Saturday, November 17, 2018
Begini Cara Menanam Jahe Dalam Karung yang Benar Kalau Mau Hasil Panen Berlimpah
5:30 AM
Menanam Jahe dalam Karung/Polybag -- Walaupun menanam jahe dalam karung, panennya bisa berlimpah, rimpangnya banyak dan besar, serta kualitasnya bagus. Untuk mendapatkan hasil jahe seperti itu, tentu ada kuncinya. Apa kunci sukses dan panen berlimpah menanam jahe dalam karung? yuk, ikuti langkah demi langkah cara menanam jahe dalam karung dan Anda akan temukan kuncinya dalam postingan ini.
Oh, iya masih adakah lahan kosong di rumah Anda? Manfaatkan lahan itu untuk menanam jahe dalam karung atau keranjang. Jenisnya bisa jahe merah ataupun jahe gajah atau badak.
Setelah mananam jahe dalam karung, Anda bisa menempatkan karung tanaman jahe di halaman depan, belakang dan juga bisa di samping rumah. Bahkan, dengan penataan yang rapi, selain bernilai ekonomi, menanam jahe dalam karung menambah nilai estetika/keindahan rumah Anda.
Setelah mananam jahe dalam karung, Anda bisa menempatkan karung tanaman jahe di halaman depan, belakang dan juga bisa di samping rumah. Bahkan, dengan penataan yang rapi, selain bernilai ekonomi, menanam jahe dalam karung menambah nilai estetika/keindahan rumah Anda.
![]() |
| Jahe merah dalam karung. Gambar : Dokpri |
Tanaman jahe dalam karung harus mengikuti syarat tumbuhnya
Tanaman rempah-rempah dan multikhasiat untuk kesehatan ini dapat hidup dan berproduksi rimpangnya dengan optimal jika syarat tumbuh jahe terpenuhi. Artinya, walaupun jahe ditanam dalam karung, jahe tetap memerlukan kondisi tumbuh seperti tanah yang gembur, tekstur sedikit berpasir, cukup cahaya, drainase yang baik dan juga kecukupan unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Syarat bibit jahe yang akan ditanam dalam karung
Ketika kita mengharapkan hasil produksi jahe yang berlimpah dan berkualitas, tentu saja harus diawali dengan penyiapan bibit yang memenuhi syaratnya. Meskipun ingin menanam jahe dalam karung, keranjang atau wadah lain, syarat-syarat bibit jahe jangan "dinomorduakan" alias diabaikan.
Apabila syarat bibit jahe yang baik dan pemeliharaan tanaman jahe dalam karung juga tepat, maka akan menghasilkan tanaman dan rimpang jahe sesuai dengan harapan, yaitu tinggi produksinya dan mutu rimpangnya tidak perlu diragukan.
Biasanya bagi yang baru memulai menanam jahe dalam karung atau di kebun, persyaratan bibit sesuatu yang sepele dan kurang diperhatikan. Namun, setelah dua atau tiga kali menanamnya baru menyadari bahwa begitu pentingnya kriteria bibit dalam budidaya tanaman jahe.
Apa syarat bibit jahe untuk ditanam dalam karung? Rimpang jahe untuk dijadikan bibit haruslah diperoleh dari tanaman induk yang sehat, tidak terserang penyakit oleh bakteri dan cendawan/jamur, rimpangnya segar dan sudah cukup umurnya, minimal 10-12 bulan. Selain itu, rimpang bibit jahe berkisar 3-7 cm dan memiliki 2-3 mata tunas.
Nah, semua syarat bibit jahe di atas hanya dapat diperoleh dari kebun kita sendiri. Wah, sulit banget dapat bibit, ‘kan guabelum ada kebun jahe. Gimana nih menanam jahe dalam karung.
Tenang ada solusinya!! Jika belum pernah menanam jahe, berarti untuk kebutuhan bibit jahe dapat diperoleh dengan cara membeli dari penyedia/penangkar bibit yang terpecaya. Tetapi, pastikan bahwa bibit yang dibeli dapat memenuhi syarat-syarat seperti sudah digambarkan di atas tadi.
Tenang ada solusinya!! Jika belum pernah menanam jahe, berarti untuk kebutuhan bibit jahe dapat diperoleh dengan cara membeli dari penyedia/penangkar bibit yang terpecaya. Tetapi, pastikan bahwa bibit yang dibeli dapat memenuhi syarat-syarat seperti sudah digambarkan di atas tadi.
Cara penyemaian bibit
Menanam jahe dalam karung juga perlu pembibitan dulu melalui penyemaian. Sebelum menyemai, rimpang jahe dipotong-potong atau dikopek. Dalam satu ruas rimpang terdapat 2-3 mata tunas sebagai bakal tanaman jahe. Lalu dijemur di bawah sinar matahari selama 2 jam.
Setelah dijemur, rimpang bibit jahe direndam dalam larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) selama 30 menit – 1 jam. Ini bertujuan agar pertumbuhan tunas menjadi lebih cepat. Agar terbebas dari serangan bakteri atau jamur, sebaiknya rimpang bibit jahe dicelupkan dalam larutan fungisida.
Semaikan bibit jahe pada media persemaian. Caranya, letakkan rimpang jahe pada media semai (campuran tanah dan pupuk kandang). Tutup di atasnya dengan jerami secara tipis saja. Terakhir adalah menutup dengan tanah yang diberikan di atas jerami. Jaga kelembaban media semai dengan cara menyiramnya. Kira-kira dalam waktu +/- 2 minggu bibit jahe sudah tumbuh tunas dan siap dipindahkan ke media tanam dalam karung.
Wadah tanam jahe
Untuk menanam jahe pada lahan terbatas atau lahan sempit tentu saja memerlukan wadah khusus yang dapat ditata penempatannya. Wadah yang dimaksud bisa berupa karung beras, goni, keranjang, dan polybag. Wadah ini berguna untuk menampung media tanam jahe di dalamnya.
Katakanlah kita ingin menanam jahe dalam karung, maka ukuran karung mesti besar agar akar rimpang jahe dapat berkembang dengan luas dan baik. Untuk ukuran karung biasa digunakan adalah ukuran 40 cm x 70 cm atau 45 cm x 75 cm.
Karung atau pun polybag untuk menanam jahe yang digunakan harus memiliki pori atau lubang yang nantinya berfungsi sebagai lubang drainase. Dengan adanya lubang-lubang kecil pada karung, maka air yang berlebihan dapat keluar dengan lancar dan tidak menggenangi media tumbuh jahe. Jika karung tidak ada lubang drinase, maka perlu dilubangi terlebih dahulu dengan ukuran kecil di sekeliling karung.
Media tanam jahe dalam karung
Media tanam jahe dalam karung yang baik dan memenuhi syarat tentu saja yang gembur, kaya bahan organik, poros, dan adanya unsur hara makro dan mikro di dalamnya. Oleh karena itu, media tanam jahe perlu dipersiapkan yang baik agar dapat mendorong pertumbuhan secara optimal.
Media tanam jahe dalam karung terdiri dari campuran tanah (tanah gembur), pupuk kandang (yang sudah benar-benar matang), serbuk gergaji/sekam padi, dan juga sedikit pasir. Perbandingan masing-masing bahan media tanam tersebut adalah 2:1:1:1. Aduk secara merata bahan tersebut dan masukkan ke dalam karung.
Media tanam jahe yang telah diracik dimasukkan ke dalam karung. Masukkan media tanam kira-kira 15-20 cm pada dasar karung. Sisa bagian karung yang belum terisi media tanam dilipat dengan cara menekuk bagian atas karung. Siramkan sedikit larutan EM4 ke media tanam tersebut dan biarkan selama 1 minggu sebelum tanam.
Penanaman jahe dalam karung
Bibit jahe yang sudah disemai dan telah tumbuh tunasnya, selanjutnya ditanam dalam media tanam dalam karung. Setiap karung dapat ditanam 3 bibit jahe dengan jarak antar lubang disesuaikan dengan ukuran karung. Titik lubang nantinya akan kelihatan berbentuk segitiga.
Cara menanam jahe dalam karung sebagai berikut :
- Buat lubang tanam dengan kedalaman 3 cm
- Tempatkan bibit jahe dalam lubang dengan posisi tunas jahe menghadap ke atas
- Tutup lubang tanam dengan tanah, tapi tidak menutup seluruhnya tunas yang sudah tumbuh.
- Siram secukupnya
Pemeliharaan jahe dalam karung
Tanaman jahe dalam karung yang sudah ditanam dimonitor perkembangannya. Apabila 30 hari setelah tanam (HST) ada bibit jahe yang mati atau tidak tumbuh, segera disulam/ditanam dengan bibit yang lain.
Media tumbuh jahe harus bebas dari rumput-rumput atau gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman jahe. Oleh karenanya, penyiangan dilakukan secara rutin baik 2 minggu sekali ataupun sebulan sekali (tergantung ada tidaknya tumbuh gulma).
Tanaman jahe dalam karung akan tumbuh dengan baik jika kelembaban media dapat dipertahankan. Untuk menjaga kondisi tersebut, lakukan penyiraman secara rutin setiap hari dan tentunya disesuaikan dengan cuaca.
Seperti tanaman lainnya, jahe dalam karung/polybag juga membutuhkan nutrisi yang cukup. Artinya, jahe mesti mendapat asupan unsur hara seperti N, P, K, Mg, S dan lainnya agar pertumbuhan dan produksi rimpangnya banyak dan berkualitas.
Memupuk jahe dalam karung dengan cara menguruk
Dalam budidaya tanaman jahe dalam karung, pemupukannya dilakukan dengan cara menguruk atau menimbun. Kegiatan pemupukan ini sedikit berbeda dengan cara pemupukan tanaman lainnya. Sebab, pemupukan harus dapat berfungsi ganda. Maksudnya, memberi nutrisi dan sekaligus menutup rimpang jahe.
Pengurukan jahe dalam karung adalah kegiatan menambah bahan-bahan bernutrisi di atas media tumbuh secara bertahap sesuai dengan perkembangan rimpang tanaman jahe. Setiap tumbuh tunas baru dan akar rimpang sudah tampak/menyembul ke atas, segera ditutup/diuruk dengan cara memberikan bokashi yang sudah dicampurkan dengan tanah. Perbandingannya 2 bagian bokashi dicampur dengan 1 bagian tanah.
Mengapa mesti bokashi untuk pupuk jahe dalam karung?
Selama ini kita melihat ada yang menambah serbuk gergaji/serbuk kayu, daun-daun, jerami, sekam padi, pupuk kandang, tanah dan lain-lain untuk menambah media tumbuh jahe dalam karung dan juga menutupi rimpang jahe. Ini boleh-boleh saja dilakukan karena akan membuat media tumbuh jahe gembur dan kaya bahan organik.
Namun, akan menjadi lebih bagus dan tambah produktif jika bahan-bahan organik tersebut diberikan untuk tanaman jahe dalam karung dalam bentuk bokashi. Bahkan, pemberian bokashi mejadi kunci sukses yang membuat panen jahe berlimpah. Bokashi ini merupakan kompos yang dibuat dengan proses dekomposisi yang melibatkan bioaktivator, yaitu mikroorganisme EM4. Cara membuat bokahi pun mudah sekali dan dalam waktu 7 hari sudah siap digunakan untuk tanaman.
![]() |
| Tanaman jahe merah dalam polybag/karung. Gambar : Dokpri |
Mengapa mesti bokashi? Bokashi jelas sekali pupuk organik yang sudah relatif stabil dan mengandung unsur hara makro dan mikro yang dapat cepat diserap akar tanaman jahe sekaligus membuat media tumbuh jahe dalam karung tetap gembur. Dengan demikian, pertumbuhan rimpang jahe menjadi cepat dan lebih optimal.
Selain bokashi, pupuk apa lagi untuk memacu pertumbuhan jahe dalam karung? Jahe perlu juga dipupuk dengan pupuk organik cair (POC). Kapan dan bagaimana pemupukannya dengan POC? Pemupukan jahe dengan POC sudah dapat dilakukan pada umur 2-4 minggu setelah tanam. Pemupukan dengan cara dikocor ke media tumbuh dalam karung dan disemprot melalui daun.
Pengocoran jahe dalam karung dilakukan 1-2 kali dalam. Sedangkan untuk penyemprotan, bisa 1-4 kali dalam sebulan. Atur selang waktu antara pengocoran dan penyemprotan, jaraknya kira-kira 3 hari atau 1 minggu. Gunakan dosis POC secara tepat sesuai dengan anjuran.
Pupuk organik cair untuk suplemen tanaman bisa dibeli di pasar seperti merek HCS SOT (maaf tidak bermaksud promosi) dan bisa juga merek-merek lain yang sudah banyak beredar di pasaran. Tentu saja jika pupuk organik cair dibeli di pasar/toko pertanian, pastikan produksinya legal dan izin produksi.
Jika mau efisien, berikan POC hasil buatan sendiri untuk tanaman jahe dalam karung. Untuk keperluan sendiri, pupuk organik cair mudah sekali membuatnya dan bahan-bahan pun tersedia di sekitar tempat tinggal kita.
Pengocoran jahe dalam karung dilakukan 1-2 kali dalam. Sedangkan untuk penyemprotan, bisa 1-4 kali dalam sebulan. Atur selang waktu antara pengocoran dan penyemprotan, jaraknya kira-kira 3 hari atau 1 minggu. Gunakan dosis POC secara tepat sesuai dengan anjuran.
Pupuk organik cair untuk suplemen tanaman bisa dibeli di pasar seperti merek HCS SOT (maaf tidak bermaksud promosi) dan bisa juga merek-merek lain yang sudah banyak beredar di pasaran. Tentu saja jika pupuk organik cair dibeli di pasar/toko pertanian, pastikan produksinya legal dan izin produksi.
Jika mau efisien, berikan POC hasil buatan sendiri untuk tanaman jahe dalam karung. Untuk keperluan sendiri, pupuk organik cair mudah sekali membuatnya dan bahan-bahan pun tersedia di sekitar tempat tinggal kita.
Baca juga :
Pengendalian hama penyakit pada jahe dalam karung
Meskipun jahe ditanam dalam karung, hama dan penyakit tanaman jahe harus diakui memang ada. Beberapa penyakit tanaman jahe seperti layu bakteri, busuk rimpang, bercak daun putih, dan lainnya.
Namun, jika pada seleksi bibit jahe dan perlakuan media tanam dalam karung sudah dilakukan dengan benar dan tepat, maka hampir dapat dipastikan hama dan penyakit tanaman dapat ditekan sampai seminimal mungkin. Misalnya, pada media tanam sudah ditambahkan jamur antagonis seperti trichoderma, maka tanaman jahe akan terbebas dari serangan jamur patogen.
Biasanya budidaya tanaman jahe dalam karung, serangan penyakit dapat mudah diatasi. Walaupun demikian, seandainya muncul masalah serius dengan penyakit, maka kendalikan dengan menggunakan pestisida organik yang aman terhadap lingkungan.
Panen
Kembali kepada tujuan budidaya atau menanam jahe dalam karung, apakah untuk konsumsi sendiri atau untuk komersial. Jika untuk kebutuhan dapur sendiri, maka jahe sudah dapat dipanen dalam waktu 4-5 bulan.
Tetapi, kalau jahe yang dipanen untuk dijual ke pasar atau industri, maka jahe baru dapat dipanen ketika sudah berumur 8-12 bulan. Ciri-ciri jahe sudah tiba waktunya untuk dipanen jika daunnya yang hijau sudah tampak layu menguning dan mengering. Kemudian disusul dengan batangnya yang mengering.
Cara panen jahe dalam karung cukup mudah. Bongkar karung beserta media tumbuhnya dan pisahkan rimpang jahe. Pelan-pelan dalam membongkarnya jangan sampai rimpang jahe patah.
Pada akhir postingan menanam jehe dalam karung, Ada dapat melihat sekilas bibit jahe yang sudah tumbuh ditanam dalam polybag dan karung. Setiap karung/polybag ditanam bibit jahe dengan 3 titik atau lubang tanam.
VIDEO MENANAM JAHE DALAM KARUNG/POLYBAG
Monday, November 12, 2018
Rahasia Sukses Menanam Lada Perdu Dalam Pot agar Berbuah Banyak
8:27 AM
Menanam Lada Perdu Dalam Pot -- “Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang.” Demikian sebuah ungkapan yang maksudnya tidak perlu bersusah-susah, tapi untungnya banyak. Sepertinya, pribahasa itu ada kaitannya dengan menanam lada perdu dalam pot atau polybag dalam postingan ini.
Hanya dengan menanam lada perdu 100 pot/polybag di perkarangan rumah, dengan santai saja, bisa meraup rupiah per tahun sebanyak Rp. 4.500.000,-. Sebuah nilai rupiah yang sangat fantastis. Ini tentu saja ada rahasia yang tersimpan di balik kesuksesan itu. Mau tahu rahasianya, apa? Yuk, kita ikuti ceritanya step by step dalam uraian mengenai rahasia sukses menanam lada perdu dalam pot agar berbuah banyak seperti di bawah ini.
Hanya dengan menanam lada perdu 100 pot/polybag di perkarangan rumah, dengan santai saja, bisa meraup rupiah per tahun sebanyak Rp. 4.500.000,-. Sebuah nilai rupiah yang sangat fantastis. Ini tentu saja ada rahasia yang tersimpan di balik kesuksesan itu. Mau tahu rahasianya, apa? Yuk, kita ikuti ceritanya step by step dalam uraian mengenai rahasia sukses menanam lada perdu dalam pot agar berbuah banyak seperti di bawah ini.
![]() |
| Lada perdu. Dokpri |
Lada komoditas ekspor
Tanaman lada (Piper nigrum L) sudah terkenal sejak zaman dulu kala. Hingga kini, lada yang merupakah raja rempah-rempah (the king of spice) masih menjadi komoditas ekspor. Sebab, lada sangat tinggi permintaannya di pasar internasional. Harganya pun tidak main-main, harganya “sepedas” lada juga berkisar Rp. 100.000,- sampai 150.000,- per kg (tergantung kualitas). Oleh karena itu, budidaya lada, khususnya lada perdu, merupakan usahatani yang masih sangat prospektif.
Tanaman lada merupakan komoditas perkebunan. Karenanya, tanaman dengan bijinya bewarna putih kekuningan ini, orang lebih mengenal dengan tempat tumbuhnya di lahan yang luas/kebun dan ada tiang panjat sebagai tempat lada memanjat. Namun, ternyata sekarang ada tanaman lada yang tidak memiliki sulur panjat sehingga tumbuhnya pendek dan berbentuk perdu, yaitu lada perdu.
Kelebihan tanaman lada perdu
Lada perdu memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan tanaman lada yang memiliki sulur panjat. Karena kelebihan itulah maka banyak peminat tanaman lada perdu untuk ditanam baik di tanah langsung maupun di dalam pot atau polybag. Apa saja kelebihan tanaman lada perdu?
- Karena jarak tanam yang dekat (1 x 1,5), maka bisa memuat banyak tanaman dalam luasan lahan tertentu.
- Tanaman lada perdu tidak memanjat karena tidak ada sulur panjat. Karena itu, dari sisi biaya usahatani menjadi lebih efisien karena tidak mengeluarkan cost untuk tiang panjat
- Pembibitan lada perdu relatif lebih cepat karena diperoleh secara vegetatif melalui stek
- Lada perdu masa produksinya lebih cepat dan sudah bisa dipanen mulai tahun pertama tanam
- Produksi per tanaman mencapai 2 – 5 ons tergantung tingkat produktivitasnya dari tahun ke tahun.
- Untuk urusan pemeliharaan, lada perdu lebih mudah dirawatnya atau dipelihara
- Karena tidak menggunakan tiang panjat hidup, maka lada perdu tidak terjadi persaingan unsur hara.
- Jika mau panen, tinggal petik saja sambil berdiri karena tumbuhnya tidak tinggi
- Tidak harus ada lahan luas, lahan sempit atau di perkarangan rumah pun bisa ditanam lada perdu
- Karena bentuknya yang unik, maka lada perdu bisa dijadikan sebagai tanaman hias
- Dengan tubuhnya yang pendek dan percabangan yang rimbun, lada perdu bisa membuat pemandangan menjadi lebih indah atau memiliki estetika yang sangat bernilai.
Wow, luar biasa keunggulan yang dimiliki lada perdu. Pantas saja banyak orang menaruh perhatian lebih pada komoditas ini. Bahkan, banyak juga yang memilih menanam lada perdu dalam pot sehingga menjadi multimanfaat.
Bagaimana dengan Anda tertarikkah untuk segera mencobanya? Tapi, tunggu dulu. Kita akan melihat lebih jauh bagaimana ia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dari sisi budidayanya. Dengan demikian, ketika menanam lada perdu dalam pot/polybag bisa sukses dan meraup dollar yang kita impikan.
Syarat tumbuh lada
Setelah penulis mencoba menanam lada perdu dalam pot, ternyata syarat tumbuh lada perdu tidak terlalu ketat. Dengan beberapa kombinasi komposisi media tumbuh dan menempatkan di dekat rumah yang mendapat sinar matahari tidak maksimal, lada perdu tumbuh dan produktif.
Baik, apa saja syarat tumbuh tanaman lada? Syarat tumbuh umumnya ini menyangkut dengan kesesuaian lahan yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman lada secara optimal. Berikut ini beberapa syarat tumbuh tanaman lada yang harus terpenuhi.
- Tinggi tempat di atas permukaan laut sampai dengan 700 m merupakan batasan pertumbuhan yang adaptif untuk tanaman lada
- Hidup di daerah tropis dengan curah hujan 2000-2500 mm/tahun dan temperatur udara berkisar 20 – 35 0C
- Tidak memerlukan intensitas sinar matahari yang penuh. Artinya, dengan intensitas cahaya 50-75% dapat tumbuh dengan baik
- Tanah gembur dan poros kondisi tanah yang sesuai untuk tanaman lada
- Ada kandungan bahan organik meskipun dalam jumlah yang rendah
- Tanah berpasir
- Tidak tergenang air dan memiliki drainase yang baik
- pH tanah yang cocok berkisar 5-6,5
- Tersedianya unsur hara baik makro maupun mikro dalam jumlah yang cukup.
Bibit lada perdu
Untuk menanam lada perdu, bibitnya berasal dari hasil stek tanaman induk lada yang sehat, berkualitas, dan produksi tinggi. Dalam waktu 3-4 bulan setelah stek, bibit sudah tumbuh dan dapat dipindahkan ke tempat tanam yang sudah dipersiapkan. Ini memang butuh waktu yang agak lama. Bahkan, bisa menjadi kendala jika belum memiliki tanaman induk lada.
Umumnya, para pembudidaya lada perdu memperoleh bibit lada dari penyedia bibit. Bahkan, bibit lada perdu hasil stek sudah banyak dijual dan dapat mudah diperoleh di garden yang menjual aneka tanaman baik tanaman hias maupun tanaman buah. Bibit lada perdu yang dijual dengan harga tidak begitu mahal, bisa segera ditanam dalam pot atau di lahan/kebun.
Pastikan bibit yang dibeli adalah bibit lada perdu yang terjamin dari sisi kualitasnya. Oleh karena itu, bibit lada perdu yang ingin ditanam dalam jumlah yang banyak, hendaknya bibit lada perdu yang legal dan dapat ditandai dengan adanya label sertifikasi.
Penyiapan wadah tanam lada perdu
Wadah tanam yang dimaksud adalah berupa pot atau polybag untuk mengisi media tanam. Jadi pot atau polybag untuk menanam lada perdu memenuhi syarat-syarat yang diperlukan. Syarat-syarat pot/polybag untuk menanam lada perdu sebagai berikut :
- Pot atau polybag berukuran besar dengan ukuran minimal 40 x 50 cm
- Relatif tebal
- Kuat, artinya tidak mudah pecah/sobek
- Tahan dan tidak meleleh jika terkena panasnya cahaya matahari
- Ada lubang drainase tempat keluarnya air berlebihan.
Penyiapan media tanam untuk lada perdu
Media tanam yang memenuhi syarat untuk tumbuh lada perdu secara umum sudah digambarkan di atas. Media tanam yang gembur, poros, cukup unsur hara dan pH tanah 5-6,5 merupakan syarat yang harus dipenuhi manakala ingin menanam lada perdu dalam pot/polybag.
Oleh karena itu, karena ingin menanamnya dalam pot, maka media tanam lada perdu harus kita bentuk sehingga mendekati kondisi yang sesuai untuk pertumbuhannya. Media tanam digunakan adalah tanah yang gembur dan kaya humusnya. Tanah yang begini harus diambil dari tanah lapisan atas dengan ke dalaman 20 cm (top soil).
Baca juga ini :
Selain tanah, campuran media tanam lada perdu dalam pot/polybag adalah pupuk organik. Pupuk yang kaya dengan nutrisi dan bahan organik bisa berupa pupuk kandang dan bisa juga pupuk kompos. Media tanam lain yang harus dicampur dengan tanah adalah pasir atau arang sekam. Ini bertujuan agar media lebih poros sehingga aerasi dan drainase menjadi lebih baik.
Jika bahan-bahan tersebut sudah tersedia, maka sekarang saatnya untuk membuat media tanam untuk lada perdu. Campurannya ada dua pilihan dan terserah mana yang mau digunakan dan mudah terjangkau.
- Pilihan I Campurkan tanah + Kompos + Pasir/Arang sekam dengan perbandingan 6:2:1. Artinya, 6 bagian tanah dicampur dengan 2 bagian kompos dan 1 bagian pasir.
- Pilihan II. Campurkan tanah + Pupuk kandang + Pasir/Arang sekam dengan perbandingan 6:3:1. Artinya, 6 bagian tanah dicampur dengan 3 bagian kompos dan 1 bagian pasir.
Masih ada lagi yang harus ditambahkan dalam media tanam dalam pot/polybag? Tambahkan dolomit (kaptan) sebanyak 50 gram per pot dan aduk/campurkan hingga merata. Agar tidak terserang jamur parasit, campuran media tanam diberikan sedikit 1-2 sendok makan pupuk trichoderma. Agen hayati ini dapat juga nantinya berfungsi sebagai biofertilizer.
Masukkan semua campuran media tanam yang sudah dibuat ke dalam pot. Setelah itu, boleh tanam langsung? Sebaiknya, biarkan media tanam yang sudah terisi dalam pot selama minimal 1 minggu sebelum tanam. Ini agar media tanam lada perdu dalam pot/polybag lebih kompak dan terbentuknya kondisi media tanam, seperti pH, yang sesuai untuk pertumbuhan lada perdu.
Penanaman lada perdu
Cara menanam lada perdu dalam pot/polybag sama dengan menanam tanaman lainnya. Buka polibag secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Buat lubang tanam dan masukkan bibit dalam media tanam dalam pot. Tutup dengan tanah kembali dan padatkan media tanam di sekelilingnya. Terakhir, jangan lupa disiram.
Pemeliharaan
Pertama, jika ada tanaman lada perdu yang mengalami gangguan pertumbuhan, segera lakukan penyulaman dengan bibit lada perdu yang lain. Amati perkembangannya pada minggu-minggu awal penanaman.
Kedua, lakukan penyiraman secara rutin agar media tumbuh tetap terjaga kelembabannya. Intinya, sesuaikan dengan kondisi media tumbuh dan juga mungkin adanya hujan. Jika hujan, berarti tak perlu disiram dunk.
Ketiga, jangan biarkan media tumbuh dalam pot/polybag tumbuh gulma atau rumput-rumput yang mengganggu pertumbuhan lada perdu. Karenanya, lakukan penyiangan secara berkala.
Keempat, agar lada perdu tidak terjatuh pada saat cabang-cabangnya sudah banyak dan rimbun, pasang penyangga di sekelilingnya. Penyangga bisa berupa bambu yang dibelah-belah atau bahan lainnya yag dapat menopang tanaman lada perdu.
Kelima, pemangkasan diperlukan jika tanaman lada perdu sudah terlalu rimbun. Pemangkasan ini bertujuan agar terbentuknya cabang-cabang produktif dan mendapat sinar matahari ke seluruh bagian tanaman lada perdu.
Pemupukan lada perdu dalam pot
Pemupukan dalam budidaya lada perdu menjadi salah satu kunci kesuksesannya. Oleh karena itu, lada perdu diperlukan pemupukan secara rutin agar mendapat unsur hara yang cukup untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Namun, pemupukan tanaman lada perdu sedikit berbeda dengan tanaman lainnya. Lada perlu tidak diberikan pupuk sekaligus. Dalam setahun, lada perdu dipupuk sampai dengan empat kali dengan selang waktu setiap tahap pemupukan 2-3 bulan sekali. Dan setiap awal pemupukan selalu diberikan pupuk organik. Pemupukan dengan cara dibenamkan di sekeliling tanaman.
Jenis pupuk anorganik pun yang diberikan lain dari yang lain. Pupuknya bukan NPK biasa, tetapi NPK plus, yaitu NPKMg 12:12:17:2. Jadi , dalam pupuk NPK ini ada kandungan (magnesium) Mg 2%. Mengapa perlu adanya unsur hara sekunder Mg?
Peran Mg pada tanah dan tanaman, yaitu :
- Unsur pembentuk warna hijau pada daun (klorofil). Kandungan magnessium pada klorofil sebesar 2,7%.
- Regulator (pengaturan) dalam penyerapan unsur lain, seperti P dan K
- Mer_4_ngsang pembentukan senyawa lemak dan minyak
- Membantu translokasi pati dan distribusi fosfor di dalam tanaman
- Aktivator berbagai jenis enzim tanaman (Novizan, 2007)
Dosis pemupukan NPKMg 12:12:17:2 sebagai berikut :
- Tahun pertama ; dosis pupuk per tanaman, tahap I 10 gram, tahap II 20 gram, tahap III 30 gram dan tahap IV 40 gram.
- Tahun kedua ; dosis pupuk per tanaman , tahap I 25 gram, tahap II 40 gram, tahap III 60 gram dan tahap IV 75 gram.
- Tahun ketiga dan seterusnya ; dosis pupuk per tanaman, tahap I 75 gram, tahap II 60 gram, tahap III 40 gram dan tahap IV 25 gram (Litbang pertanian)
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Lada Perdu
Jika ada hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) jangan menggunakan pestisida kimia. Pengendalian terhadap hama dan penyakit tanaman lada perdu sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang ramah lingkungan, seperti cara mekanis dan penggunaan biopestisida atau pestisida organik.
Panen lada perdu
Inilah yang dinanti-nanti dari budidaya tanaman lada perdu. Jika pemeliharaan dilakukan dengan baik, maka lada perdu akan tumbuh baik dan sangat produktif. Panen lada pada tahun pertama berkisar 1,5 sampai 2 ons per tanaman. Dan angka produksi ini akan terus naik seiring dengan usia tanaman sampai mencapai puncaknya 1/2 Kg per tanaman.
Atau secara rata-rata bisa menghasilkan 30 kg per 100 tanaman lada perdu setiap tahunnya. Dan jika dikalikan dengan harga Rp. 150.000,- /Kg, maka akan menghasilkan uang sebesar Rp. 4.500.000,- per tahun. hmmm..bikin semangat deh 'tuk nanamnya.
Panen lada perdu dilakukan dengan cara memetiknya. Mudah sekali karena tidak perlu menggunakan tangga untuk menjangkau buah lada. Cukup sambil berdiri memanen buah lada. Buah atau biji lada dipetik bersama tangkainya. Hati-hati dalam memanennya, jangan sampai merusak bagian tanaman lainnya. Petik atau panen yang sudah matang saja dan lakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan masak/matangnya biji/buah lada perdu. Salam sukses, ya
Friday, November 9, 2018
Membakar Jerami? Begini Cara Benar Memanfaatkan Jerami Untuk Pupuk Organik Tanaman
10:25 AM
Cara Memanfaatkan Jerami Untuk Pupuk Tanaman -- Ada yang pertanyaan begini, apakah ada manfaat jerami untuk tanaman kalau dibakar? Bagaimana cara yang benar memanfaatkan jerami untuk pupuk tanaman? Itulah dua pertanyaan yang membuat penulis untuk mencoba menjawab agar “tidak ada lagi dusta di antara kita..he..he..😅” Maksudnya agar terbuka pilihan sehingga tidak ada kekeliruan lagi dalam pemanfaatan jerami untuk pupuk tanaman dan bahan pembenah tanah.
![]() |
Jerami
Sebelum menjawab dua pertanyaan penting tersebut, kita pengen tau dulu apa itu jerami. Jerami merupakan bagian tanaman padi yang telah terpisah dari gabah. Jadi, jerami berupa daun atau tangkai yang sudah berubah dari warna hijau menjadi kuning kecokelatan.
Jerami sudah terpisah dari butiran padi dan kadar airnya sudah rendah serta relatif kering. Umumnya, jerami terbuang begitu saja. Kalaupun dimanfaatkan hanya sebahagian kecil saja seperti untuk pakan ternak, anyaman, media jamur, atap gubuk, briket, biogas, dan selebihnya masih terbuang begitu saja atau dibakar untuk penggunaan tertentu.
Kandungan kimia jerami
Terlepas dari berbagai macam penggunaan jerami, kita ingin tinjau dan melihat dengan “kacamata” pertanian khususnya sumber bahan baku pupuk organik. Apa sih komposisi atau kandungan kimia dalam jerami?
Kita masih ingat bahwa dalam peningkatan produksi padi, pemberian pupuk seperti NPK, urea, TSP dan juga KCL dalam jumlah relatif banyak. Pada saat panen, sebahagian besar unsur-unsur hara yang diserap terbawa dalam gabah atau butiran padi, jerami, dan bagian tanaman yang tersisa di lahan.
Jadi, unsur apa saja apa saja yang dibawa oleh jerami? Unsur hara yang disebar pada lahan sawah berupa N, P, K, dan S diserap oleh tanaman padi. Ini berarti sebagian besar unsur hara tersebut ada dalam jerami. Bahkan, unsur-unsur hara mikro yang diambil akar padi dalam tanah sawah ada dalam jerami.
Membakar jerami
Apakah ada manfaat jerami yang dibakar diaplikasi pada tanaman? Nah, jika membakar jerami, maka sama saja membuang-buang unsur hara. Membuang-buang bahan pembenah tanah. Menghilangkan sumber makanan mikroorganisme. Sebab, sebahagian besar unsur-unsur seperti N, P, K, S dan lainnya akan hilang ketika terjadi reaksi oksidasi melalui pembakaran. Bahkan, unsur karbon akan melayang ke udara menjadi CO yang mencemarkan udara ataupun CO2 yang menaikkan temperatur bumi.
Yang tersisa dari pembakaran jerami berupa abu yang di dalamnya mengandung kalsium (Ca), besi (Fe), fosfor, magnesium (Mg), silikon (Si) dan beberapa unsur lain dalam jumlah kecil. Memang dalam jerami masih ada sisa kalium (K) dan ini unsur paling banyak tersisa.
Sayangnya, abu jerami bersifat basa (alkalis di mana pH di atas 7) karena banyak ion-ion garam. Makanya pemberian abu jerami dalam jumlah besar akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Gangguan tanaman ini sering diistilahkan dengan plasmolisis. Plasmolisis ini terjadi karena tingginya konsentrasi garam dalam larutan. Akibatnya, cairan sel keluar dari akar tanaman.
Jadi jelas, abu jerami tidak tidak membuat tanah produktif karena tidak dapat memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah. Sebab, bahan-bahan organik jerami sudah berubah wujud menjadi abu akibat pembakaran. Bahkan, abu jerami bisa mengganggu tanaman jika diberikan dalam dosis tinggi.
Memang dari sisi ketersediaan unsur hara K menguntungkan tanaman. Itupun tidak boleh berlebihan dalam pemberian untuk tanaman. Di sisi lain, peningkatan pH tanah menjadi basa akan terganggu penyerapan unsur-unsur hara lainnya. Beberapa unsur hara mikro menjadi tidak tersedia pada kondisi pH tanah tinggi (basa).
Secara overall ketika kita melihat dari banyak sisi dampak dari pembakaran jerami, kelihatannya lebih banyak sisi negatifnya khususnya terhadap pertumbuhan tanaman dan produktivitas lahan. Belum lagi dampak terhadap lingkungan, asap pembakaran jerami dapat meniimbulkan pencemaran udara.
Cara Benar Memanfaatkan Jerami Untuk Tanaman
Kalau demikian ceritanya, bagaimana memanfaatkan jerami secara benar untuk tanaman? Kalau dalam istilah pertanian organik lebih bagus memberikan makanan pada tanah yang kemudian tanah akan memberi makan tanaman. Artinya, adanya bahan organik dalam tanah akan menjadi sumber makanan mikroorganisme dalam tanah dan secara pelan-pelan akan dilepaskan hara untuk tanaman.
Berarti, jerami sebaiknya dikembalikan kepada lahan dalam bentuk segar ataupun didekomposisi dulu menjadi pupuk organik dengan bantuan mikroba sehingga menjadi pembenah tanah (soil conditioner) yang sangat bagus. Sebab, dengan proses dekomposisi jerami, unsur-unsur hara relatif tidak ada yang hilang. Banyak unsur hara akan tersedia dan siap diserap oleh tanaman. Dengan cara demikian, sudah pasti pertumbuhan tanaman lebih subur, tahan terhadap penyakit, dan nutrisi di dalam tanah selalu tersedia.
Mengolah Jerami Menjadi Pupuk Kompos
Baik, bagaimana cara membuat kompos dari jerami agar dapat menjadi pupuk tanaman? Inilah yang harus dilakukan jika hendak memberikan nutrisi tanaman. Caranya sangat mudah. Begini salah satu teknik pengomposan jerami.
Alat
- Cangkul
- Gembor
Bahan :
- Jerami secukupnya sesuai dengan jumlah yang ingin dibuat
- Effective Microorganisme (EM4) atau bisa MOL (mikroorganisme lokal)
Cara membuatnya :
- Gali lubang dengan menggunakan cangkul atau alat lainnya dengan kedalaman tiap satu lubang 1 atau 1,5 meter. Lebar dan panjang terserah Anda. Demikian juga dengan jumlah lubang, sesuaikan dengan banyaknya kompos yang akan dibuat.
- Taruh tanah galian di pinggir galian
- Masukkan jerami ke dalam lubang galian setebal 20 cm dan padatkan
- Siram dengan larutan EM4 sekadar basah saja (EM4 + gula sedikit + air). Catatan ; 1 ton bahan yang akan dikomposkan, butuh 1 liter EM4.
- Tutup dengan tanah di atas jerami tipis saja (+/- 5 cm)
- Lakukan prosedur seperti di atas sampai lubang galian penuh dengan jerami, jangan lupa tutup dengan tanah di atasnya.
- Biarkan timbunan daun-daunan itu sampai membusuk dan bercampur tanah. Pupuk kompos sudah matang dalam tempo 1,5 – 3 bulan
- Gali kompos yang sudah matang itu dan bisa diaplikasi langsung. Atau bisa juga dikemas dan simpan pada tempat yang tidak terkena hujan. Namun, sebaiknya jika belum waktunya untuk diaplikasikan ke tanaman, biarkan kompos dalam lubang tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)



