Saturday, September 8, 2018
Cara Menanam dan Memupuk Jeruk Nipis Dalam Pot Agar Rajin Berbuah
9:10 AM
Cara Menanam dan Memupuk Jeruk Nipis Dalam Pot -- Jeruk nipis tidak hanya sebagai bumbu dapur semata. Buah hijau dengan rasa masam itu memiliki segudang manfaat lainnya. Dalam dunia kosmetika dan medis, misalnya, buah yang banyak mengandung vitamin C itu merupakan bahan baku yang sangat dibutuhkan.
Itu artinya, apa? Menanam jeruk nipis sangat prospektif. Di samping untuk konsumsi sendiri, jeruk nipis juga dapat menjadi komoditas komersial yang menambah income keluarga.
Itu artinya, apa? Menanam jeruk nipis sangat prospektif. Di samping untuk konsumsi sendiri, jeruk nipis juga dapat menjadi komoditas komersial yang menambah income keluarga.
![]() |
| Jeruk nipis. Gambar : Dokpri |
Bagi masyarakat perkotaan yang umumnya memiliki lahan terbatas bin sempit, jeruk nipis ditanam di pot atau dijadikan tanaman buah dalam pot (tabulampot).
Walau jumlah tanaman jeruk nipis yang ditanam dalam pot terbatas, tapi nilai estetika/keindahan sungguh menakjubkan. Rumah menjadi indah dan kebutuhan jeruk nipis sebagai bumbu dapur pun tanpa harus membelinya lagi, cukup dipetik di halaman rumah sendiri.
Walau jumlah tanaman jeruk nipis yang ditanam dalam pot terbatas, tapi nilai estetika/keindahan sungguh menakjubkan. Rumah menjadi indah dan kebutuhan jeruk nipis sebagai bumbu dapur pun tanpa harus membelinya lagi, cukup dipetik di halaman rumah sendiri.
![]() |
| Bunga dan buah jeruk nipis. Gambar : Dokpri |
Budidaya jeruk nipis dalam pot, sama halnya dengan tanaman lain yang ditanam dalam pot juga. Semuanya berawal dari persiapan bibit, lahan, pemeliharaan dan panen. Namun, dalam postingan ini, kita akan membahas poin-poin penting saja, yaitu bibit, pot, media tanam, pemupukan, dan pemangkasan.
Bibit jeruk nipis
Mau ‘kan jeruk nipis berbuah cepat dan lebat? Nah, jika mau, maka bibit menjadi salah satu kunci dalam menanam jeruk nipis agar cepat berbuah.
Seandainya salah memilih bibit, maka kekecewaan dan kekesalan yang akan dipetik setiap melihat tanaman jeruk nipis dalam pot. Sebab, hari demi hari dilewati, bunga dan buah dari tanaman jeruk nipis di pot “tak kunjung datang.” Siapa yang tidak mengecewakan?
Seandainya salah memilih bibit, maka kekecewaan dan kekesalan yang akan dipetik setiap melihat tanaman jeruk nipis dalam pot. Sebab, hari demi hari dilewati, bunga dan buah dari tanaman jeruk nipis di pot “tak kunjung datang.” Siapa yang tidak mengecewakan?
Tenang, ada solusinya. Karena itulah, maka dalam penyiapan bibit jeruk nipis harus benar-benar diketahui asal-usulnya. Jangan hanya melihat “cantiknya”, tapi lihat pula “keturunannya” dari tanaman induk yang bagaimana.
Bibit tanaman jeruk nipis jangan disemai bijinya jika ingin cepat berbuah. Bibit yang cepat berbuah adalah bibit hasil perbanyakan secara vegetatif, seperti cangkok, stek atau sambung pucuk.
Perbanyakan bibit jeruk nipis secara vegetatif ini dapat dilakukan sendiri andai kata memiliki pengetahuan yang cukup. Namun, jika tidak memiliki skill pembibitan vegetatif, bibit dapat dibeli di tempat-tempat penjual bibit tanaman.
Perbanyakan bibit jeruk nipis secara vegetatif ini dapat dilakukan sendiri andai kata memiliki pengetahuan yang cukup. Namun, jika tidak memiliki skill pembibitan vegetatif, bibit dapat dibeli di tempat-tempat penjual bibit tanaman.
Tapi, harus waspada karena tidak semua bibit jeruk nipis yang dibeli itu cepat berbuah, sehat dan produktif. Mengapa? Karena kita tidak melihat pada saat dilakukan perbanyakan vegetatif, apakah benar diambil dari induk yang sehat dan sudah pernah berbuah?
Intinya, tanyakan kepada penjual hal keadaan bibit tersebut. Atau sebaiknya belilah bibit tanaman jeruk nipis yang sudah disertifikasi (legal dan terjamin).
Intinya, tanyakan kepada penjual hal keadaan bibit tersebut. Atau sebaiknya belilah bibit tanaman jeruk nipis yang sudah disertifikasi (legal dan terjamin).
Pemilihan pot untuk tanaman jeruk nipis
Kalau ingin tanaman jeruk nipis tampil lebih gaya dan ngetrend, pilihlah pot yang cantik dan berkualitas. Sebab, tanaman jeruk nipis itu akan ditempatkan di halaman rumah dan akan dilihat banyak orang. Bukankah mau kelihatan indah?
Yang pasti, pot tidak harus mahal-mahal. Apa artinya pot mahal kalau tanaman tidak subur dan mandul. Pot bisa didapatkan dengan cara membelinya dan boleh juga menggunakan barang-barang bekas, seperti kaleng cat, timba bekas, dan lain-lain. Namun, pot harus memiliki daya tahan dari hujan dan teriknya sinar matahari, minimal bertahan 1-2 tahun.
Ukuran pot tergantung besar kecilnya bibit. Jika ketinggian bibit sekitar 30 cm, ukuran pot yang digunakan tidak harus besar, cukup kecil saja atau diameter 25 – 30 cm. Tapi, untuk memudahkan dan tidak gonta-ganti pot sebentar-sebentar, pilihlah pot yang diameternya 50 – 60 cm.
Usahakan pot memiliki kaki. Bukan untuk berjalan 😅, tapi untuk lancarnya pembuangan air berlebih dalam pot. Tinggi kaki dari dasar minimal 2 cm. Jika untuk estetika, kaki pot lebih tinggi lagi mungkin dan dapat disesuaikan dengan bentuk pot.
Media tanam jeruk nipis dalam pot
Tanah atau sering disebut juga dengan media tanam atau media tumbuh, yaitu sebagai tempat tumbuh tanaman. Jika ingin tanaman jeruk nipis dalam pot tumbuh subur dan produktif, maka media tanam harus memiliki sifat-sifat fisik yang baik, yaitu gembur, poros, aeratif, daya pegang air bagus, dan memiliki drainase yang baik.
Demikian juga dengan sifat kimia dan biologis tanah/media tanam, harus memenuhi syarat untuk mendukung pertumbuhan tanaman jeruk nipis, seperti ketersediaan unsur hara dan juga mikroorganisme tanah.
Demikian juga dengan sifat kimia dan biologis tanah/media tanam, harus memenuhi syarat untuk mendukung pertumbuhan tanaman jeruk nipis, seperti ketersediaan unsur hara dan juga mikroorganisme tanah.
Bagaimana membuat media tanam yang baik untuk tanaman jeruk nipis dalam pot? Karena menanam dalam pot, maka media tanam mesti dipersiapkan terlebih dahulu. Beberapa alternatif/pilihan campuran media tanam yang dapat dibuat, yaitu :
- Alternatif 1, Campurkan tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingannya 1:1:1.
- Alternatif 2, Campurkan tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingannya 1:1:1.
- Alternatif 3, Campurkan tanah, pupuk kandang, dan serbuk gergaji dengan perbandingannya 2:1:1.
- Alternatif 4, Campurkan tanah dan pupuk kompos dengan perbandingannya 2:1.
- Alternatif 5, Campurkan tanah, sekam, dan humus bambu dengan perbandingannya 1:1:1.
Jika ada, sebaiknya tambahkan juga 1 sendok makan dolomit (kapur pertanian) dalam campuran media tanam. Kapur ini berfungsi untuk menurunkan pH tanah sehingga nantinya tidak membuat tanah masam. Bahkan, kapur akan memberikan unsur hara kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) yang merupakan unsur hara makro sekunder bagi tanaman.
Harap diperhatikan dalam penggunaan pupuk kandang, jangan sampai menggunakan kotoran ternak yang masih segar. Ciri pupuk kandang adalah tidak berbau kotoran ternak, remah, warna gelap kehitaman, tidak tampak lagi serat kotoran ternak, dan tidak panas.
Pengisisan media tanam ke dalam pot
Dalam pengisian pot dengan media tanam, perlu diperhatikan apakah pot sudah dibuat lubang drainase (pembuangan air berlebih) pada dasar pot. Jika belum ada, maka buatlah lubang terlebih dahulu.
Isi potongan-potongan streofoam pada dasar pot. Jika tidak ada stereofoam, boleh juga diisi dengan pecahan batu bata. Sebenarnya, stereofoam lebih bagus kalau ada karena lebih ringan dan memilki daya tahan yang sangat lama (undegradable).
Masukkan media tanam yang telah dibuat ke dalam pot. Jangan sampai penuh, sisakan bagian atas 5-10 cm. Kemudian siram media tanam sampai basah dan biarkan selama 1 minggu sebelum menanam jeruk nipis. Ini dimaksudkan agar media tanam lebih kompak.
Penanaman jeruk nipis
Bibit jeruk nipis biasanya disemai dalam polybag. Oleh karena itu, lepaskan polybag secara hati-hati agar tidak lepas/pecah tanah pada perakaran bibit. Sebaiknya, sebelum membuka polybag, bibit disiram terlebih dahulu sehingga media tumbuh bibit padat dan tidak mudah hancur saat dibuka.
Gali sedikit lubang tanam dalam pot, kira-kira seukuran dengan media tumbuh bibit dalam polybag. Masukkan bibit secara perlahan-lahan ke dalam media tanam dalam pot dan posisinya tepat di tengah-tengah pot agar terlihat rapi dan indah. Timbun dan padatkan tanah agar bibit tidak goyang apalagi goyah pada saat disiram, diterpa angin dan hujan.
Penanaman bibit jeruk nipis jangan pada saat terik sinar matahari. Lakukan penanaman pada saat pagi atau sore hari. Demikian juga dengan bibit yang baru ditanam dalam pot, jangan langsung ditempat pada area terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
Sebaiknya, taruh pot yang sudah ditanam bibit jeruk nipis pada tempat terlindungi matahari dan hujan selama 2-3 hari. Setelah melewati masa tersebut, segera pindah pot ke tempat yang terkena sinar matahari terutama sinar matahari pagi.
Sebaiknya, taruh pot yang sudah ditanam bibit jeruk nipis pada tempat terlindungi matahari dan hujan selama 2-3 hari. Setelah melewati masa tersebut, segera pindah pot ke tempat yang terkena sinar matahari terutama sinar matahari pagi.
Siram jeruk nipis yang telah ditanam sampai air merembes pada bagian bawah dasar pot. Penyiraman dilakukan secara rutin setiap hari atau tergantung cuaca. Jangan biarkan tanaman jeruk nipis “haus” karena akan mengganggu pertumbuhannya.
Pemupukan jeruk nipis dalam pot
Pemupukan merupakan hal terpenting dalam menanam, khususnya tanaman jeruk nipis dalam pot. Dengan pemupukan, tanaman tersedia unsur-unsur hara untuk tumbuh dan berkembang.
Bahkan, untuk pembungaan dan pembuahan pun memerlukan jenis dan dosis pupuk yang tepat. Jika tidak tersedia unsur hara yang dibutuhkan dalam setiap tahap pertumbuhannya, hasilnya sama sekali nihil. Seperti pepatah, “jauh api dari panggang.”
Bahkan, untuk pembungaan dan pembuahan pun memerlukan jenis dan dosis pupuk yang tepat. Jika tidak tersedia unsur hara yang dibutuhkan dalam setiap tahap pertumbuhannya, hasilnya sama sekali nihil. Seperti pepatah, “jauh api dari panggang.”
Tanaman jeruk nipis membutuhkan unsur hara esensial N,P dan K. Dimana nitrogen (N) berfungsi untuk vegetatif, seperti pertumbuhan akar, batang, tunas dan daun. Fosfor (P) berfungsi mempercepat pembentukan bunga dan buah serta pemasakan biji dan buah. Dan kalium (K) berperan dalam pembentukan protein dan karbohidrat serta tahan terhadap penyakit dan kekeringan.
Oleh karena itu, tanaman jeruk nipis yang sudah “dihukum” dalam pot, harus segera diberi makan berupa nutrisi yang menyehatkan. Begini tahapan pemupukan.
Satu bulan setelah tanam, tanaman jeruk nipis dalam pot sudah harus dipupuk. Pupuk yang diberikan harus menyediakan unsur hara N,P dan K. Karena itu, berikan pupuk urea, TSP, dan KCL sebanyak +/- 20 gram atau 2 sendok makan. Perbandingan masing-masing pupuk tersebut adalah 2:2:1.
Jika urea dan TSP sulit didapatkan, maka pupuk tersebut dapat digantikan dengan pupuk lain, yaitu pupuk ZA untuk ganti urea dan pupuk SP-36 untuk ganti TSP.
Jika urea dan TSP sulit didapatkan, maka pupuk tersebut dapat digantikan dengan pupuk lain, yaitu pupuk ZA untuk ganti urea dan pupuk SP-36 untuk ganti TSP.
Cara aplikasinya, gali media tanam sekitar batang jeruk nipis dalam pot sedalam +/- 10 cm. Masukkan pupuk ke dalam lubang tersebut dan ditutup kembali. Siram secukupnya setelah pemupukan.
Pada saat mulai berbunga, jangan sampai larut dalam kegembiraan. Pemupukan jeruk nipis harus dilanjutkan lagi. Segera berikan pupuk NPK sebanyak +/- 10 – 15 gram atau 1 sendok makan. Pemupukan dapat diberikan dengan cara dibenamkan dalam media tanam dalam pot, dan dapat juga dengan cara dikocor.
Baca juga ini :
- Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
- Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Kelapa dan Cara Applikasi
- Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)/MOL dan 4 Cara Aplikasinya
- 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
Jika ingin memberikan pupuk dengan cara pengocoran, maka pupuk dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Caranya, larutkan 1 sendok makan pupuk NPK ke dalam 1 – 2 liter air, diaduk sampai semua pupuk terlarut dan siramkan ke media tanam.
Jika tanaman jeruk nipis dalam pot sudah rajin berbunga dan berbuah, maka pemberian pupuk NPK diberikan secara teratur 3 bulan sekali dengan dosis 15 gram NPK/tanaman. Pemberian pupuk boleh dengan cara langsung memasukkan pupuk ke dalam lubang media tanam dan bisa juga dengan pengocoran.
![]() |
| Tabulampot. Gambar : Dokpri |
P3r4ngsangan bunga dengan pemangkasan
Pemangkasan tanaman bukan hanya membentuk dan memperindah tanaman itu sendiri, tetapi juga dapat mer4ngs4ng pembungaan. Oleh karena itu, jika tanaman jeruk nipis dalam pot sudah banyak cabang dan rantingnya, maka perlu dipangkas sebahagiannya terutama daun-daun yang rimbun dan cabang-cabang yang terlalu rapat .
Dengan pemangkasan, maka sinar matahari akan masuk ke seluruh bagian tanaman jeruk nipis. Akibatnya, proses fotosintesis berjalan lancar dan pembungaan pun berjalan cepat.
Demikian cara menanam dan memupuk jeruk nipis dalam pot agar rajin berbuah. Semoga bermanfaat dan salam sukses.
Demikian cara menanam dan memupuk jeruk nipis dalam pot agar rajin berbuah. Semoga bermanfaat dan salam sukses.
Friday, September 7, 2018
Cara Pemupukan Susulan Bawang Merah dan Dosis Pupuk per Tanaman
10:04 AM
Pemupukan Susulan Bawang Merah -- Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas bawang merah, pupuk menjadi salah satu yang sangat menentukan. Jika salah cara pemupukan, maka akan mengalami gangguan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bawang merah. Oleh karena itu, cara pemupukan harus menjadi perhatian yang serius terutama pada saat pemupukan susulan.
![]() |
| Bawang merah. Gambar : Dokpri |
Sebenarnya, pemupukan susulan bawang merah sangat mudah seandainya tidak menggunakan mulsa. Sebab, pupuk susulan dapat ditebar di atas bedengan atau dalam larikan secara langsung. Namun, karena dalam budidaya bawang merah sudah menggunakan mulsa, maka pemupukan harus ditempuh dengan cara lain, yaitu pengocoran.
Baca juga ini :
Baca juga ini :
Pengocoran yang dimaksud adalah teknik pemberian pupuk dengan cara menyiram larutan pupuk ke pangkal atau daerah dekat perakaran tanaman. Larutan pupuk harus dibuat terlebih dahulu dengan konsentrasi tertentu sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pendek kata, pupuk dilarutkan dalam air sebelum diberikan ke tanaman dengan takaran yang tepat.
Sekadar review atau mengingatkan kembali bahwa ada tiga tahapan pemupukan bawang merah, yaitu 7 hari sebelum tanam, 10-15 hari setelah tanam (susulan I) dan 30-35 hari setelah tanam (susulan II).
Kebutuhan pupuk
Jenis dan dosis pupuk bawang merah untuk lahan tanam 1 hektar sebagai berikut :
- Pupuk sebelum tanam : 500 kg NPK (jika ada pemberian pupuk kandang, cukup 250 kg NPK) + SP-36 50-100 kg, dan KCL 30-60 kg
- Pupuk susulan I : Urea 180 kg atau bisa juga dengan ZA 400 kg
- Pupuk susulan II : Urea 180 kg
Bagaimana cara pemupukan bawang merah pada susulan I dan II? Karena lahan sudah terpasang mulsa, maka pemupukan harus dikocor. Dengan pengocoran, pupuk langsung meresap ke dalam tanah di sekitar perakaran dan akan mudah diserap oleh akar. Namun, dalam pemberian pupuk harus juga tepat dosisnya, tidak boleh berlebih atau mungkin terlalu kecil jumlahnya.
![]() |
| Persiapan lahan dan pemasangan mulsa. Gambar : Dokpri |
Dosis pengocoran pada pemupukan susulan I
Berikan pupuk ZA sebanyak 400 kg per hektar pada usia bawang merah 15 hari setelah tanam dengan cara dikocor. Caranya, larutkan 2 – 2,5 gram pupuk ZA dalam 250 ml air dan kocorkan/siramkan ke pangkal bawang merah/sekitar perakaran. Ini artinya dosis pemupukan susulan I dengan pupuk ZA adalah 2 – 2,5 gram/250 ml air/tanaman bawang merah.
Dosis pengocoran pada pemupukan susulan II
Untuk susulan II, pemupukan dengan urea sebanyak 180 Kg per hektar pada usia bawang merah 30-35 hari setelah tanam. Cara pengocoran, larutkan pupuk urea sebanyak 0,9 – 1,1 gram urea dalam 250 ml air dan kocorkan/siram ke pangkal tanam bawang merah/sekitar perakaran. Dengan kata lain, dosis pupuk urea pada pemupukan susulan II adalah 0,9 – 1,1 gram/250 ml/tanaman bawang merah.
Untuk menyesuaikan dengan volume gembor, tinggal kalikan saja dengan dosis seperti di atas. Misalnya, volume gembor isinya 15 liter. Untuk menyesuaikan, kita akan membuat 15 liter larutan pupuk urea pada pemupukan susulan II, maka jumlah urea adalah 15 x 0,9 x 1000/250 = 54 gram urea. Artinya, 54 gram urea dilarutkan dalam 15 liter air dan disiramkan untuk 60 tanaman bawang merah (250 ml/tanaman atau 1 liter untuk 4 tanaman).
Baca juga ini :
- Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
- Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Kelapa dan Cara Applikasi
- Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)/MOL dan 4 Cara Aplikasinya
- 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
Waktu pengocoran
Jangan melakukan pengocoran pada pagi hari atau saat terik matahari karena akan membakar daun tanaman bawang merah. Sebaiknya, pengocoran pupuk dilakukan pada sore hari, menjelang matahari terbenam, atau malam hari jika ada pencahayaan.
Demikian cara pemupukan susulan bawang merah. Jika terpasang mulsa sebagai penutup bedengan, maka pengocoran menjadi alternatif cara pemupukan . Semoga bermanfaat dan salam sukses.
Cara Membuat Pestisida Organik untuk Membasmi Hama Tanaman dan Teknik Aplikasinya
4:17 AM
Pestisida Organik -- Setiap menanam sayuran apa saja, hama akan “meliriknya” karena itu menjadi sumber makanannya. Oleh karena itu, perlu mempelajari bagaimana cara membuat pestisida murah, efektif dan ramah lingkungan, yaitu khususnya pestida organik, untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman.
![]() |
Pestisida Organik
Mari sekilas kita buka lembaran ilmiah untuk menemukan apa itu pestisida organik. Menurut Astuti, W dkk (2016) menyebutkan, “Pestisida organik merupakan ramuan obat-obatan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang dibuat dari bahan-bahan alami...”
Jadi, pestisida untuk mengendalikan hama seperti ulat, kutu daun, thrips, dan lainnya, ternyata tidak harus dari bahan kimia sintetis. Bahan-bahan yang bersifat natural dan “gratis” bisa dimanfaatkan untuk meramu pestisida, terutama bahan dari tanaman yang mengandung zat anti serangga seperti lengkuas, jahe, dan sebagainya.
Pestisida alami itu sangat menguntungkan dalam pemakaiannya. Sebab, di samping mampu mengendalikan hama, pestisida organik tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem. Bahkan, kesehatan manusia pun terjamin.
Meskipun begitu, harus kita akui bahwa daya kendali pestisida organik tidak secepat pestisida kimia. Tetapi, jika diaplikasikan dalam waktu yang teratur dan sering serta dosis yang tepat, maka dampak dari pestisida organik akan terlihat sama dasyatnya dengan penggunaan pestisida kimia.
Cara Membuat Pestisida Organik Secara Umum
Baik, untuk membuat pestisida organik perlu pesiapan, terutama alat dan bahan. Dengan persiapan yang baik, maka proses pembuatan akan berjalan dengan lancar.
Alat-alat :
- Blender yang biasa digunakan sebagai peralatan dapur untuk menggiling tomat dan lain-lain
- Jerigen atau wadah lain yang praktis digunakan
- Timba
- Corong
- Pis-4-u
- Pengaduk dari kayu
Bahan-bahan :
- Pupuk organik cair (POC) 100 ml, (jika ingin membuat pupuk organik cair dapat dibaca di sini)
- Larutan gula merah (lebih bagus molase kalau ada) 100 ml. Untuk membuat larutan gula merah caranya larutkan 50 gram gula merah ke dalam air sampai volume 100 ml
- Alkohol 40%..100 ml
- Cuka (bisa cuka makan atau cuka aren).. 100 ml
- Air tajin..1 liter
- Jahe, lengkuas, kencur, kunyit, temulawak, temugiring, masing-masing sebesar jempol
- Serai 2 batang
- Bawang putih 8 siung besar
- Bawang merah 5 siung besar
- Daun mindi/mimba 2 ons
- Brotowali/antawali 10 cm
![]() |
| Daun mimba. Gambar : id.wikipedia.org |
![]() |
| Brotowali. Gambar : id.wikipedia.org |
Cara Meramunya :
- Hancurkan bahan rempah-rempah (bahan no 6 s/d 11) dengan menggunakan blender dan tambahkan air tajin
- Tuangkan bahan yang telah di-blender ke dalam timba
- Masukkan lagi secara berurutan ke dalam timba tersebut pada poin 2 mulai dengan bahan cuka makan/cuka aren, alkohol, larutan gula merah, dan pupuk organik cair (POC). Aduk hingga merata.
- Masukkan semua bahan-bahan tersebut ke dalam jirigen (gunakan corong agar tidak tumpah keluar)
- Tutup dengan rapat jirigen yang telah diisi semua bahan ramuan tersebut
- Simpan pada tempat yang tidak terkena cahaya langsung dengan temperatur atau suhu ruang
- Kocok larutan tersebut dengan cara menggoyang-goyangkan jirigen setiap pagi dan sore selama +/- 5 menit. Setiap selesai mengocoknya, tutup dibuka sebentar untuk membuang gas-gas hasil fermentasi, lalu tutup kembali. Prosedur yang sama dilakukan sampai hari ke-15.
- Hentikan pengocokan setelah hari ke-15.
- Biarkan selama 7 hari sebelum digunakan sebagai pestisida organik
Cara Aplikasi Pestisida Organik
Walaupun namanya pestisida organik, akan tetapi dalam penggunaannya tidak boleh sembarangan apalagi sesuka hati. R-4-cun nabati ini dalam aplikasi pada tanaman perlu mengikuti petunjuk penggunaannya.
Baca juga ini :
- Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
- Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Kelapa dan Cara Applikasi
- Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)/MOL dan 4 Cara Aplikasinya
Sebelum menyemprot tanaman yang terserang hama pengganggu tanaman, pestisida organik harus diencerkan terlebih dahulu dengan air. Caranya, campurkan 5-10 ml pestisida organik ke dalam 1 liter air.
Jika jumlah tanaman banyak dalam satuan luas lahan tertentu, maka campuran disesuaikan. Misalnya, menggunakan sprayer (alat semprot) dengan volume 15 liter, maka campurkan 75 – 150 ml pestisida organik ke dalam 15 liter air.
Jika jumlah tanaman banyak dalam satuan luas lahan tertentu, maka campuran disesuaikan. Misalnya, menggunakan sprayer (alat semprot) dengan volume 15 liter, maka campurkan 75 – 150 ml pestisida organik ke dalam 15 liter air.
Cara menyemprotnya dengan pestisida organik jangan terlalu tebal, cukup tipis atau sekadar basah saja baik bagian atas maupun bawah daun. Sedangkan waktu penyemprotan tanaman sayuran, sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari atau malam hari.
Tuesday, September 4, 2018
Cara Mengendalikan Ulat Bawang Merah yang Efektif dengan Feromon S3-ks
8:53 AM
Cara Mengendalikan Ulat Bawang Merah --- Bawang merah yang disebut dalam bahasa ilmiah Allium Ascalonicum. L merupakan komoditas andalan petani. Sebab, umbi berwarna merah itu memiliki harga jual yang relatif tinggi, stabil dan sangat prospektif. Tapi, harapan meraup rupiah dari tanaman bumbu dapur itu akan pupus manakala serangan hama ulat tidak dapat dikendalikan dengan baik.
Ulat penggerek daun bawang merah (Spodoptera Exigua) sangat menyukai daun bawang, entah karena aromanya atau kandungan kimiawinya yang bernutrisi. Yang pasti, petani dibuatnya pusing tujuh keliling dengan kehadiran ulat pada bawang merah.
Sungguh mengerikan karena ledakan populasi hama ulat ini bisa terjadi dalam tempo singkat, 2-3 hari, dan “memporak-porandakan” bawang merah. Lihainya ia, dengan masuk dan bersembunyi dalam daun bawang, membuat ia hampir tak terdeteksi oleh mata petani dalam awal-awal perkembangannya.
Sungguh mengerikan karena ledakan populasi hama ulat ini bisa terjadi dalam tempo singkat, 2-3 hari, dan “memporak-porandakan” bawang merah. Lihainya ia, dengan masuk dan bersembunyi dalam daun bawang, membuat ia hampir tak terdeteksi oleh mata petani dalam awal-awal perkembangannya.
![]() |
Pengaplikasian r4-cun serangga (insektisida) sia-sia belaka, hanya biaya dan tenaga yang terkuras. Bahkan, kesehatan terganggu. Ini laksana pribahasa, “Arang Habis, Besi Binasa.”
Sedikit saja lengah, serangga (ngengat) dewasa dengan ciri bersayap, aktif di malam hari dan menyukai cahaya akan bertelur dengan cepat dan luar biasa banyak. Bayangkan, seekor ngengat saja bisa menghasilkan ribuan butir telur,
bagaimana jika ada 1000 ekor ngengat dewasa? Ya, pasti akan netasjutaan ekor ulat penggerek daun bawang merah. Dan petani akan nyerah kalau tidak cepat dan tepat mengendalikannya.
bagaimana jika ada 1000 ekor ngengat dewasa? Ya, pasti akan netasjutaan ekor ulat penggerek daun bawang merah. Dan petani akan nyerah kalau tidak cepat dan tepat mengendalikannya.
Mengenal ulat daun bawang
Sebelum kita mengendalikan ulat penggerek daun bawang merah, sekilas mengenal apa sih tanda-tanda atau cirikhas dari ulat tersebut. Ini perlu agar kita menjadi “sensitif” penglihatan ketika menemukan serangga yang melalap habis daun bawang merah itu. Berikut ini tanda/ciri dari ulat daun bawang merah :
- Mirip sekali bentuk dan warnanya dengan daun bawang ketika masih muda, yaitu panjang bulat dan bewarna hijau.
- Panjangnya sekitar 2 – 2,5 cm
- Besarnya hampir mendekati ukuran daun bawang
- Posisinya dalam rongga daun dan aktif memakan daun bawang merah
- Ulat dewasa berwarna coklat tua dan ada garis-garis putih di badannya
Amati gejala serangan ulat pada daunnya
Kalau sudah ada serangan dari ulat pasti daun bawang merah menunjukkan gejalanya. Di sinilah biasanya petani menjadi bingung, kurang berg4irah dan hampir-hampir hilang semangatnya. Apa gejala yang ditunjukkan bawang merah ketika sudah terserang ulat?
- Daun sudah tidak segar lagi antara layu dan mati.
- Daun bergaris-garis putih
- Ujung daun sudah tidak runcing lagi alias terpotong-potong
- Bagian dalam daun digerek atau digerusnya hingga tipis dan tembus cahaya
Cara Mengendalikan Ulat Daun Bawang Merah
“Ada Penyakit, Ada Obatnya,” begitu adagium bijak. Yang penting kita berusaha, jangan diam dan berpangku tangan. Ada beberapa metode/cara untuk mengusir dan mengurangi serangan ulat. Ada yang menggunakan cara-cara kimiawi, biologis dan juga mekanis. Tapi, yang lebih aman terhadap lingkungan dan tanpa mengurangi produktifitas bawang merah adalah cara-cara mekanis dan natural.
I Cara kimiawi
Cara kimiawi adalah cara mengendalikan hama ulat bawang merah dengan menggunakan bahan kimia ber4-cun atau insektisida. Cara ini sebenarnya bukan hanya mengendalikan, tapi membasmi dan juga merusak lingkungan.
Karena itu, di zaman sekarang, pengendalian hama ulat bawang merah dengan bahan kimia aktif sudah kurang direkomendasikan. Penggunaan insektisida dilakukan dalam kondisi “darurat hama,” namun tetap dalam kontrol, seperti dosis dan luasan
Karena itu, di zaman sekarang, pengendalian hama ulat bawang merah dengan bahan kimia aktif sudah kurang direkomendasikan. Penggunaan insektisida dilakukan dalam kondisi “darurat hama,” namun tetap dalam kontrol, seperti dosis dan luasan
Beberapa insektisida untuk mengendalikan ulat daun bawang merah, yaitu :
- Biothion
- Decis
- Klorfluazuron
- Metindo
- Deltametrin
- Triazofos
- Dan lain-lain
II Pemasangan Perangkap dengan bahan Feromon S3-ks
Feromon s3-ks atau Feromon Exi dapat “menggoda” ngengat jantan datang. Makanya, untuk mengendalikan ulat bawang merah dapat dilakukan dengan memasang perangkap yang berisikan feromon s3-ks.
Dengan adanya isi Feromon Exi, maka serangga jantan dewasa, “si tukang kawin,” akan “terpenjara” dalam perangkap. Hasilnya, tidak ada telur yang menetas menjadi ulat karena tidak adanya jantan yang mengawini ngengat betina. Berarti, bawang merah aman dari serangan hama ulat daun.
Dengan pemasangan perangkap, ledakan ulat akan jauh dan terkendalikan. Tapi, harus dicatat bahwa perangkap ini harus dipastikan sudah terpasang sejak bawang merah ditanam atau 1 minggu setelah tanam (1 MST).
Alat dan Bahan
Alat :
- Perangkap dari Botol air mineral bekas (untuk 1 hektar pasang 20 – 25 perangkap). Botol aqua dipotong bagian mulutnya dan kemudian dipasang terbalik (seperti bubu)
- Kawat (untuk menggantung pelet feromon exi)
Bahan :
- Feromon Exi atau Feromon s-3-k (dapat dibeli di toko pertanian atau toko online)
- Insektisida
- Air sabun/detergen/perekat
Cara memasangnya :
- Pelet Feromon Exi digantungkan dalam botol air mineral
- Isi botol dengan air dan detergen (sebaiknya tambah sedikit saja insektisida). Ketinggian air dalam botol (posisi memanjang) sedalam 2-3 cm
- Gantungkan botol perangkap tersebut di tengah-tengah petak pertanaman bawang merah, dengan ketinggian 30 cm – 100 cm. (20 - 25 perangkap per hektar)
- Kontrol setiap hari perangkap (secara periodik). Bila sudah penuh botol dengan ngengat/serangga, gantikan dengan cairan baru (air + detergen + insektisida).
III Perangkap Lampu
Ketika kita sudah mengerti kebiasaan hidup dari ngengat atau serangga penghasil telur ulat, maka mudah sekali untuk menjebaknya. Ngengat sangat suka dengan cahaya, khususnya malam hari. Nah, jika ingin menangkapnya, pasanglah perangkap yang bercahaya pada petak petanaman bawang merah. Caranya begini :
Alat :
- Ember
- Lampu neon 10 wat + penutup + sumber energi listrik (jika tidak ada energi listrik yang tersedia, cara ini tidak bisa dijalankan)
Bahan :
- Air sabun/detergen/perekat + insektisida
Cara memasangnya :
- Isi ember dengan air yang sudah ditambahkan detergen/perekat dan juga beberapa tetes insektisida. Kedalaman air secukupnya (+/- 1/3 ember)
- Pasang lampu dengan ketinggian 30 cm – 50 cm dari tanah
- Ember berisi cairan ditempatkan di bawah lampu
- Hidupkan lampu
- Ganti cairan di dalam ember jika ngengat yang terperangkap sudah penuh
- Untuk 1 hektar lahan tanam bawang merah, pasang 20 – 25 perangkap.
Baca juga ini :
- Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
- Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Kelapa dan Cara Applikasi
- Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)/MOL dan 4 Cara Aplikasinya
Subscribe to:
Posts (Atom)









