag tanpa disemai dulu. Namun, untuk memastikan bahwa bibit kencur yang akan ditanam tumbuh semua, maka proses penyemaian bibit kencur sebaiknya dilakukan. Caranya begini :
- Campurkan tanah dengan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1 dan tambahkan sedikit sekam padi
- Masukkan dalam wadah semai. Wadah semai kencur bisa berupa nampan atau sejenisnya. Pastikan ada lubang drainase.
- Masukkan media semai dengan ketebalan 5-10 cm ke dalam wadah semai
- Letakkan rimpang kencur secara rapi dan sedikit berdekatan satu sama lainnya di media semai.
- Tutup dengan tanah di atasnya Kalau ada jerami, lapisi dulu dengan jerami sebelum ditutup dengan tanah di atasnya.
- Terakhir, jangan lupa disiram.
Tempatkan pada tempat teduh dan tidak diguyur hujan. Kelembaban media semai harus tetap terjaga sampai tunas kencur tumbuh. Setelah tunas kencur tumbuh kira-kira 0,5-2 cm, bibit kencur sudah dapat ditanam ke dalam polybag.
Polybag
Karena menggunakan polybag untuk menanam kencur, maka pilihlah polybag yang bagus dan tidak mudah sobek serta tahan lama. Untuk ukuran polybag, pilih polybag yang ukuran tidak terlalu kecil. Anda bisa memakai polybag dengan ukuran 35 atau 50 cm.
Membuat media tanam kencur
Seperti sudah disebutkan sebelumnya, supaya pertumbuhan dan produktivitas rimpang kencur tinggi, maka media tanam kencur di polybag sangat menentukan. Oleh karena itu, dalam membuat media tanam polybag harus diperhatikan komposisi bahan-bahan campurannya.
Bagaimana membuat media tanam untuk diisi ke dalam polybag? Simak caranya seperti berikut ini :
- Siapkan dulu pupuk organik, yaitu bokashi, tanah, dan pasir
- Campurkan 2 bagian bokashi, 1 bagian tanah tanah dan 1/2 bagian pasir. Aduk hingga tercampur merata
- Masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag. Isikan 1/2 bagian polybag saja.
Itu dia cara membuat media tanam kencur untuk dimasukkan ke dalam polybag. Media tanam itu akan lebih bagus lagi jika ditambah satu genggam trichodermadan dicampur secara merata. Trichodermaini adalah jamur antagonis yang akan membunuh jamur patogen pada tanaman kencur.
Penanaman kencur dalam polybag
Kalau bibit kencur sudah mulai tumbuh tunas, berarti sudah saatnya memindahkan kencur dari media persemaian ke media tanam di polybag. Setiap polybag dapat ditanam sebanyak 3-4 rimpang kencur.
Yang jelas, jumlah bibit yang ditanam per polybag sesuaikan dengan ukuran polybag. Jangan terlalu dekat menanamnya. Ideal jarak tanam 10-15 cm per bibit kencur dalam satu polybag. Dengan adanya jarak tanam yang tepat, maka rimpang kencur akan tumbuh dan berkembang dengan baik.
Langkah-langkah menanam kencur di polybag sebagai berikut :
- Buat lubang tanam dengan kedalaman 2-3 cm
- Tempatkan bibit kencur dalam lubang dengan posisi tunas kencur menghadap ke atas
- Tutup lubang tanam dengan tanah, tapi tidak menutup seluruhnya tunas yang sudah tumbuh.
- Siram secukupnya
Penyulaman dan penyiangan
Amati perkembangan kencur setelah 2 minggu ditanam. Kalau ada yang tidak tumbuh kencur yang di tanam di polybag, maka segera lakukan penyulaman agar nantinya pertumbuhan seragam dan panennya serentak.
Tanaman kencur tidak terlepas dari tumbuhan pengganggu seperti gulma. Yang namanya gulma sudah pasti tumbuh di media tanam kencur walaupun ditanam dalam polybag. Gulma akan merebut unsur hara tanaman kencur. Ini berarti dengan tumbuhnya gulma akan terjadinya kompetisi nutrisi.
Nah, agar pertumbuhan dan perkembangan kencur dalam polybag bagus, maka kegiatan penyiangan secara teratur mesti dilakukan. Yang penting media tumbuh kencur bebas dari rumput atau gulma.
Pemupukan
Tanaman kencur yang ditanam dalam polybag atau pot juga butuh zat makanan yang cukup. Karenanya, tanaman kencur perlu dipupuk. Bahkan, sebelum tanam pun, kita sudah berusaha meramu dengan sejumlah bahan yang mengandung nutrisi seperti bokashi untuk media tanam.
Untuk pemupukan kencur bisa menggunakan pupuk organik dan boleh juga pupuk kimia seperti NPK. Namun, penulis lebih menyukai tanpa menggunakan pupuk kimia. Sebab, kencur lebih banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan, minuman, dan juga bahan tambahan pada makanan.
Walaupun demikian, dalam artikel ini tetap memberikan pilihan dalam hal pemupukan. Pilihan pertama bisa menggunakan pupuk organik dan pilihan kedua memupuk dengan pupuk anorganik.
Jika memilih opsi pemupukan hanya dengan pupuk organik, maka gunakan pupuk bokashi. Cara aplikasinya mudah sekali hampir sama dengan kegiatan pembumbunan. Tambahkan bokashi sebulan sekali ke dalam media tumbuh kencur di polybag atau ketika rumpun kencur sudah mulai terbentuk.
Tambahkan bokashi sampai menutup rimpang kencur. Tambahkan secara bertahap dan sedikit demi sedikit sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan rimpang kencur dalam media tumbuh di polybag.
II Pemberian pupuk kimia
Jika pilihan pemupukan kencur di polybag menggunakan pupuk kimia/anorganik, maka cara pemupukan sebagai berikut :
- Kalau menggunakan pupuk tunggal ; larutkan 10 gram urea, 25 gram SP-36 dan 25 gram KCL ke dalam 10 liter air. Aduk sampai larut semuanya. Siramkan sebanyak 250 ml/polybag. Lakukan cara pemukan ini sebanyak 3 kali (bulan ke-1, ke-2, dan ke-3)
- Kalau menggunakan pupuk majemuk ; larutkan 50 gram NPK 16:16:16 ke dalam 10 liter air. Aduk sampai semuanya larut. Siramkan sebanyak 250 ml/polybag. Pemupukan ini dilakukan 3 kali sama seperti di atas.
Pilih salah satu apakah mau aplikasi pupuk tunggal atau menggunakan pupuk majemuk. Jangan sampai diberikan kedua-duanya akan beresiko/terganggu terhadap pertumbuhan tanaman kencur.
Catatan ; jika cenderung memilih pemupukan dengan menggunakan pupuk kimia, maka pembumbunan mesti dilakukan. Tambahkan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang untuk menutupi rimpang kencur.
Pegendalian Organisme pengganggu tanaman (OPT)
Biasanya budidaya tanaman kencur di polybag atau pot jarang sekali terkena serangan organisme pengganggu tanaman.. Walaupun demikian, seandainya muncul masalah dengan hama dan penyakit, maka kendalikan dengan cara mekanis atau menggunakan pestisida organik yang aman terhadap lingkungan.
Panen kencur di polybag
Kapan kencur bisa dipanen? Sebenarnya tergantung tujuan dari menanam kencur di polybag. Rimpang kencur sudah dapat dipanen mulai usia 6 bulan untuk konsumsi. Nah, kalau untuk kebutuhan industri, sebaiknya dipanen pada usia 8 bulan. Dan kalau rimpang kencur untuk dijadikan bibitnya, panen dilakukan pada umur 10 sampai 12 bulan.
Bagaimana cara panen kencur di polybag? Cara panen kencur dalam polybag cukup mudah, tinggal bongkar polybag beserta media tumbuhnya dan pisahkan rimpang kencur dari tanah yang masih lengket. Jangan main paksa ketika membongkarnya, pelan-pelan saja agar rimpang kencur tidak patah dan terluka.
Mau lihat hasil panen kencur dari polybag? Gambar di bawah ini tampak kencur yang baru dipanen. Rimpangnya lumayan bagus dan besar-besar.
![]() |
| Panen kencur. Dokpri |
Demikian artikel ini telah mengupas tuntas tentang cara menanam kencur di polybag. Semoga postingan dapat bermanfaat.
Friday, December 7, 2018
5 Langkah Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri Sebagai Alternatif AB Mix
11:18 PM
Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri -- Bagi Anda pemula yang tertarik dengan menanam secara hidroponik, jangan sampai menunda menyalurkan hobi itu hanya karena tidak ada pupuk AB mix. Sebab, ada banyak alternatif pupuk hidroponik selain AB Mix. Bahkan, jalan yang paling gampang adalah membuat pupuk hidroponik sendiri. Mau tau caranya?
Sebenarnya, hampir tidak ada perbedaan nutrisi tanaman antara menanam sistem hidroponik dengan menanam di media tanah langsung. Baik tanaman yang tumbuh di media air bernutrisi dengan di tanah, sama-sama membutuhkan kecukupan unsur hara makro dan mikro.
Kombinasi pupuk Alternatif AB Mix
Untuk mencukupi N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Zn, dan unsur lainnya pada tanaman hidroponik banyak sumbernya. Salah satunya, kita bisa membuat dengan kombinasi pupuk anorganik dengan pupuk organik cair (POC) yang mengandung sejumlah unsur makro dan mikro. Jadi, tidak “wajib” AB Mix, bukan?
Walaupun memberikan pupuk hidroponik buatan sendiri, dalam aplikasinya haruslah tepat. Sebab, tanaman hidroponik hidup dalam media terbatas, maka kepekatan pupuk yang diberikan mesti benar-benar terukur. Biasanya untuk mengukur konsentrasi pupuk hidroponik digunakan TDS meter. Pada alat ini akan terbaca nilai kepekatan pupuk dalam satuan ppm (part per million).
Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri
Baik, bagaimana membuat pupuk hidroponik sendiri sebagai sebagai alternatif pupuk hidroponik AB Mix? Ada beberapa pilhan membuat pupuk hidroponik dan begitu mudah untuk diracik sendiri, yaitu NPK, KCL, dan Gandasil D, NPK dan POC, Pupuk Tunggal dan Gandasil, Pupuk Tunggal dan pupuk organik cair, dan beberpa lainnya. Bahkan, untuk membuat pupuk hidroponik alami bisa dengan kombinasi beberapa POC/MOL saja.
Akan tetapi dalam postingan ini cukup satu alternatif saja untuk membuat hidroponik sendiri, yaitu campuran pupuk NPK dengan pupuk organik cair (POC). Pupuk organik cair yang digunakan adalah kombinasi antara POC atau MOL (mikroorganisme Lokal) Bonggol pisang dan POC ampas kopi. Saya kira ini sudah setara dengan AB Mix 😅, benar, lho
![]() |
| Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri 985 ppm |
Pada kesempatan ini kita membuat pupuk hidroponik untuk kebutuhan menanam sayuran dengan kepekatan lebih-kurang 1000 ppm. Cukup mudah meramunya, hanya dalam 5 langkah yang sangat sederhana.
Alat-alat :
- Ember
- Gayung
- Pengaduk
- Sendok Makan
- TDS Meter
Bahan-bahan :
- POC Bonggol Pisang
- POC Ampas Kopi
- Pupuk NPK 16:16:16
5 Langkah membuat pupuk hidroponik sendiri:
- Isi air sumur ke dalam ember sebanyak 10 liter. Catatan : Usahakan air sumur benar-benar bersih dan bebas dari kekeruhan atau partikel-partikel lumpur yang melayang di dalamnya. Jika menggunakan air PAM, maka air tersebut harus diendapkan dulu selama 24 jam.
- Larutkan 1 sendok makan pupuk NPK secara terpisah dan tuangkan ke dalam ember. Atau, bisa juga masukkan langsung 1 sendok makan NPK ke dalam ember, lalu aduk-aduk hingga terlarut semuanya.
- Masukkan 100 ml POC/MOL bonggol pisang ke dalam ember yang sudah berisi larutan NPK dan aduk
- Masukkan lagi 100 ml POC ampas kopi ke dalam ember dan aduk hingga tercampur merata
- Ukur kepekatan pupuk dengan TDS meter sampai angka menunjukkan +/- 1000 ppm. Jika sudah tepat, maka pupuk hidroponik ini siap untuk digunakan.
Demikian cara membuat pupuk hidroponik sendiri. Pupuk hidroponik alternatif AB Mix ini dapat menjadi nutrisi tanaman sayuran atau untuk pertumbuhan vegetatif. Selamat mencoba Sobat.
Tip
Jika pupuk hidroponik buatan sendiri itu masih pekat , encerkan dengan air biasa. Sebaliknya, kalau kepekatan masih rendah, tambahkan sedikit pupuk NPK dan POC. Lakukan ini sampai tercapai nilai PPM yang dikehendaki.
Thursday, December 6, 2018
Panduan Lengkap Cara Menyemai Biji Gambas yang Benar agar Cepat Tumbuh
3:58 AM
Cara Menyemai Biji Gambas -- Hasil yang bagus berawal dari proses penyemaian benih yang benar. Demikian juga dengan gambas, kalau ingin produksinya tinggi dan berkualitas, maka cara menyemai benih atau biji menjadi satu hal penting yang mesti diperhatikan dalam budidaya gambas.
Melakukan proses penyemaian sebelum ditanam akan mampu mengurangi terjadinya kerugian akibat benih atau biji yang tidak tumbuh, walaupun sebenarnya proses ini membutuhkan tambahan waktu dan tenaga.
Berikut ini cara dan teknik menyemai biji gambas sebelum tanam :
SIAPKAN LAHAN
Langkah awal atau hal pertama yang harus anda siapkan adalah lahan untuk menyemai biji Gambas. Anda dapat memanfaatkan plastik bekas atau menggunakan polybag yang telah diisi dengan tanah. Siapkan lahan yang memiliki suhu hangat tapi tidak terkena sinar matahari secara langsung.
SIAPKAN BENIH GAMBAS
Hal selanjutnya yang harus anda siapkan adalah benih Gambas. Anda dapat menggunakan benih gambas produksi sendiri atau benih hibrida.
Jika ingin menggunakan benih gambas hasil produksi sendiri, maka anda dapat memanfaatkan gambas yang sudah tua, kemudian bijinya dijemur hingga kering.
Namun, seandainya menggunakan benih hibrida, maka Anda bisa membeli benih tersebut di toko pertanian. Di sana, Anda dapat memilih jenis gambas unggul/berkualitas yang akan ditanam.
Sebaiknya, Anda memilih varietas gambas yang banyak diminati oleh pasar. Dengan cara begini, memudahkan Anda dalam pemasaran hasil panen gambas nantinya. Berapa pun hasil panen gambas yang Anda tanam, pasar akan menyambutnya. Jadi, Anda tidak perlu bingung atau takut mau bawa kemana gambas ketika panen tiba.
Sebaiknya, Anda memilih varietas gambas yang banyak diminati oleh pasar. Dengan cara begini, memudahkan Anda dalam pemasaran hasil panen gambas nantinya. Berapa pun hasil panen gambas yang Anda tanam, pasar akan menyambutnya. Jadi, Anda tidak perlu bingung atau takut mau bawa kemana gambas ketika panen tiba.
Cara menyiapkan benih gambas :
- Kupas atau pecahkan sedikit pada kulit biji gambas tepatnya pada bagian akar yang akan tumbuh, tetapi jangan sampai merusak biji gambas.
- Rendam benih pada wadah tertutup dengan air hangat kuku selama 3 jam.
- Tiriskan benih yang telah direndam, bisa menggunakan kain, namun jangan sampai benih terlalu kering tapi tidak terlalu basah.
- Siapkan kertas koran bekas yang telah dicelupkan pada air hingga seluruhnya basah dan tiriskan kertas koran tersebut hingga air tidak menetes lagi.
- Letakkan benih – benih gambas di atas layer yang berasal dari koran tadi, dengan menggunakan layer berukuran 15 x 15 cm dan isi dengan benih gambas maksimal 50 benih, pastikan benih tersebut tidak saling tindih karena dikhawatirkan akan merusak benih yang tumbuh.
- Bungkus layer menggunakan koran basah yang lebih besar .
- Bungkus koran dengan kantong plastik berwarna hitam dan ikatlah secara rapat, baru kemudian simpan benih tersebut pada tempat yang memiliki suhu hangat agar para benih cepat menjadi kecambah, biasanya proses ini membutuhkan waktu sekitar 20 – 24 jam. Jika dalam waktu tersebut benih masih belum berkecambah, maka lakukan proses penyimpanan hingga benih siap disemai.
Baca juga :
1. Penanaman kecambah
Ketika benih gambas sudah berkecambah, maka saatnya melakukan proses penyemaian. Anda dapat memasukkan benih pada polybag dengan cara melubangi media semai dan memasukkan akar dari benih gambasnya saja, sedangkan biji dari gambas di atas permukaan media semai.
2. Penutupan benih
Selanjutnya yang harus anda lakukan adalah menutupi media semai yang telah berisi benih gambas tadi menggunakan mulsa plastik hitam perak, daun kelapa, ilalang dan karung goni atau yang lainnya. Biasanya proses ini membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 hari.
3. Penutup benih dibuka
Dalam waktu 3 – 4 hari jika benih gambas yang tumbuh sekitar 60 – 70 % maka anda dapat membuka penutup benih. Letakkan bibit tersebut pada lahan yang terkena sinar matahari secara langsung.
4. Pemindahan bibit gambas
Setelah 3 – 5 hari penutup dibuka, maka anda dapat langsung memindahkan bibit gambas ke lahan tanam. Pastikan proses pemindahan bibit dari polybag ke lahan tanam tidak lebih dari 10 hari dari sejak disemai dalam polybag.
Tujuan pemindahan bibit gambas dengan segera adalah untuk menghindari bibit yang sudah tumbuh tinggi akan rusak atau patah. Jika kondisi tersebut terjadi, dapat menyebabkan stres pada bibit gambas ketika polybag dibuka.
Tujuan pemindahan bibit gambas dengan segera adalah untuk menghindari bibit yang sudah tumbuh tinggi akan rusak atau patah. Jika kondisi tersebut terjadi, dapat menyebabkan stres pada bibit gambas ketika polybag dibuka.
Monday, December 3, 2018
Budidaya Tanaman Hidroponik? Aneh Kalau Belum Mengenal dengan Alat dan Bahannya Ini
5:04 AM
Mengenal Alat dan Bahan Hidroponik -- Jika Anda sudah tertarik dengan hidroponik, maka perlu mengenal lebih jauh dengan peralatan dan bahan hidroponik. Jadi, bicara hidroponik bukan hanya tentang media dan nutrisi, tetapi termasuk perlengkapan hidroponik dalam operasionalnya. Apa saja alat dan bahan hidroponik?
Dalam postingan ini ada sejumlah alat dan bahan hidroponik beserta fungsinya untuk budidaya tanaman secara hidroponik. Beberapa peralatan hidroponik tersebut mungkin cocok dan menjadi pilihan untuk Sobat. Yuk, kita lihat satu persatu.
MEDIA HIDROPONIK
Yang dimaksud dengan media dalam sistem hidroponik adalah wadah untuk menampung larutan yang mengandung pupuk dan juga sebagai tempat menaruh pot/netpot, Karena itu, sebelum menanam sayuran perlu mengenal peralatan media hidroponik, yaitu :
Pipa
Salah media atau wadah hidroponik adalah pipa. Biasanya untuk menanam sayuran secara hidroponik digunakan pipa PVC. Jadi dengan pipa PVC, menanam sayuran bisa dengan vertikultur dan horizontal.
Bahkan, untuk hidroponik model Nutrient Film Technique (NFT) atau model akar tanaman menyentuh lapisan larutan nutrisi, penggunaan pipa PVC sangat cocok.
![]() |
| Pipa Hidroponik. Dokpri |
Pipa mesti dipilih yang tepat baik dari sisi ukuran dan ketebalan. Ukuran pipa PVC untuk menanam sayuran digunakan pipa dengan ketebalan sedang dan ukuran diameternya 2,5” – 3 “ (inch). Masalah ukuran pipa juga disesuaikan dengan tanaman dan netpot yang akan digunakan.
Talang air
Pilihan lain untuk media hidroponik adalah talang air. Talang air dibentuk sedemikian rupa sehingga bisa menampung larutan mineral sebagai nutrisi tanaman.
Streofoam
Streofoam bisa dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyalurkan hobi bercocok tanam hidroponik. Biasanya streofoam dipakai untuk hidroponik sistem wick atau menggunakan sumbu dari kain planel.
Wadah yang biasanya digunakan untuk buah-buahan atau es ini ringan dan tahan lama. Selain itu, streofoam sangat mudah dilubangi untuk tempat menaruh pot.
Botol air mineral bekas
Botol air mineral bekas pun bisa digunakan untuk media hidroponik. Tapi, botol air mineral kurang baik untuk hidroponik karena transparan. Artinya, media yang dapat ditembusi sinar matahari akan cepat tumbuh lumut atau tumbuhan air dan akan mengganggu pertumbuhan tanaman hidroponik.
Bambu
Kalau tidak ada media lain, bambu pun bisa untuk menanam sayuran hidroponik. Malahan media hidroponik dari bambu menjadi unik atau klasik. Sayangnya, untuk melubangi bambu sebagai ruang netpot terbilang sulit.
Jiregen
Media lain yang bisa dipakai untuk menanam hidroponik adalah jirigen. Banyak sekali jirigen bekas yang terbuang. Dengan sedikit kreatif, seperti penataan, menanam sayuran hidroponik di jirigen menjadi pilihan untuk mempercantik taman selain memetik sayurannya.
POT ATAU NETPOT
Netpot salah satu perlengkapan budidaya tanaman hidroponik. Netpot digunakan sebagai media menempatkan tanaman dalam instalasi hidroponik.
![]() |
| Netpot. Dokpri |
Netpot hidroponik bisa dibeli di toko pertanian. Berbagai ukuran dan model tersedia di sana. Tapi, kalau mau berkreasi sendiri, Anda bisa menggunakan gelas air mineral bekas.
SUMBU HIDROPONIK
Sumbu hidroponik biasanya dipakai kain planel. Kain ini dapat menyerap larutan nutrisi dengan baik dan tahan lama.
Namun, model hidroponik NFT (Nutrient Film Tehcnique) tidak digunakan kain planel karena nutrisi bersentuhan dengan akar tanaman. Kain planel digunakan sebagai sumbu pada hidroponik model Wick.
BAK AIR NUTRISI HIDROPONIK
Bak air untuk menampung larutan nutrisi merupakan bagian dari alat-alat hidroponik. Bak air ini diperlukan jika menggunakan instalasi hidroponik berupa media pipa atau sejenisnya.
Ada berbagai macam pilihan untuk bak air nutrisi hidroponik, mulai dari bentuk kubus sampai dengan model ember atau baskom. Prinsipnya dalam pemilihan bak air adalah dapat menampung nutrisi hidroponik dan kuat/tidak mudah pecah.
ALAT DAN BAHAN OPERASIONAL HIDROPONIK
Dalam budidaya sayuran hidroponik, sebenarnya perlu juga alat-alat operasional lainnya agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan syarat-syaratnya. Alat hidroponik tersebut adalah :
- pH meter
- TDS meter
- Pompa
- Gelas ukur
- Corong
Itulah beberapa alat-alat pendukung dalam operasional hidroponik. Mari kita lihat kegunaannya satu persatu.
pH meter berguna untuk mengukur derajat keasaman atau pH larutan pupuk hidroponik. pH meter ini juga dipakai ketika menggunakan air sumur atau air sungai sebagai pelarut pupuk. Jadi, air tersebut harus diukur dulu pH-nya sebelum digunakan.
TDS singkatan dari Total Dissolved Solids. TDS meter ini alat untuk mengukur zat-zat atau partikel terlarut. Dalam hal ini mengukur partikel pupuk terlarut dalam larutan hidroponik yang dinyatakan dalam satuan part per million (ppm).
![]() |
| TDS Meter. Dokpri |
Pompa hidroponik diperlukan dalam operasional untuk sirkulasi larutan nutrisi. Jadi, dengan adanya sirkulasi, aerasi lancar dan partikel-partikel pupuk tidak mengendap.
Alat operasional hidroponik gelas ukur berguna untuk mengukur volume larutan pupuk ketika dibuat. Misalnya, dalam membuat larutan pekat pupuk hidroponik Mix AB, gelas ukur ini sangat diperlukan agar volume atau konsentrasi campuran tidak salah.
Corong salah satu opsi alat hidroponik. Corong ini berfungsi untuk memudahkan mengisi larutan hidroponik ke dalam wadah atau tandon.
GREENHOUSE HIDROPONIK
Perlengkapan lainnya untuk mendukung dan melindungi pertumbuhan tanaman hidroponik dibutuhkan ruang khusus yang memiliki atap dan dinding. Perlengkapan ini biasa disebut dengan greenhouse.
Greenhouse ini memiliki ruang dengan atap dapat dilewati sinar dan terlindungi dari angin dan hujan. Bahkan, rumah yang didesain dapat diatur sirkulasi udara dengan baik.
Nah, jika menanam sayuran hidroponik di rumah atau skala hobi, sebaiknya juga diberi pelindung agar tidak diguyur hujan. Sebab, jika terkena hujan, maka konsentrasi larutan pupuk menjadi rendah dan hilang.
MEDIA TANAM HIDROPONIK
Jika Anda pernah memperhatikan netpot hidroponik, Anda akan melihat di dalamnya berisi media tanam/media tumbuh tanaman. Media tanam hidroponik ini sebagai bagian perlengkapan hidroponik karena berfungsi sebagai penyangga tanaman agar dapat berdiri tegak.
Banyak sekali media tanam hidroponik yang dapat digunakan dan sebagian besar media tersebut ada di sekitar kita. Namun, media tanam yang baik harus yang steril dan tahan lama atau bisa dipakai untuk beberapa kali.
Setidaknya ada 12 media tanam hidroponik yang sudah dikenal, yaitu :
- Sabut kelapa (natural)
- Sekam padi
- Arang sekam
- Serbuk gergaji
- Jerami
- Cocopeat (sabut kelapa sudah steril atau produk olahan industri)
- Rockwool (dari batuan vulkanis)
- Pasir
- Kerikil
- Vermiculite
- Busa spons
- Perlite
Nah, itulah media tanam hidroponik baik yang natural maupun yang sintesis. Jika menggunakan yang natural seperti jerami, sabut kelapa, serbuk gergaji, dan lainnya, maka media tersebut harus disterilkan dulu agar tidak tumbuh jamur patogen.
NUTRISI HIDROPONIK
Setelah berbagai peralatan dan bahan hidroponik sudah ada, jangan lupa satu bahan lagi, yaitu nutrisi atau pupuk hidroponik.
Ada berbagai macam pupuk yang dapat digunakan dalam budidaya tanaman hidroponik. Ada yang sintesis seperti pupuk AB Mix dan ada juga pupuk organik cair.
Berbagai merek pupuk hidroponik tersedia di pasar. Bahkan, bisa juga digunakan pupuk cair racikan sendiri. Demikian dan terima kasih sudah hadir di pupuklahan.blogspot.com
Sunday, December 2, 2018
Teknik Gampang Membuat Larutan Pupuk Hidroponik AB Mix Siap Pakai
5:04 AM
Teknik Membuat Larutan Pupuk Hidroponik -- Salah satu pupuk hidroponik yang digunakan adalah pupuk AB Mix. Pupuk ini dilarutkan dulu ke dalam air sebelum digunakan untuk nutrisi tanaman. Konsentrasi atau kepekatan larutan pun berbeda dalam setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nah, untuk itu, bagaimana cara gampang membuat larutan siap pakai pupuk hidroponik AB Mix?
![]() |
| Ilustrasi pupuk hidroponik AB Mix. Dokpri |
Sebenarnya jika Anda mau membaca, pada kemasan pupuk AB Mix sudah tertera cara membuat larutan pupuk hidroponik. Namun, kalau Anda mungkin masih bingung, yuk kita buat dengan mengambil contoh pupuk AB Mix yang ukuran isi 250 gram untuk 1 liter pekatan.
Menyiapkan larutan pekatan AB Mix
Kita perlu menyiapkan larutan pekat pupuk hidroponik AB Mix sebelum digunakan. Dengan sudah menyiapkan larutan ini, akan memudahkan dalam pemakaian nantinya, ya tinggal ambil sesuai dengan kebutuhan. Langkahnya sebagai berikut :
- Anda perlu menyiapkan 2 buah botol ukuran isi 1 liter. Botol bekas air mineral boleh digunakan
- Masing-masing botol diberikan tanda. Untuk botol pertama, berikan tanda A dan botol kedua, berikan tanda B dengan menggunakan spidol/alat tulis.
- Isi air sumur sebanyak 400 ml ke dalam botol A dan 400 ml ke dalam botol B
- Buka kemasan/kantong pupuk AB Mix. Ambil yang kantong A dan larutkan ke dalam air pada botol A. Aduk-aduk hingga merata. Tambahkan air hingga volume larutan dalam botol A menjadi 500 ml.
- Ambil lagi kantong AB Mix yang berisi pupuk B beserta unsur mikro warna hijau (dalam kantong kecil). Larutkan ke dalam air pada botol B. Aduk-aduk hingga merata. Tambahkan air hingga volume larutan dalam botol B menjadi 500 ml.
Ilustrasi membuat larutan pekat mix AB |
Nah, sekarang sudah ada 2 botol larutan pekat AB Mix seanyak 1 liter. Masing-masing botol sudah berisi larutan AB Mix sebanyak 500 ml (botol A 500 ml dan botol B 500 ml).
Cara membuat larutan AB Mix siap pakai untuk memupuk tanaman
Untuk nutrisi sayuran hidroponik tidak boleh menggunakan larutan yang konsentrasinya sangat pekat. Bukannya tumbuh sayuran, tetapi mati seketika. Karenanya, perlu selangkah lagi untuk menyiapkan larutan yang siap pakai.
Setiap masa pertumbuhan tanaman, konsentrasi pupuk hidroponik yang diberikan berbeda. Jadi, dalam penggunaan larutan pupuk harus disesuaikan dengan perkembangan tanaman.
Membuat larutan AB Mix untuk kebutuhan pembibitan/semai :
- Untuk membuat 1000 ml (1 L) larutan pupuk AB Mix yang siap pakai untuk fase semai, maka siapkan dulu air sumur atau air bersih sebanyak 900 ml dalam gayung/ember (sebaiknya dalam gelas ukur karena ada ukuran volumenya).
- Ambil sebanyak 3 ml larutan pekat dalam botol A, larutkan ke dalam air yang sudah disiapkan tadi pada langkah di atas (botol yang berisi 900 ml). Aduk-aduk hingga merata.
- Ambil lagi sebanyak 3 ml Larutan pekat yang ada pada botol B, larutkan ke dalam air yang sudah berisi larutan A tadi dan aduk hingga merata.
- Tambahkan air lagi ke dalam larutan yang sudah dilarutkan larutan pekat A dan B sampai total volumenya 1000 ml.
| Ilustrasi membuat larutan Mix AB siap pakai |
Itu tadi baru saja kita membuat larutan pupuk AB Mix siap pakai sebanyak 1 liter. Kalau kebutuhan pupuk siap pakai sebanyak 2 liter, maka penambahan masing-masing larutan pekat AB Mix dikali 2. Contohnya, 6 ml larutan pekat A dan 6 ml larutan pekat B dilarutkan ke dalam 2 liter air. Demikian seterusnya.
Untuk fase vegetatif ;
Fase vegetatif ini adalah masa pertumbuhan tanaman yang meliputi pertumbuhan batang, tunas dan daun. Jadi, pada fase ini konsentrasi pupuk hidroponik AB Mix berbeda dengan saat semai.
Pada fase vegetatif, tambahkan sebanyak 5 ml larutan pekat pada botol A dan 5 ml larutan pekat pada botol B, larutkan dalam 1 liter air.
Untuk kebutuhan larutan pupuk AB Mix siap pakai 2 liter atau lebih, tinggal kalikan saja kelipatan pengunaan larutan pekat A dan B. Misalnya untuk 2 liter, maka larutan pekat AB Mix yang digunakan sebanyak 10 ml A dan 10 ml B.
Untuk fase generatif ;
Nah, jika sudah masuk masa/fase generatif seperti pembungaan dan sudah berbuah, maka naikkan konsentrasi larutan pekat AB Mix untuk pupuk hidroponik siap pakai.
Caranya sama dengan membuat larutan pupuk AB Mix siap pakai pada fase semai. Yang berbeda hanya konsentrasi larutan pekat yang ditambahkan.
Pada fase generatif, tambahkan sebanyak 7 ml larutan pekat pada botol A dan 7 ml larutan pekat pada botol B, larutkan dalam 1 liter air.
Kalau butuh 10 liter larutan pupuk AB Mix siap pakai untuk fase generatif, bagaimana caranya? Caranya ; kalikan saja volume kebutuhan dengan masing-masing volume larutan pekat A dan B standar 1 liter untuk fase generatif.
Begini, nih, 10 x 7 ml larutan pekat A dan 10 x 7 ml larutan pekat B. Maka jadinya adalah 70 ml larutan pekat A dan 70 ml larutan pekat B. Larutkan dalam 10 liter air dan Aduk hingga merata. Demikian seterusnya untuk setiap kebutuhan volume pupuk AB Mix siap pakai.
Catatan :
Setiap kemasan AB Mix berbeda-beda beratnya. Ada yang kecil dengan berat 250 gram dan ada yang besar dengan beratnya 1 Kg. Karena berbeda-beda, maka volume membuat larutan pekat A dan B juga berbeda. Jadi, Silahkan Anda baca dulu petunjuk pada kemasan sebelum membuat larutan pekatan.
Baca Juga :
Pupuk hidroponik AB Mix yang kita buat tadi dengan larutan pekat 1000 ml (500 ml A + 500 ml B), bisa digunakan sampai 100 liter pupuk hidroponik siap pakai. Tapi, khusus jika dipakai untuk memupuk sayuran (vegetatif) dengan konsentrasi 5 ml A + 5 ml B per liter larutan. Rumusnya begini, [(500 ml larutan pekat A + 500 ml larutan pekat B)/(5 ml A + 5 ml B)] = 100 liter.
3 Jenis Pupuk Terbaik Untuk Tanaman Hidroponik Anda, Pilih yang Mana?
1:01 AM
Pupuk Hidroponik -- Apa pupuk hidroponik terbaik? Itulah pertanyaan dari teman-teman yang sangat antusias untuk belajar menanam sayuran ala hidroponik.
Menanam sayuran hidroponik tanpa media tanah memang sangat menarik. Tetapi, kalau tidak mengerti cara merawatnya, tidak cukup pengetahuan tentang nutrisi hidroponik, bisa gagal tumbuh.
Menanam sayuran hidroponik tanpa media tanah memang sangat menarik. Tetapi, kalau tidak mengerti cara merawatnya, tidak cukup pengetahuan tentang nutrisi hidroponik, bisa gagal tumbuh.
Makanya, dalam menanam sistem hidroponik, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah pupuk. Sebab, tanaman membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, perlu mengenal pupuk apa yang digunakan dalam bercocok tanam hidroponik.
Dalam budidaya tanaman hidroponik, larutan pupuk diisi ke ke dalam tandon atau wadah penampung larutan nutrisi. Akar tanaman akan bergerak mencari, menuju dan menyerap larutan yang mengandung unsur hara makro dan mikro untuk pertumbuhannya.
PUPUK HIDROPONIK
Menanam ala hidroponik sudah pasti digunakan pupuk. Namun, pupuk hidroponik tidak sama dengan pupuk dalam budidaya tanaman di media tanah.
Pupuk hidroponik yang terbaik adalah pupuk yang lengkap unsur hara baik makro maupun mikro. Di samping itu, pupuk yang terlarut dalam air harus dapat diserap oleh tanaman.
Jika satu saja unsur hara tidak ada dalam pupuk, maka bisa membuat tanaman tumbuh abnormal. Di bawah ini, ada 3 jenis pilihan pupuk untuk tanaman hidroponik Anda.
1. Pupuk AB Mix
AB mix merupakan pupuk hidroponik yang lazim dipakai. Pupuk ini cepat tersedia dan dapat diserap oleh akar tanaman. Pupuk AB mix mengandung unsur-unsur hara yang lengkap dan cukup mendukung untuk pertumbuhan tanaman.
Pupuk AB mix ini terdiri dari pupuk A (kalium, kalsium, dll) dan B (sulfat, fosfat, dll) yang dicampur pada saat digunakan dengan perbandingan yang tepat. Sebab, jika pupuk AB mix dicampur dengan konsentrasi yang pekat, maka akan terbentuk endapan. Karena itu, baca petunjuk penggunaan pada kemasan sebelum digunakan.
2. Pupuk Anorganik plus Gandasil D
Untuk kebutuhan pupuk hidroponik, sebenarnya tidak perlu pusing karena bisa dibuat sendiri. Asalkan hasil racikan itu mengandung unsur makro dan mikro.
Salah satu contoh pupuk hidroponik yang bisa diracik sendiri adalah kombinasi pupuk NPK, KCl dan pupuk Gandasil D. Di dalam campuran itu, ada hara makro dan juga ada unsur hara mikro yang berasal dari pupuk daun.
Salah satu contoh pupuk hidroponik yang bisa diracik sendiri adalah kombinasi pupuk NPK, KCl dan pupuk Gandasil D. Di dalam campuran itu, ada hara makro dan juga ada unsur hara mikro yang berasal dari pupuk daun.
Membuat pupuk hidroponik sendiri dari pupuk majemuk menjadi pilihan walau ada kelemahan-kelemahannya. Ini umumnya dipakai pada skala kecil atau sekadar untuk menyalurkan hobi menanam hidroponik.
Campuran pupuk anorganik NPK, KCl dan pupuk daun Gandasil D sudah dianggap memenuhi ketersediaan nutrisi hidroponik. Tapi, penggunaannya harus dalam konsentrasi yang tepat dan mesti dikacau setiap hari agar tidak mengendap.
3. Pupuk organik cair (POC)
Untuk menambah nutrisi dalam media air hidroponik, pupuk organik cair (POC) bisa juga digunakan. Sebab, pupuk cair mengandung unsur hara lengkap.
Untuk melengkapi mineral tanaman hidroponik, tidak mesti harus poc dengan merek terkenal atau tidak harus selalu membelinya. Sebab, pupuk organik cair hasil produksi Anda sendiri pun bisa untuk pupuk hidroponik. Misalnya, poc bonggol pisang, sayuran, urin ternak, dan lain sebagainya.
VIDEO Sayuran Daun Bawang Hidroponik Dengan Media Streofoam dan nutrisi POC/MOL Bonggol Pisang + POC Ampas Kopi + NPK (Dokpri)
VIDEO Sayuran Daun Bawang Hidroponik Dengan Media Streofoam dan nutrisi POC/MOL Bonggol Pisang + POC Ampas Kopi + NPK (Dokpri)
Bagaimana membuat nutrisi hidroponik tersebut? Silahkan baca dalam artikel 5 Langkah Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri.. Terima kasih.
Subscribe to:
Posts (Atom)














